Yep, Emily sudah lahir setelah sembilan bulan “digendong” diperut. Hihihi.. Ini termasuk salah satu alasan tidak munculnya tulisan baru dalam beberapa waktu belakangan ini.

Baby Emily
Emily lahir hari Senin tanggal 29 Maret 2010 di Rumah Sakit PGI Cikini dengan dibantu oleh dr Tagor P. Sidabutar SPOG, bidan Elsinar, dan setumpuk perawat yang sedang tugas. Beratnya pas 3000 gram dengan panjang 47cm.
Jadi kronologinya adalah seperti ini:
Hari Jumat malam tanggal 26 Maret 2010, sekitar jam 10 saya merasakan sakit di perut bagian bawah. Mules-mules. Dirasakan sejenak, lalu menghilang. Muncul dua kali di malam itu. Tapi tidak muncul lagi sampai Sabtu paginya. Tidur tenang seperti biasa -dasar tukang tidur- dan bangun lagi jam setengah enam pagi (memang biasa bangun jam segitu).
Saat akan mandi pagi, saya menemukan flek di celana dalam. Padahal beberapa jam sebelumnya celana dalam saya masih bersih. Lalu mulesnya muncul kembali, tapi belum teratur. Hanya sekedar muncul lalu menghilang.
Kebetulan hari Sabtu, jadi bisa sekalian cek ke dokter. Setelah laporan ke dokter tentang mules dan flek, dokter mencek pembukaan yang ternyata belum ada! Tapi koq mules-mules.. Haih.. Dokter bilang, itu baru penipisan otot serviks (mulut rahim). Setelah serviks sudah benar-benar tipis, baru mulai proses pembukaan.
Dokter bilang saya masih belum waktunya untuk masuk kamar bersalin. Masih lama, katanya. Karena proses penipisan itu tidak bisa ditentukan berapa lama. Mungkin satu dua hari. Tapi kalau sampai tanggal 1 April belum melahirkan, saya disuruh untuk kembali cek kesana.
Siangnya saya ke Mal Artha Gading, kumpul sama mami dedi. Padahal mules mulai menyerang tiap satu jam. Duduk sudah tidak nyaman.Dalam benak saya, saya masih bisa ke pesta ulang tahun Ethan, keponakan saya, hari Minggu besoknya.
Mules makin hebat tapi masih bisa ditahan. Saya masih bisa jalan, walaupun sudah merasa tidak nyaman. Sakit sekali pinggang saya. Serba salah: duduk salah, berdiri salah, jalan salah, dan setelah sampai dirumah, berbaringpun salah!
Malam itu saya tidak bisa tidur. Jam sembilan saya bisa tidur ayam sampai jam sebelas. Setiap mules melanda, saya melihat jam. Jam sebelas. Jam dua belas. Jam satu. Jam dua. Jam tiga. Mata terpejam, tapi tidak tidur. Cukup iri juga sih melihat Jimz yang bisa tidur. Hihihi..
Jam tiga saya buang air kecil dan ternyata ada darah bercampur lendir, yang menurut dokter merupakan salah satu tanda pembukaan. Saya bangunkan Jimz dan saya bilang mules sudah lima belas menit sekali dan ada lendir.
Saya tidak mandi, hanya sikat gigi dan cuci muka. Jam setengah empat pagi saya sampai di RS PGI Cikini Gedung G dengan memakai daster dan jaket. Ada bidan dan suster jaga disana. Sampai disana saya dicek jeda antar mules dan setelah itu cek pembukaan. Ternyata, saudara-saudara, saya sudah pembukaan tiga.
Tidak boleh pulang, saya langsung check-in.
Tidur-tiduran sebentar, jalan-jalan di taman depan kamar lalu mandi. Salah tingkah tetap berlanjut: duduk salah, berdiri salah, jalan salah, berbaring salah. Dan sewaktu sarapan bertambah lagi: makan juga salah! Benar-benar tidak nyaman. Pinggang bagian bawah sakit sekali walaupun waktu tidak mules.
Sorenya saya dicek pembukaan lagi dan masih tetap pembukaan tiga. Wah, sepertinya malam itu tidak bisa dilewati dengan tidur lagi.
Berkali-kali saya ke kamar kecil untuk berkemih, tapi tidak keluar. Yang keluar hanya tetes-tetes. Itupun sulit sekali. Saya lapor pada bidan yang bertugas dan akhirnya saya dikateter untuk mengeluarkan air seni yang tidak bisa keluar. Hasilnya? 900ml !! Wuih..
Malamnya saya dicek pembukaan lagi karena saya bilang mau ngeden. Ternyata sudah pembukaan tujuh. Tidak lama kemudian saya dibawa masuk kamar bersalin.
Paling repot memang menahan ngeden, karena tiap kali mules timbul, sekarang disertai dorongan untuk ngeden.
Masih tidak bisa pipis, saya dikateter lagi dan berhasil mengeluarkan 400ml. *Detail yang tidak perlu yah, heheheheh..*
Begitu dokter datang, pembukaan sudah sepuluh, tapi menurut dokter kontraksi saya kurang bagus, kurang kuat. Tapi saya masih disemangati kalau bayinya pasti lahir. Akhirnya setelah mules datang lagi, saya disuru ngeden. Jreeeennnggg.. Inilah puncaknya: bagian ngeden.
Setelah beberapa kali salah ngeden akhirnya saya berhasil ngeden dengan benar. Serius, ngeden nya ga boleh salah, ada tekniknya.
Begitu ngeden dengan benar, ketuban saya pecah dan dimulailah proses ngeden yang berkelanjutan. Sempat salah teknik, sampai-sampai pandangan saya menghitam. Saya langsung dikasi oksigen dan setelah istirahat diantara mules saya kembali ngeden sewatu mules menyerang.
Setelah satu setengah jam (yep, lama yah) akhirnya Emily lahir. Merah sekaliiiii.. Jimz bilang, dia disuru dokter untuk memotong tali pusarnya. Setelah itu bayi mungil kecilku langsung dibawa untuk dibersihkan. Lalu langsung didekatkan ke puting saya -Inisiasi Menyusu Dini- dan dia langsung mengecap-ngecap. Hihihi.. Lucu sekali rasanya.
Saya sempat mendapat suntikan dipaha, untuk merangsang kontraksi rahim mengeluarkan plasenta. Tapi ternyata tali pusarnya rapuh dan putus. Plasentanya tertinggal didalam. Terpaksa dikeluarkan secara manual. Perhatian saya langsung dialihkan ke Emily yang masih mengecap-ngecap.
Setelah plasenta berhasil dikeluarkan, baru Emily dimasukan ke boks untuk dihangatkan dan saya dibersihkan. Kata mami, di boks pun lidahnya keluar-keluar seperti sedang mencari puting, Hihihi.. Lucu banget !!
Sehabis dibersihkan, saya pindah dengan menggeser-geser badan ke ranjang saya. Emily ditaruh di samping saya dan ditempelkan ke puting lagi. Wah, langsung lahap. Hahaha..
Selesai sudah. Emily lahir. dengan Jimz menemani dari awal sampai akhir.
Proses yang panjang, tapi akan ada proses yang lebih panjang lagi setelah Emily lahir.
Oh iya, saya sudah bisa berkemih setelah melahirkan lho, jadi tidak perlu kateter lagi. Hihihi..


wuihh… perjuangan yg berat yah Her… tp worth it kok
jd kepengen py anak jg.. hahaha…tp kapan yah?! hihihi… ~fang^^~
@Fang: hahaha iya bu.. kebayar semua begitu lihat imut2nya, langsung lupa sama sakitnya.
Salut sama kalian, gue baca tulisan ini ga sadar sampe netes air mata andaikan gue yang melahirkan belum tentu gue seberani itu
gue bersyukur banget Emily lahir dengan sehat dan sempurna. Doa gue selalu beserta kalian sekeluarga agar selalu diberkati Tuhan.Amin.
@Erik: makasih pak
nnati kalo Emily dah gedean, kita turnamen lagi yah.. hihihi..
btw cara ngeden yg bener kaya gmn??
waktu lahir dah kelaperan ya dia hehehe….hayo lu waktu di kandungan blg makannya ky gw sih :p
@lily: soal ngeden, nanti juga lu tau lah.. hahahaha..
iya nih, makannya lahap bener..
hi…hi…!!! emily,, sya sama kaya nama grup band saya,..!!!!
smoga namanya barokah ea..!!!! jadi anak yg nurut ama org tua..