Saya akan membuat sebuah pengakuan: Saya sering mengkritik orang lain dan saya juga sering menggerutu. Sepertinya ada saja yang bisa saya komplain seperti buku yang salah letak sampai hujan yang tiba-tiba datang.

Saya sebagai seorang manusia tidak bisa dibilang sempurna, tapi saya selalu berusaha menjadi sempurna. Mungkin terdengar sombong, dan sok benar, tapi balik lagi ke kenyataan bahwa tiada satu manusiapun yang sempurna. Semua orang punya cacat, yang disadari maupun tidak.

Dan “cacat” saya adalah saya suka mengkritik dan menggerutu. Dan karena suka mengkritik inilah yang akhirnya membuat saya terlihat sok benar. Padahal saya belum tentu benar, dan orang yang saya kritik belum tentu benar juga.

Kalau sudah bertemu orang yang sama-sama “sok benar”, akan ada 2 kemungkinan: saya akan mengkoreksinya atau saya akan diam saja. Yang belakangan ini terjadi adalah saya lebih sering diam saja. Tapi tidak berhenti sampai disitu. Saya diam tapi dalam hati saya menggerutu akan “ke-sok-benar-an” orang itu. Hasilnya? Capek.

Saya mungkin salah menilai orang. Saya mungkin salah menangkap maksud orang tersebut. Saya mungkin mempunyai masalah untuk tetap berpikir positif. Apalagi kalau pemikiran saya berdasar pada “kebenaran” versi saya. Hhhhhh.. sepertinya saya sedang menggerutu lagi.

Sudahlah, Herli.. Cobalah untuk berpikir positif..

Category: cuap-cuap  3 Comments
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
3 Responses
  1. lily says:

    samaaaa >.< try to change that behaviour

  2. Tukang Martabak says:

    Ayo dimakan martabak susu kacang coklat kejunya..

  3. Herli says:

    @lily: hehehe iya, sejenis nih kita. :-)
    @tukang martabak: lebih pengen martabak keju aja bang. hihihi.. :-)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>