Ehm, sebenarnya kerjaan saya hari ini hanya 2: pamitan (lagi) dan main-main. Hehehehh.. Tapi menurut kertas kan, saya masih tetap bekerja hari ini. Ya memang sih, saya sempat menerima telepon soal pekerjaan, dan sebisa mungkin saya selesaikan. Tapi tetap saja, 1 hari ini rasanya hanya diisi dengan pamitan dan main-main. Hihihihiii..
Selesai sudah pengabdian saya di kantor saya ini. Setelah tiga setengah tahun lamanya bekerja di kantor ini, banyak sekali yang saya rasakan saat meninggalkan tempat ini. Sedih, senang, kecewa, bangga, pernah saya rasakan.
Hari ini saya tidak menangis. Padahal sebelumnya saya pikir saya mungkin akan menangis, tapi ternyata tidak. Hehehehehh..
Saya berencana untuk mentraktir teman-teman satu ruangan dan beberapa teman dekat di divisi lain. Tapi ternyata, saya disabotase! Rencananya mau patungan, makan 15 orang di Pizza Hut. Eeehhh.. malah kepala divisi yang lain yang membayar semuanya. Fuh.. Ga rela rasanya. Harusnya kan patungan, eh malah dibayar semua sama dia. Gak mau digantikan pula. Fuh! Eniwei, makasi Beny!
Selesai sudah urusan administrasi surat keterangan bekerja dan lain-lain. Tapi pikir-pikir, koq saya tidak mendapat surat referensi bekerja ya? Hmm.. Saya kurang teliti nih. Ya kapan-kapan lah saya “tagih” surat itu.
Saya mendapatkan dua barang yang dibungkus dengan kertas kado. Kado pertama berupa kain dari Mba Indra, dan yang kedua adalah photo frame yang amat sangat unik dari Sintha. Terima kasih ya !
Selain dua barang yang dibungkus kado itu, saya juga mendapatkan kado-kado terselubung lainnya, seperti traktiran dari teman saya itu, kue dari Makassar, bakpia dan ledre pisang dari Semarang. Hihihihi.. Saya seperti diberi bekal untuk “musim dingin” yang akan saya jalani nanti. Hihihihi…
Dan menjelang jam pulang, saya masih tetap tinggal di kursi saya. Menikmati saat-saat sakral terakhir, hanya dengan meja kursi dan komputer yang menemani saya tiga setengah tahun ini. Walaupun sudah berkali-kali di format ulang, baris-baris coding yang tertumpah dari komputer itu telah menyumbangkan jasanya untuk kantor ini kan.
Dan disaat itulah, ide iseng saya muncul. Sebelumnya saya minta ijin dulu ke Jovita, apakah saya boleh menguntai paperclip yang ada diruangan itu. Dan diijinkan. Hahahahaha…
Jadi saya mulai menguntai paperclip yang ada di kotak kecil itu. Satu untaian terdiri dari dua puluh lima buah paperclip. Dan ternyata jumlah paperclip itu lumayan banyak sampai-sampai bisa diuntai menjadi 10 untai. Dua ratus lima puluh adalah total paperclip itu. Dan itu hanya paperclip standard. Paperclip yang lebih besar, hanya sedikit jumlahnya, tidak sampai dua puluh buah.
Kesepuluh untaian itu akhirnya saya gantungkan di jendela kaca besar yang memisahkan ruangan saya dengan ruangan Senior IT Manager. Dan jadilah kerai dari paperclip ! Hahahahaha..
Saya memang iseng, dan inilah keisengan terakhir saya untuk kantor ini.



Komentar terakhir