Yep, sudah tiga bulan sejak saya pertama kali belajar merajut (knitting). Saya cukup puas dengan pencapaian saya selama tiga bulan belakangan ini. Dari mulai membuat bentuk kotak saja, sampai bisa membuat baby hoodie (jaket dengan tutup kepala untuk bayi) yang baru saja saya selesaikan sore ini.
Saya ingat air mata saya pernah menetes sewaktu salah menghitung jahitan karena menerima telepon. Hasilnya? Miring! Saya juga ingat betapa sedih dan putus asanya saya sewaktu rajutan saya bredel karena jarum rajut besi yang saya pakai waktu itu tergolong licin untuk menangani benang katun. Padahal waktu itu rajutan untuk sarung bantal sofa saya sudah cukup besar.
Tapi saya ingat sekali kepuasan saya sewaktu selesai mengerjakan sarung bantal sofa, proyek terbesar saya waktu itu, dengan dua warna pula. Puas sekali rasanya. Saya juga ingat rasa puas yang saya rasakan sewaktu selesai membuat satu baby set yang terdiri dari satu rompi, sepasang sepatu, dan satu topi. Dan yang pasti, saya tidak kalah puas dengan hasil terakhir saya: baby hoodie.
Baby hoodie ini menjadi sesuatu yang spesial karena dalam waktu lima hari saya mengerjakannya, saya belajar untuk melihat hasil akhirnya dan bukan benang yang masih harus diuntai.
Dalam waktu tiga bulan, saya belajar bagaimana menjadi sabar, tekun, teliti, dan yang paling penting: tidak putus asa.
Dalam waktu tiga bulan, saya belajar memahami mood saya sewaktu menghadapi sesuatu.
Dalam waktu tiga bulan, saya belajar tentang diri saya sendiri, lebih dalam lagi.
Sebuah efek dari merajut yang tidak terpikirkan oleh saya sewaktu mulai belajar merajut. Dan saya menyukainya.



Komentar terakhir