Sepanjang ingatan saya, sepertinya belum pernah saya suka bermain dengan anak kecil. Saya bukan tipe orang yang suka menggoda dan bermain dengan anak kecil, apalagi bayi.

Sejak sebelum Emily lahir saya sudah dipenuhi ketakutan dan keragu-raguan, apa saya bisa jadi ibu. Saya amat takut dengan darah, jadi sewaktu saya hamil, saya sudah dihantui bayang-bayang bahwa saya akan mengeluarkan darah banyak. Dan itu menakutkan bagi saya. Soalnya saya pernah hampir pingsan saat melihat tangan saya melalui proses pengambilan darah untuk lab.

Ketakutan saya kandas sewaktu Emily lahir. Ini benar-benar terjadi, pikir saya. Saya telah melahirkan seorang bayi. Saya telah menjadi ibu.

Sewaktu hamil, saya dan Jimz sudah sepakat untuk tidak memakai jasa pengasuh atau babysitter. Selain karena tidak ada tempat untuk pengasuh itu tidur, saya dan Jimz juga berpendapat bahwa anak yang diasuh oleh pengasuh akan lebih dekat dengan pengasuh itu daripada dengan orangtuanya sendiri. Lagipula, ribet kan kalau ada “orang luar” yang tinggal bersama kami.

Dan semuanya terjadi begitu saja. Saya mengurus Emily dengan dibantu Jimz dan keluarganya. Lelah sekali. Entah bagaimana nasib saya bila tidak ada yang membantu.

Keadaan semakin parah saat saya sakit. Ngeri sekali membayangkan Emily jatuh saat saya gendong karena saya terlalu lemah. Untungnya hal itu belum pernah terjadi dan semoga tidak akan terjadi.

Tidak terbayang capeknya seorang pengasuh yang dibayar dibawah UMR untuk mengurus bayi majikannya sendirian. Hebat! Untuk memberi gambaran capeknya menjadi pengasuh: saya telah turun 11kg sejak melahirkan, hanya dengan mengurus Emily. Padahal saya tidak bekerja sendirian.

Saya dibantu oleh Jimz dan keluarganya dan saya merasa lelah, apalagi kalau pengasuh yang bekerja sendirian? Pasti lelah. Salut untuk para pengasuh yang memang benar-benar memperlakukan bayi orang lain sebagai bayi mereka dan sanggup mengurusnya seorang diri sepanjang hari. Itu bukan pekerjaan mudah.

Entah bagaimana dengan para pengasuh, tapi di penghujung hari, saat melihat Emily tidur, seberapapun letihnya saya, saya mendapati diri saya tersenyum secara tidak sadar, karena saya tahu Emily baik-baik saja. :-)

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>