Nov 26, 2009 - cuap-cuap    1 Comment

Sila 2: Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

Sudah dari tadi pagi saya kepingin nulis sesuatu yang sedikit provokatif (atau mungkin kontroversial?). Ide pertama yang muncul, sudah dicoret karena mungkin akan dianggap beberapa pihak sedikit terlalu provokatif. Ide untuk menulis mengenai sila kedua muncul setelah saya melihat tayangan berita di televisi siang ini.

Sila kedua dari Pancasila berbunyi, “Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab” atau dalam bahasa Inggrisnya, “Just and civilized humanity” (diambil dari Wikipedia).

Beradab. Civilized.

Siang ini saya menonton berita, dan kebetulan berita hari ini adalah tentang sebuah operator telekomunikasi yang membanderol handset seharga 99 ribu rupiah. Yang “menarik” dari tayangan berita itu adalah sampai segitu nafsunya orang-orang hanya untuk mendapatkan benda itu. Sampai-sampai menurut berita yang tadi saya tonton, ada “perebutan” benda itu antara panitia, polisi yang berusaha mengamankan benda itu, dan orang-orang yang sudah mengantri, bahkan ada yang pingsan dan luka-luka karena terinjak-injak saat antrian berubah menjadi kerusuhan kecil.

Apakah hanya demi sebuah benda seharga 99 ribu, manusia Indonesia sudah kehilangan peradabannya? Apa hanya segitu harga peradaban Indonesia? Demi sebuah barang mungil senilai 99 ribu rupiah, Indonesia “rela” kembali menjadi sebuah bangsa yang tidak mengenal apa artinya “mengantri”, apa artinya “menghargai orang lain”, dan lebih-lebih apa artinya “budaya”.

Beradab. Civilized.

Mungkin Indonesia sudah lupa dengan sila kedua yang diucapkan setelah sila pertama saat upacara. Atau memang tidak pernah mau ingat?

1 Comment

  • halah, (kenyataannya) pancasila kan cuman lipstik doang !

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!