Ini pertama kalinya saya membuat pola dengan bentuk gambar. Astaga susahnya.. Tapi hitung-hitung saya sekalian belajar membuat pola gambar deh. Hihihihi..

Neckband
Metode: Crochet
Tingkat kesulitan: pemula – menengah
Bahan:
- 1 gulung benang rayon viscose ungu terong
- 1 gulung benang rayon viscose kuning
Alat:
- jarum hakken no 3/0
- jarum dan benang jahit
- 1 set kancing jepret
Yang diwarnai dengan hitam artinya saya memakai benang ungu. Yang diwarnai dengan merah artinya saya memakai benang kuning. more…
Setelah sembilan bulan tidur dengan Emily disamping saya, tanggal 5 Januari 2011 kemarin saya mengawali sebelas malam tanpa Emily karena saya menjalani rawat inap di RS PGI Cikini karena menjalani operasi struma tiroid toksik alias pengangkatan sebagian kelenjar tiroid akibat pembesaran kelenjar karena hipertiroid.
Tadinya, selama lima tahun saya mengidap hipertiroid ini, saya memang menghindari operasi. Saya takut sekali dengan yang namanya operasi, apalagi dengan semua infus dan suntikannya. Tapi akhirnya menjelang akhir tahun lalu saya putuskan untuk menjalani operasi ini. Alasannya cukup sederhana: saya mau sehat demi Emily.
Hipertiroid saya adalah jenis yang beracun, dalam artian kadar hormon tiroid saya terlalu banyak dalam darah. Kelenjar tiroid saya terlalu aktif mengeluarkan hormon tiroid secara terus menerus. Ini yang mengakibatkan gejala-gejala seperti cepat kurus (saya turun 16 kg sejak melahirkan), rambut rontok, jantung berdebar-debar, susah tidur, gemetaran, dan dalam beberapa kasus akan mengakibatkan bola mata tampak menonjol. Bola mata kiri saya sempat menonjol, walaupun sekarang tidak begitu kentara lagi.
Bila dibiarkan saja, hipertiroid toksik bisa menyebabkan penderitanya mengalami gangguan jantung. Nah kalau sudah kena ke jantung, susah deh menyembuhkannya. Inilah yang akhirnya “menghantam” saya untuk akhirnya memilih untuk menjalani operasi. more…
Sewaktu Emily masih diperut saya, harus diakui kalau saya takut dengan proses persalinannya nanti. Apakah saya bakal menjerit-jerit kesakitan? Apakah saya bakal pingsan melihat darah keluar? Apakah saya akhirnya harus melalui bedah caesar? Atau apakah nanti akan ada komplikasi? Dan segudang “apakah” lainnya.
Saya kepingin sekali mengikuti kursus hypnobirthing tapi waktu itu juga kurang memungkinkan berhubung motor saya sedang.. ehm.. tidak available.
Lalu terjadilah percakapan iseng antara saya dan Jimz di suatu malam hari Selasa:
Saya: Beb, ajarin caranya meditasi dong.
Jimz: He???
Saya: Aku kan tau teorinya: bukan ngosongin perhatian tapi justru fokus. Tapi trus fokus kemana?
Jimz: Ah, kapan-kapan aja deh ya..
Saya: Ayolah..
Jimz: Kenapa mesti sekarang?
Saya: Ini kan Selasa, Beb. Hari yang paling bagus buat meditasi!
Jimz: ……..
Setelah itu Jimz tertawa terbahak-bahak. Ya, saya baru saja mengarang alasan kalau hari Selasa adalah hari yang paling bagus untuk bermeditasi.
Sejak itu kami mengadakan ritual Selasa malam: pasang musik, lalu bersantai-santai dan leyeh-leyeh, hanya mendengarkan musik. Semacam meditasi tapi tidak dengan posisi duduk. Hihiihhi…
Wow, sewaktu menulis judul tulisan ini, jari saya hampir terpleset untuk menulis 2010 bukannya 2011. Besok sudah pergantian tahun. Cepat sekali ya.
Okeh.. resolusi untuk 2011 bukan murni ide saya. Saya pernah membaca resolusi semacam ini di blog orangĀ lain dan saya sudah lupa dimana saya membacanya. Idenya mudah: saya hanya perlu menulis berbagai topik sepanjang tahun 2011. Tapi ini bukan soal mudah susahnya resolusi tapi soal apakah saya bisa.
Setiap kali saya menulis topik yang sudah saya cantumkan disini, saya akan meng-update tulisan ini untuk memberi tautan ke tulisan yang saya maksud, jadi tidak terlewat. Dan untuk mengingatkan saya sepanjang tahun 2011 ini tentang resolusi saya ini, tulisan ini akan saya pajang terus di Halaman Muka blog saya sampai semua topik tulisan sudah selesai saya tulis. Urutan penulisan tidak akan diperhitungkan. more…
Komentar terakhir