Rusunami Gading Nias Residences, penyebab krisis ekonomi dua manusia, Jimz dan Herli, karena harus irit-irit dalam pengeluaran rutin perbulan. Apartemen yang dibangun oleh PT Tiara Metropolitan Jaya (TMJ) dari Agung Podomoro Grup sebagai developernya, adalah satu dari sekian banyak apartemen bersubsidi pemerintah yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.
Unit yang dijual ada 3 macam, 1 bedroom (tipe studio), 2 bedroom, dan 2 bedroom corner. Harga 1 bedroom adalah 88 juta dan 144 juta untuk yang 2 bedroom. Ini harga subsidi, kalau harga tanpa subsidi, tambah lagi PPN 10% untuk masing-masing unitnya. Jadi yang dimaksud subsidi, hanya PPN-nya saja.
Jimz dan saya ambil yang 2 bedroom. Rencana awalnya adalah Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) melalui bank. Waktu itu range gaji dan masa kerja sayalah yang memenuhi syarat-syarat KPA subsidi. Jimz saat itu, masih dalam pencarian pekerjaan baru, jadi tidak memungkinkan.
Mengingat repotnya mengurus penghapusan NPWP (kan saya bakal tidak bekerja per 1 Januari 2009), jadi ditempuhlah jalan lain: perbesar DP sehingga cicilan perbulan (12x tanpa bunga) melalui developer tidak telalu berat.
Pas sebelum DP terakhir, pesta pernikahan kami digelar, jadi ada uang angpao untuk dijadikan DP. Fiuh.. Setelah memberpesar DP pun, cicilan perbulannya ternyata memakai lebih dari 80% gaji Jimz per bulan. Untungnya, hanya 12 kali cicilan. Hihihihiii..
Jadi saat saya bilang tidak punya uang, ya benar-benar tidak punya uang. Sampai akhir tahun 2008 sih, masih ada gaji saya untuk memperkecil krisis ekonomi kami. Mulai awal tahun 2009 sampai Agustus 2009, tinggal gaji Jimz semata. Makanya saya mencoba cari-cari penghasilan di internet.


Komentar terakhir