Sebelumnya saya mau minta maaf kepada semua orang yang membaca tulisan saya hanya karena ingin cepat kaya dari internet. Karena tulisan kali ini, sama sekali bukan diperuntukan kepada orang yang kebelet pingin cepat kaya.
Cepat kaya dari internet, buat saya membutuhkan usaha. Yah, kecuali kalau Anda ingin bergabung dengan situs-situs semacam MLM. Saya sih tidak sreg dengan bisnis model itu. Kasihan yang di level bawah, mengeluarkan sejumlah uang (sekecil apapun jumlahnya) untuk kepentingan membayar anggota diatasnya.
Tidak, saya tidak setuju dengan konsep bisnis MLM.
Kaya dari internet bukan hal yang tidak mungkin. Cepat kaya dari internet lah yang terdengar mustahil. Saya mulai menjadi clicker, bukan dengan tujuan cepat kaya melainkan hanya untuk menambah-nambah pendapatan saja. Uang yang didapat memang recehan, tapi kecil-kecil lama-lama menjadi bukit, kan?
Sejauh ini, saya sudah mengumpulkan uang lebih dari dua juta rupiah hanya dari mengklik iklan. Ini ditotal dari semua bukti pembayaran yang pernah saya terima ke rekening bank dan yang saya terima melalui Paypal. Berapa lama? Kurang lebih satu tahun.
Dua juta rupiah dalam satu tahun. Kecil? Ya kan tadi saya sudah sebutkan diatas, kalau tulisan ini bukan untuk orang yang kebelet kaya dari internet.
Dan yang lebih “mengecewakan” lagi (bila Anda termasuk kepingin cepat kaya dari internet tapi tetap membaca tulisan saya kali ini), semua itu memerlukan peran aktif dari saya. Saya bukannya duduk santai-santai saja menunggu uang ditransfer. Ada usaha yang saya lakukan: mengklik iklan setiap hari, menulis tentang Paid To Click di blog, menulis panduan supaya orang mau bergabung, dst.
Mungkin ada yang bertanya, “Mengapa memerlukan orang untuk bergabung? Kalau begitu tidak beda dong sama MLM?” Jawabannya simpel. Mendaftar di situs Paid To Click tidak dipungut biaya dan Paid To Click tidak berujung merugikan downline. Mari kita ambil contoh sederhana saja.
Di salah satu situs Paid To Click lokal, terdapat skema seperti berikut:
Per klik Rp50,-
Per referral klik: 50% dari nilai per klik
Contoh: si A sebagai member gratisan, mendapatkan Rp 50 per iklan yang ia klik. Lalu B bergabung sebagai bawahan si A. Saat B mengklik iklan, B tetap mendapatkan Rp 50 per iklan yang ia klik, tapi klik yang B lakukan juga berdampak kepada penambahan jumlah saldo A sebesar Rp 25 (50% dari nilai klik). Total yang didapat si A adalah Rp 75 dan si B adalah Rp 50.
Siapa yang dirugikan dalam skema diatas? Tidak ada bukan? Si B tetap mendapat uang sejumlah yang ia berhak. Itulah bedanya, Paid To Click dengan MLM. Tidak ada yang “dipotong” untuk menghidupi atasannya.
Masih kepingin cepat kaya? Berarti tulisan ini benar-benar buka diperuntukkan untuk Anda. Tapi kalau Anda hanya kepingin mengumpulkan recehan, panduannya sudah saya tulis disini.

[...] Baca selengkapnya… [...]