Perjalanan seorang Herli

"because writing is, like death, a lonely business." – Neil Gaiman

Pelajaran tentang langit

Saya adalah orang yang berusaha untuk rapi. Saya berusaha untuk teroganisir dan siap. Siap disini bukan artinya seperti upacara bendera. Saya suka mempersiapkan hal-hal yang mungkin dibutuhkan. Saya belanja untuk membeli cadangan sabun, detergen, dan bahan-bahan lainnya. Supaya nanti jika sabun yang dipakai habis, saya sudah punya cadangannya. Jika nanti susu Emily habis, saya sudah […]

Tantangan Menabung 52 Minggu

Ada seorang teman saya di jejaring sosial yang membagi tautanĀ 52 Week Money Saving Challenge di halamannya. Saya jadi tertarik untuk ikutan. Ada 52 minggu dalam satu tahun. Dan tantangan menabung yang dimaksud adalah untuk menabung 1 dollar untuk minggu pertama, 2 dollar untuk minggu kedua, dan seterusnya sampai terakhir 52 dollar untuk minggu terakhir. Dan […]

Ganti “baju” blog

Setelah sekian lama memakai template yang bernama Coffee Desk, akhirnya hari ini saya mengganti tampilan blog saya. Alasannya: cuma karena kepingin. Sebenarnya saya cocok dengan template Coffee Desk itu, tapi memang setelah dilihat-lihat, koq jadi seperti buku resep ya. Padahal saya sendiri bisa dibilang kurang pandai memasak. Saya sendiri pernah mampir ke blog orang lain […]

Neil Gaiman

Saya mempunyai seorang penulis favorit: Neil Gaiman. Karya pertamanya yang saya baca adalah Stardust. Stardust bercerita tentang sebuah desa yang bernama Wall (Tembok), tentang seorang pemuda yang dimabuk cinta, tentang bintang yang jatuh dari langit, tentang penyihir yang ingin hidup abadi, dan tentang perebutan kekuasaan putera-putera raja. Sihir, drama, fantasi. Komplit, dalam satu buku. Setelah […]

Gelang bunga ungu

Malam ini saya membuat perhiasan berupa gelang dari mote berlian dengan bunga ungu diatasnya. Kebetulan memang saya masih mempunyai sisa mote bunga sakura kecil ini. Saya mencoba membuat dengan satu warna saja, kalau warna-warni sepertinya kurang elegan (cie ileeeh!!) Lumayan. Saya cukup puas dengan hasilnya. Nah, sekarang mari membuat kalung dan anting yang sesuai dengan […]

Buku Kosong

Ada buku kosong yang kusayangi, kertas bersih yang meminta supaya kutulisi. Bermacam-macam hal kutulis diatasnya, kadang indah berwarna-warni, kadang hanya goresan pensil yang membosankan. Kusayangi buku itu sampai tak pernah kutumpahkan cacianku didalamnya. Kusayangi buku itu sampai aku tak berani menulis yang tidak indah. Sayangnya buku itu harus kubagi dengan yang lain, dan kertas kosong […]

Panitia Setiap Hari

Setiap pagi panggung dibangun dengan sebuah weker. Setiap pagi panggung disiapkan dengan secangkir kopi. Setiap pagi para pemain muncul dan menghilang. Setiap pagi panggung ditinggalkan dan menyisakan sepi. Setiap malam setelah hiruk pikuk panggung dirobohkan dan panitia bersiap untuk pertunjukan esok.