Hari Rabu pagi kemarin saya merasakan tidak enak ditenggorokan saya, seperti mau batuk. Siangnya saya mulai merasakan badan saya hangat. Oh tidak, saya sakit.
Saya sempat cemas akan menulari Mily. Dan ternyata benar! Sorenya badan Mily terasa hangat. Dan panasnya terus meninggi sampai esok paginya.
Kamis pagi, saya dan Jimz membawa Emily ke dokter. Yep, Jimz pun tidak enak badan jadi bisa ikut membawa Mily ke dokter. Sampai disana, cek suhunya, ternyata sudah mencapai 39,2 derajat! Dokter langsung dipanggil dan selama menunggu dokter, Mily diberi obat penurun panas.
Dokter bilang, kemungkinan besar hanya virus flu biasa. Tapi saya tetap saja cemas dan kuatir, apalagi saat mendengar Mily mengigau dalam tidurnya karena demam tinggi.
Untungnya saya sudah tidak hangat di Kamis pagi, walaupun kepal masih terasa pusing. Dan untungnya lagi, Jimz ada di rumah walaupun sama-sama pilek. Jadi yang mengurus Mily bisa bergantian.
Jumat dini hari saya bangun untuk buang air kecil. Setelah mengukur suhu Mily, saya keluar kamar. Sekembalinya saya dari kamar mandi dan akan masuk ke kamar tidur kembali, pandangan saya menghitam. Saya hampir pingsan!
Saya cepat-cepat berjongkok dan menyandar pada dinding. Dan setelah kira-kira kuat, saya masuk ke kamar dan membangunkan Jimz, minta dibuatkan air gula. Jimz malah membawakan saya teh manis. *makasih ya Jimz*
Sekarang kondisi kami sudah mulai membaik. Setidaknya tidak ada yang panas. Tapi saya malah pilek, Mily malah pilek, dan Jimz mlah pilek.
Kompak banget ya sakitnya, langsung kena satu keluarga.


Komentar terakhir