Saya terbilang sering berkunjung ke salah satu situs berita lokal untuk melihat berita yang ada disana. Kadang-kadang menemukan berita menarik, tapi yang lebih sering adalah menemukan komentar “menarik”.
Berita mungkin menarik, tapi komentar-komentar yang masuk jauh lebih menarik lagi. Kadang berisi iklan, kadang makian, kadang (ini yang paling sering) sumpah serapah. Yang benar-benar memberi komentar berguna? Bisa dibilang hampir tidak ada.
Biasanya saya hanya melihat dan membaca komentar-komentar tersebut untuk mengambil sampel pengguna internet (di Indonesia). Padahal saya bukan orang statistik, lho. Heheheh.. Tapi membaca komentar tersebut memberi saya gambaran tentang “keterbelakangan” berpikir mereka.
Mulai dari ketidakberanian mereka untuk menggunakan nama asli (mungkin takut?), sampai kalimat komentar yang dipenuhi kata-kata yang tidak layak disebutkan disini.
Saya pernah memberikan komentar (berupa pertanyaan) untuk berita seputar makanan di situs berita tersebut dan komentar saya tidak langsung muncul tapi harus menunggu persetujuan terlebih dahulu. Lalu muncul pertanyaan dibenak saya. Bukankah komentar-komentar yang masuk ini dimoderasi sebelum ditampilkan? Tapi kenapa masih menampilkan komentar yang hanya berisi sumpah serapah, makian, ejekan dst?
Atas nama kebebasan berekspresi kah?
Apa karena komentar yang ditulis berupa hal-hal negatif itulah, para pemberi komentar biasanya tidak menggunakan nama asli? Sampai begitu pengecutnyakah mereka sampai-sampai tidak berani bertanggung jawab untuk komentar yang diberikan?
Memang sih, saya hanya mengambil satu situs sebagai sampel. Saya akan tidak berlaku adil bila saya menyamaratakan semuanya. Di situs berita yang lain, hampir semua komentarnya sopan-sopan koq. Atau karena faktor diharuskan login terlebih dahulu sebelum memberikan komentar, makanya mereka berlaku sopan? Entahlah.
Situs dengan komentar banyak memang bisa dibilang membanggakan, karena artinya situs itu ramai pengunjung dan pembaca.
Tapi untuk saya, satu atau dua baris komentar penuh arti dan bersifat membangun lebih berharga dibanding seratus komentar yang hanya berisi makian dan sumpah serapah.
Ini pendapat pribadi saja.

hmm memang c komentar itu sebaiknya tidak berisi makian, tp .. lebih seru baca yg makian2 gt.. daripada yg byasa2 aja
hihi pissss ^^v
tidak menggunakan nama asli di dunia maya.. sudah menjadi trend tersendiri di dunia persilatan ini *haiyah
alasan yg mendasarinya jg macam2
di dunia maya ini banyak terjadi penipuan, yaah sebaiknya tidak terlalu membuka identitas diri
@ikoel: yah pendapat orang beda2 lah.. hihihi..