Tiba-tiba pagi ini saya merasa kepingin nulis topik ini. Berhubung banyaknya orang yang menilai orang lain dengan sudut pandang masing-masing, versi yang berbeda-beda.

Saya termasuk contoh kasus yang satu ini. Saya menilai orang, saya tidak perlu munafik dengan mengatakan saya tidak menilai orang lain. Saya mempunyai versi saya sendiri mengenai orang-orang yang saya nilai.

Dengan adanya kemajuan teknologi, banyak orang yang menemui teman-teman atau kerabatnya yang sudah putus komunikasi. Ada teman saat sekolah, kuliah, atau bahkan orang-orang yang baru kita kenal di dunia maya.

Saya menilai teman-teman sekolah saya, masih sama seperti dengan saat saya masih bertemu mereka di sekolah dulu. Yang “tercantol” diotak saya hanya memori saya tentang mereka. Ada satu teman SMA saya yang waktu di kelas dulu, pintar sekali di mata pelajaran Biologi. Saat bertemu dengannya lagi, saya bertanya, sekarang jadi dokter apa?

Ternyata saya salah besar. Teman saya itu tidak menjadi dokter. Dia seorang arsitek, tapi hanpir semua temannya mengenalnya sebagai seorang calon dokter. Dia, versi saya.

Dan dengan salahnya saya, membuktikan kalau saya benar soal versi masing-masing mengenai orang lain. Tentunya ada “saya” versi orang yang mengenal saya secara langsung maupun tidak langsung.

Saya pernah dinilai hanya dalam sekali pertemuan. Saya sedang makan siang bersama salah satu rekan kerja dan berpapasan dengan sekelompok orang yang satu kantor dengan saya (tapi saya tidak mengenal mereka). Saya dikenalkan oleh rekan saya dan salah satu orang yang ada di rombongan itu melihat saya dengan tatapan menyelidik, dari ujung rambut sampai ujung kaki! Huah! Rasanya tidak nyaman sekali. Tapi penilaian itu adalah.. saya, versi dia. Saya tidak terlalu ambil pusing.

Sebelumnya pernah lagi. Hanya karena saya wanita, saya kena cap sebagai sekretaris kepala divisi saya, senior manager IT. Padahal jabatan saya dikantor itu programmer.. *sigh* Saya, versi mereka.

Banyak lagi contoh-contohnya. Saya menilai si A sebagai penyabar, suka menolong dst dst tapi ternyata.. A, versi saya. Saya menilai si B sebagai orang yang tidak bisa diam, tidak bisa setia, dst dst tapi ternyata.. B, versi saya.

Penilaian kita belum tentu benar, karena kita hanya menilai orang itu berdasarkan versi kita masing-masing. Tapi, definisi “benar” itu apa sih? Pasti kan ada “benar” versi saya, “benar” versi dia, “benar” versi mereka.. :)

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>