<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Perjalanan seorang Herli &#187; metafisika</title>
	<atom:link href="http://herli.web.id/tag/metafisika/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herli.web.id</link>
	<description>"because writing is, like death, a lonely business." - Neil Gaiman</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Dec 2011 22:49:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
		<item>
		<title>Terapinya berhasil!</title>
		<link>http://herli.web.id/terapinya-berhasil.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/terapinya-berhasil.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 16:21:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=559</guid>
		<description><![CDATA[Siang ini, saya dan Jimz ke Mal Kelapa Gading dan kebetulan, hari Minggu ini ada jadwal untuk foto Chakra di Shambala, Inner Peace Gallery. Mereka mengadakan foto Chakra tiap dua minggu sekali. Dulu saya pernah melakukan foto Chakra ini di Shambala juga. Sekitar&#8230; setengah tahun yang lalu mungkin. Sudah lama deh pokoknya. Dan waktu itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_560" class="wp-caption alignleft" style="width: 159px"><img class="size-thumbnail wp-image-560" title="7 Chakra" src="http://herli.web.id/wp-content/uploads/2008/10/chakras.jpg" alt="7 Chakra" width="149" height="150" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi 7 Chakra</p></div>
<p>Siang ini, saya dan Jimz ke Mal Kelapa Gading dan kebetulan, hari Minggu ini ada jadwal untuk foto Chakra di Shambala, Inner Peace Gallery. Mereka mengadakan foto Chakra tiap dua minggu sekali.</p>
<p>Dulu saya pernah melakukan foto Chakra ini di Shambala juga. Sekitar&#8230; setengah tahun yang lalu mungkin. Sudah lama deh pokoknya. Dan waktu itu, Pak Tom (yang memotret dan menganalisa) menyebutkan kalau saya punya gangguan dalam ekspresi. Wah jitu sekali! Saya memang suka memendam emosi, tidak dikeluarkan, tidak diekspresikan..</p>
<p><span id="more-559"></span>Dengan terganggunya penyaluran ekspresi, saya menderita gangguan di kelenjar dan hormon thyroid yang letaknya dileher. *Leher = letak chakra biru yang mengatur soal ekspresi*</p>
<p>Waktu itu di foto saya, Chakra biru saya mengalami gangguan, sehingga menyebabkan chakra-chakra lainnya ikut terganggu. Ketujuh chakra saya sewaktu difoto, agak lonjong. Normalnya bundar dan menyerupai piringan.</p>
<p>Hari ini, karena kebetulan ada jadwal foto Chakra lagi, saya ikut foto lagi. <img src='http://herli.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hasilnya? Memuaskan! Chakra biru saya sekarang sudah seimbang, dan ketujuh chakra saya sudah bundar dan membentuk piringan. Hohohohoo.. senangnya.. Hanya saja chakra merah saya agak redup, mungkin karena kurang olahraga. Hehehehe&#8230;</p>
<p>Saya juga berobat ke dokter spesialis untuk mengobati ganguan hormon thyroid ini. Dari hasil cek darah terakhir sih, sudah normal kembali. Menulis blog ini, juga merupakan terapi untuk saya berekspresi, <a href="http://herli.web.id/kupikir-tidak-jodoh.html" target="_self">dibantu dengan kalung blue lace</a>. Tapi sekarang saya kalau memakai blue lace agate, saya malah sakit leher. Ternyata terapinya berhasil. Blue lace sudah melakukan tugasnya. <img src='http://herli.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/terapinya-berhasil.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kupikir tidak jodoh</title>
		<link>http://herli.web.id/kupikir-tidak-jodoh.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/kupikir-tidak-jodoh.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 14:07:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=583</guid>
		<description><![CDATA[Desember 2007 kemarin saya membeli liontin blue lace agate berbentuk pendulum yang diikat dengan perak. Belum sampai keluar dari pusat perbelanjaan itu, ternyata kristal saya sudah tidak ada di tas saya. Dan saya meyakinkan diri sendiri kalau kristal itu belum berjodoh dengan saya. Jadi saya belajar untuk merelakan kehilangan kristal itu. Memang banyak cerita tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Desember 2007 kemarin saya membeli liontin blue lace agate berbentuk pendulum yang diikat dengan perak. Belum sampai keluar dari pusat perbelanjaan itu, ternyata kristal saya sudah tidak ada di tas saya. Dan saya meyakinkan diri sendiri kalau kristal itu belum berjodoh dengan saya. Jadi saya belajar untuk merelakan kehilangan kristal itu.</p>
<p>Memang banyak cerita tentang kristal yang menghilang, lenyap dari tempatnya. Kristal sebagai salah satu benda yang dipercaya memiliki &#8220;kekuatan&#8221;, bisa saja menghilang, dan berpindah tangan. Ini bisa terjadi karena si kristal merasa energi pemiliknya yang sekarang tidak membutuhkannya, atau ada orang lain yang lebih membutuhkan bantuannya itu dibandingkan dengan pemiliknya yang sekarang. Pada saatnya, kristal akan kembali “muncul” kembali bila memang kita membutuhkannya.</p>
<p><span id="more-583"></span>Tanggal 17 Feb 2008, saya kembali ke tempat saya membeli liontin itu. Kebetulan saya bertemu dengan penjual yang waktu itu membantu memilihkan kristal itu untuk saya. Saya cerita bahwa liontin itu belum sempat saya pakai, sudah menghilang duluan. “Belum jodoh,” pikir saya.</p>
<p><em>Amazingly</em>, penjual itu bercerita bahwa blue lace agate itu ditemukan oleh salah satu cleaning service dan kristal itu disimpan di security.</p>
<div id="attachment_585" class="wp-caption alignleft" style="width: 156px"><img class="size-medium wp-image-585" title="Blue Lace Agate" src="http://herli.web.id/wp-content/uploads/2008/10/blue_lace_agate.jpg" alt="Blue Lace Agate" width="146" height="139" /><p class="wp-caption-text">Blue Lace Agate</p></div>
<p>Singkat cerita, blue lace agate itu kembali kepada saya, setelah 2 bulan menunggu saya untuk menjemputnya. Riang hati saya begitu menemukannya. Dan saya tahu, kristal itu memang memilih saya untuk menjadi pemiliknya. Dan pendirian kristal ini amat teguh: berada dalam status quo merupakan hal yang dipilihnya sebelum bertemu dengan saya lagi.</p>
<p>Kupikir tidak jodoh, ternyata…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/kupikir-tidak-jodoh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

