Yap, ini tensi darah saya kemarin pagi. Anehnya saya tidak merasakan lemas. Memang agak lemas, tapi tidak sampai lemas sekali sampai tidak bisa bangun dari tempat tidur.
Malam sebelumnya saya tidak bisa tidur karena buang-buang air terus. Sebenarnya sudah dari hari Sabtu minggu lalu, tapi tidak terlalu parah. Sudah minum obat untuk me”mampet”kan, tapi ternyata koq tidak “mampet2″.
Hari Rabu malam saya ambil hasil lab untuk diperlihatkan ke Prof Sarwono (dokter thyroid saya). Hasilnya lumayan baik. Perjalanan dari kantor menuju rumah sakit di Pulomas memang gerimis. Jadi walaupun saya sudah memakai jas hujan, saya tetap merasa kedinginan. Lalu saya langsung ke ruang tunggu rumah sakit yang dingin. Mulai praktek jam 6 sore, tapi dokter baru benar-benar sampai ke ruang prakteknya jam setengah tujuh. Saya dapat nomor 4 dan jam setengah 8 malam saya baru dipanggil masuk ruang dokter. Fiuh..
Setelah itu masih harus menunggu menebus obat. Huah, itu sudah jam delapan malam lewat saat saya akhirnya pulang, kondisi emosional saya sedang tidak stabil dan saya lapar sekali. Sepanjang perjalanan pulang saya kedinginan di motor saya itu.
Mungkin karena kedinginan itu, buang-buang air saya makin parah.
Saya ke dokter didekat rumah Jimz, diantar oleh Jimz, jam 9 pagi. Saya mengeluhkan buang-buang air terus kepada dokternya (masih muda dan baru lulus!), dan dokternya bingung karena saya tidak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi. (_ _”)
Yah, setelah seharian tidur kemarin.. Hari ini saya merasa lebih baik! Walaupun dokternya baru lulus, ternyata saya sembuh juga dengan obat yang ia berikan.


Jangan2 naksir ma dokternya ya mbak…? He…he…he… Sorry cm kidding…
@Sugi
hahahaha, bisa aja..
thanx ya atas sharenya..hehe…