Mengapa untuk berbuat baik,
atau untuk menolong orang lain,
diperlukan sebuah alasan?
Mengapa untuk menghindari perbuatan jahat,
atau untuk menjaga diri sendiri,
diperlukan sebuah alasan?
Mengapa sebuah alasan.
atau sekedar kambing hitam,
diperlukan untuk menjelaskan suatu perbuatan?
Mengapa menyalahkan orang lain,
atau menuduh orang lain,
atas perbuatan yang kita lakukan?
Mengapa tidak bercermin,
atau melihat kedalam diri sendiri,
dan melakukan perenungan?
Catatan: prosa ini dibuat semata-mata sebagai bentuk protes terhadap budaya di masyarakat yang TERBIASA menyalahkan orang lain atau faktor eksternal atas yang sesuatu yang terjadi pada dirinya sendiri (misal: moralnya sendiri). Keputusan tetap jatuh di diri sendiri. Tanggung jawab atas pikiran dan perbuatan sendiri nyaris hilang karena budaya menyalahkan faktor eksternal seperti lingkungan atau pergaulan. Mulailah bertanggung jawab, atas pikiran dan perbuatan sendiri! Berhenti menyalahkan faktor eksternal!


Komentar terakhir