Sering sekali saya mendapatkan pertanyaan diatas selama demam Piala Dunia 2010 ini melanda. Entah kenapa saya tidak ingin “memegang” atau berpihak ke satu negara pun di Piala Dunia kali ini. Bukan karena tidak ada yang saya anggap jago, tapi saya koq seperti tidak mau bepihak ke satu pihak pun.
Mungkin dengan berpihak, saya bisa terbawa emosi kalau ada keputusan kontroversial yang terjadi selama pertandingan berlangsung seperti “gol” Lampard yang tidak disahkan oleh wasit dalam pertandingan Jeman melawan Inggris tadi malam.
Yes, I think it’s a goal tapi bukan berarti saya mendukung Inggris. And yet, no, it’s not a a goal. Bukan artinya saya mendukung Jerman.
Kenapa saya bisa berkata itu adalah sebuah gol? Terlihat dari tayangan ulang kalau bola sudah keluar lapangan dan memasuki gawang. Sayangnya, biasanya bola yang memantul kedalam gawang akan masuk ke gawang dan bukan memantul keluar lagi seperti yang terjadi kemarin. Alhasil, wasit pun tidak mengira bola itu masuk. Itulah kenapa saya mengatakan itu bukan sebuah gol. Karena wasit memutuskan demikian.
Keputusan wasit memang tidak bisa diganggu gugat. Seorang wasit harus mengambil keputusan dengan amat sangat cepat. Wasit tidak bisa memutuskan setelah menonton tayangan ulang. Fair atau tidaknya hanya bisa disaksikan melalui tayangan ulang.
Begitu juga dengan gol Teves yang dianggap offside. Hakim garis tidak mengangkat bendera tanda offside karena Messi menendang bola tersebut dengan tujuan langsung ke gawang, bukan untuk mengoper ke Teves.
Yah, saya sih bukan membela Argentina. Sekali lagi kan saya sudah mengatakan tidak berpihak pada satu negara pun. Lebih asik menonton bola kalau tidak ada yang dijagokan. Lebih.. mengalir.. tanpa ada tuntutan emosi kalau terjadi keputusan kontroversial. Hehehehe.. (^^)v
Walaupun.. lucu juga kali ya kalau Argentina menang, Maradona kan bakal lari bugil yah? Hahahahaha..
OK, balik ke topik. Sebisa mungkin saya selalu mencoba melihat suatu kejadian dengan kacamata orang lain, yang berarti saya selalu mencoba untuk berempati. Sukses atau tidak? Kadang-kadang masih subjektif juga sih.
Seperti “gol” nya Lampard kemarin. Saat saya mengomentari status Facebook teman saya dengan “kacamata wasit” yang sudah saya tulis diatas, saya dibalas, “bukannya lu dukung Inggris juga, Her?”
Mencoba melihat dari sudut pandang wasit bukan berarti saya membela Jerman kan? Atau mencoba memahami keputusan hakim garis yang tidak menaikkan bendera offside bukan berarti saya tidak mendukung Meksiko kan?
Melihat dari kacamata orang ketiga kan bukan berarti saya mendukung salah satu pihak.


Komentar terakhir