Bermula dari sebuah celetukan seorang teman, “Her, lu ga ngerajut? Biasa kan kalo bumil itu suka ngerajut.” Masalahnya saya tidak bisa merajut, sama sekali. Tidak pernah ada pelajaran merajut sewaktu saya duduk di bangku sekolah dulu. Diam-diam saya berpikir, “Ih lucu juga ya kalo bisa bikin sepatu bayi sendiri..”
Karena sudah kepikiran selama beberapa hari, akhirnya saya putuskan untuk mulai belajar saja. Hari Sabtu sore tanggal 5 Desember 2009, saya pergi ke Hobby Craft di Mal Kelapa Gading untuk membeli bahan dan alat. Sebelumnya saya sempat ngintip video tutorial dasar merajut di Youtube, jadi saya tahu kira-kira apa yang harus saya beli.
Sore itu saya kembali kerumah dengan satu set “buah tangan”: satu gulung benang dan sepasang jarum. Langsung saya download video yang pernah saya lihat di Youtube tersebut, dan mulai mengikuti langkah demi langkah yang ada di video tutorial itu.
Hasilnya cukup lumayan (untuk standard saya), karena setidaknya bisa menghasilkan bentuk dua dimensi yang cukup jelas, walaupun pada awalnya saya hanya mau membuat bentuk kotak saja. Hahahaha.. Yang saya buat malah berbentuk sedikit melingkar. Mungkin karena terlalu ketat diawal rajutan dan melonggar di bagian akhirnya.
Tapi secara keseluruhan, boleh dibilang lumayan lah, karena sebelumnya saya sama sekali tidak bisa merajut. S-a-m-a s-e-k-a-l-i. Cyberseams.com telah sukses berjasa mengajari saya cara merajut.
Di Sabtu malam, saya berniat untuk memulai satu bentuk kotak yang cukup rapi, sekalian membiasakan diri saya memegang benang dan sepasang jarum itu. Tapi karena saya terlalu capek, saya putuskan untuk menunda project kecil itu sampai hari Minggu pagi.
Saya hampir tidak bisa tidur malam itu karena tangan saya “gatal” untuk memulai project kotak tersebut. Heheheheh.. Di Minggu pagi, saya bangun lebih awal dari biasanya karena sudah tidak bisa tidur lagi. Saya langsung mencari sepasang jarum beserta benang berwarna Hot Pink itu dan mulai untuk membuat bentuk kotak sederhana.
Bentuk kotak sederhana, yang benar-benar saya usahakan serapi mungkin. Tidak sia-sia, Saya berhasil membuat sebuah bentuk yang menurut saya cukup kotak. Hahahaha.. *senang*
Dibagian tengahnya agak sedikit melebar karena tanpa sadar saya menambah jumlah tusukan. Saya mulai dengan 15 tusukan, tapi di bagian akhir, saya selesai dengan 18 tusukan. “Beranak” tiga tusukan. Hihihihi..
Hasil ini lumayan rapi, karena jari saya sudah cukup terbiasa dengan tusuk menusuk jarum itu.
Sepanjang hari Minggu kemarin, satu harian saya hanya bolak balik membiasakan jari saya. Saya buat beberapa baris, lalu saya bongkar lagi. Saya belajar tusukan lain, lalu saya bongkar lagi, dan begitu seterusnya. Baru hari Senin pagi, saya memutuskan untuk mencoba membuat scarf sederhana.
Kemarin malam, scarf itu sudah sepertiga jalan. Dan sepertinya saya tidak bisa melanjutkan project scarf itu sampai hari Rabu (saat saya ke Kelapa Gading lagi). Kenapa? Soalnya benang saya habis! Benang berwarna Hot Pink saya habis! Hiks..
Dan dengan ini saya mengakui, sepertinya saya kecanduan merajut.. *one more row.. one more row.. one more row..* >.<




Hi salam kenal,
suka merajut 2 jarum juga ya? wah senangnya soalnya komunitas yg 2 jarum dikit banget neh…
Eva
http://fokusgloves.multiply.com
@eva: Iya mbak Eva,, Baru mulai belajar nih..
[...] Merajut.. masa depan.. [...]