Hope is a dangerous thing. Harapan, adalah hal yang berbahaya. Cukup bisa membuat kita hilang dan larut dalam khayalan dan bisa membanting kita jatuh saat harapan tidak terwujud.

Yup, ini hanyalah pandangan subjektif saya. Dan untuk saya, harapan adalah hal yang cukup berbahaya. Berbahaya karena bisa menyebabkan ketidakbahagiaan, bahkan keputusasaan. Minimal, harapan yang tidak terwujud bisa membuat orang merasakan kesedihan dan kekecewaan.

Saya termasuk orang yang cukup tomboi. Saya punya dua abang dan saya anak cewek satu-satunya. Saya terbiasa berteman dangan cowok. Bahkan saya sempat berkerja sebagai staf IT di majalah wanita yang cukup terkenal.

Setiap kali saya ditanya, kerja dimana, dan saya menjawab: oh, di majalah X. Tidak sedikit yang menyangka saya berubah feminin karena tempat kerja saya. Blass.. Bagi mereka yang sempat berharap saya menjadi feminin, maaf saja, mereka akan kecewa. Saya kerja di bagian IT sebagai developer. Apa yang feminin dari itu?

Harapan, adalah hal yang berbahaya.

Saat foto prewedding tahun lalu di salah satu vendor yang cukup ternama, jujur saja, saya tidak berharap banyak. Bahkan, saya sama sekali tidak berharap apa-apa. Mungkin karena saya tidak begitu peduli? Hmm, mungkin. Entahlah. Yang pasti saya tidak berharap banyak.

Saat hasil cetak foto keluar, saya lumayan kaget. Kaget karena 1) hasil nya cukup mengejutkan dan 2) mengejutkan dalam arti positif. Saya memang tidak menyangka hasilnya akan sebagus itu. Mungkin untuk orang lain, foto saya biasa saja, bahkan mungkin akan dianggap jelek. Tapi untuk saya yang memang tidak menaruh harapan di hasilnya, saya malah mendapat kebahagiaan.

Banyak pasangan lain yang foto di vendor yang sama dengan saya mengeluh ini itu, sampai akhirnya capek dan kecewa. Mungkin karena mereka terbiasa berharap hasilnya akan bagus ya. Dan begitu hasilnya keluar, mereka tidak akan merasakan kegembiraan yang sama dengan saya. Mungkin hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.

Harapan, adalah hal yang berbahaya.

Saat harapan tidak terwujud dan kita tidak bisa menerima kenyataan, siap-siaplah untuk kecewa. Perasaan takut kecewa akan terus membuntuti kita selama kita terlalu banyak berharap. Jalani saja. :)

Harapan, adalah hal yang berbahaya, bila tidak terwujud.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>