Tadi siang saya berkunjung ke salah satu hipermarket yang besar. Saya tidak mau menyebutkan nama tempat tersebut, takut dianggap merusak nama baik. Saya sedang browsing barang, saat saya menemukan satu pintu darurat yang ada di tempat itu.
Seperti bisa dilihat dalam gambar yang saya lampirkan disebelah kiri, pintu darurat itu terhalang oleh barang dagangan tempat belanja itu. Padahal jelas-jelas, ada kertas dengan huruf besar dan tebal yang menyatakan: “Dilarang menaruh barang apapun di daerah ini”. (klik gambar untuk melihat ukuran lebih besar)
Entah di Indonesia saja, Jakarta khususnya, yang tidak mempedulikan hal-hal kecil seperti salah satu contoh yang baru saya lampirkan, atau disemua belahan dunia yang lain juga melakukan hal ini. Hal-hal kecil sering dianggap remeh. Mungkin saja yang menaruh barang dagangan di depan pintu darurat itu berpikir, “Ah, itu kan tinggal dipindahkan nanti..”. Mungkin kan?
Tapi dengan berasumsi kalau hal itu merupakan hal yang sepele, bisa jadi saat membutuhkan pintu darurat itu, barang-barang dagangan itu malah menjadi penghambat nomor 1. Penyesalan memang terjadi belakangan.
Saya bukan hendak mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi pada tempat itu. Saya hanya memberi contoh, betapa masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta kita tercinta ini, telah berevolusi menjadi masyarakat yang tidak peduli.
Mungkin hal-hal kecil seperti inilah yang menyebabkan maskapai penerbangan Indonesia sering melakukan kesalahan “kecil”. Mungkin saja, saya kan hanya berasumsi.


Komentar terakhir