Beberapa minggu lalu, saat saya pulang ke rumah saya di Kelapa Gading, Mami bisik-bisik saat bertanya, “Non, aku baca yang kamu tulis, di komputer. Dedi tuh yang kasi lihat. Itu.. boleh dibaca?”
Hahahahaha.. Duh.. beneran menahan tertawa lho, pas dengernya.
Duluuuuu sekali, saat saya masih SMA, saya memang mempunyai diary. Diary secara fisik, yang berbentuk buku. Saat menulis diary itu saya mengunci pintu kamar supaya tidak diganggu dan isi dari diary saya itu tidak boleh dibaca siapapun selain saya. Tentu saja, saya menyembunyikan diary itu setelah saya selesai menulis.
Aneh memang, teknologi menjadikan manusia bisa saling berbagi. Berbagai situs pertemanan seperti Friendster dan Facebook menjadi ajang narsisme. Situs-situs itu menjadi bahan promosi, atau untuk sekedar keep contact dengan teman lama.
Blog, lebih aneh lagi dalam prinsipnya. Blog, adalah singkatan dari weblog. Kalau saya artikan, blog adalah jadi semacam diary, bersifat publik, boleh dibaca oleh semua yang ingin membacanya, dan tidak mempunyai bentuk fisik seperti buku. Pertama kali saya mendengar arti dari blog, saya pun bingung. Diary, tapi koq buat umum? Aneh-aneh saja.
Saya mulai mempunyai blog, waktu itu hanya sekedar iseng dan mengikuti tren saja. Saat awal-awal saya menulis blog, saya bingung apa yang harus saya tulis. Apakah harus ada format “Dear Diary” seperti judul lagu ? Nanti yang baca siapa aja ya ? Apa yang harus saya tulis ?
Sekarang sih, saya sudah lumayan lancar menulis blog. Bukannya sombong, tapi latihan akan membawa hasil. Saya mengusahakan 1 tulisan per hari. Minimal. Entah itu hanya kegiatan saya sehari-hari, cara mendapatkan uang dari situs-situs PTC, atau bahkan “cuap-cuap” tidak jelas. Yang penting nulis!
Mengutip dari buku yang sedang saya baca, Journey of Souls, kalau saya ingin pembaca saya tidak mengetahui sesuatu, saya kan tinggal tidak menulis soal itu. Jadi tulisan-tulisan saya, tidak akan saya publish kalau saya menginginkan agar tulisan itu tidak dibaca orang. Sesederhana itu saja sebenarnya.
Kalau tulisan saya sudah masuk internet, content nya sudah merupakan content umum (masih copyright oleh saya tentunya), yang boleh dibaca siapa saja yang mau membacanya.
Jadi, Mami, kalau Mami membaca ini, ga perlu kuatir membaca blog ini koq. Tulisan-tulisan Herli, semuanya boleh dibaca.


Komentar terakhir