<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Perjalanan seorang Herli</title>
	<atom:link href="http://herli.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herli.web.id</link>
	<description>"because writing is, like death, a lonely business." - Neil Gaiman</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Apr 2012 23:36:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
		<item>
		<title>Bermain dengan fancy yarns</title>
		<link>http://herli.web.id/bermain-dengan-fancy-yarns.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/bermain-dengan-fancy-yarns.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 23:36:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[knitting and crochet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2928</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini saya sering diberi oleh-oleh benang. Bukan sekedar benang, melainkan tipe benang fancy seperti benang eyelash yarn dan benang bulu. Kadang-kadang kuantitasnya mengejutkan. Kali terakhir ini, oleh-olehnya berupa dua puluh gulung benang Vera Moda Flurry berwarna biru muda, dua gulung benang Vera Moda Jazz warna biru ungu, dan dua gulung benang Vera Moda Jazz [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini saya sering diberi oleh-oleh benang. Bukan sekedar benang, melainkan tipe benang <em>fancy</em> seperti benang <em>eyelash yarn</em> dan benang bulu. Kadang-kadang kuantitasnya mengejutkan. Kali terakhir ini, oleh-olehnya berupa dua puluh gulung benang Vera Moda Flurry berwarna biru muda, dua gulung benang Vera Moda Jazz warna biru ungu, dan dua gulung benang Vera Moda Jazz berwarna hijau coklat. Masing-masing seberat 50 gram pergulung.</p>
<p>Sempat bingung mau diapakan benang <em>fancy</em> sebanyak ini. Dan hasilnya adalah sebagai berikut: <span id="more-2928"></span></p>
<ul>
<li>Dua gulung <em>eyelash yarn</em> Vera Moda Jazz biru ungu saya buat scarf menggunakan jarum rajut 10mm. Pas dua gulung habis.</li>
<li>Dua gulung Vera Moda Flurry biru muda saya buat syal segitiga. Karena benangnya agak licin, hasilnya sedikit mengkilap.</li>
<li>Dua gulung <em>eyelash yarn</em> Vera Moda Jazz hijau coklat saya buat syal segitiga juga. Dan ternyata warnanya cocok banget untuk memperingati Hari Bumi yang jatuh tanggal 22 April kemarin.</li>
</ul>
<p>Pola yang saya gunakan sederhana saja. Semuanya dibuat dalam <em>garter stitch</em>. Untuk syal segitiga, hanya menggunakan <em>garter stitch</em> dan <em>kfb (knit into front and back)</em>. Siapa sangka, hasilnya cukup cantik! <img src='http://herli.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="Angel Wings Shawl" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/p480x480/545622_3675802049195_1099263017_33534494_1789994376_n.jpg" alt="Angel Wings Shawl" width="400" height="400" /><p class="wp-caption-text">Angel Wings Shawl</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="Patch of Earth Shawl" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/p480x480/537949_3675803129222_1099263017_33534495_1512978512_n.jpg" alt="Patch of Earth Shawl" width="400" height="400" /><p class="wp-caption-text">Patch of Earth Shawl</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/bermain-dengan-fancy-yarns.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vietnam 2012: Ben Thanh Market, City Park</title>
		<link>http://herli.web.id/vietnam-2012-ben-thanh-market-city-park.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/vietnam-2012-ben-thanh-market-city-park.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2012 01:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2921</guid>
		<description><![CDATA[10 April 2012 Hari ini kami check out dari Saigon Mini Hotel dan akan kembali ke Jakarta malam harinya. Pesawat kami dijadwalkan akan lepas landas jam 8.20 malam, dan batas check out hotel adalah sebelum jam 12 siang. Jadi kami menitipkan bagasi kami di hotel setelah check out dan jalan-jalan tanpa tujuan sembari menghabiskan waktu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>10 April 2012</p>
<p>Hari ini kami check out dari Saigon Mini Hotel dan akan kembali ke  Jakarta malam harinya. Pesawat kami dijadwalkan akan lepas landas jam  8.20 malam, dan batas check out hotel adalah sebelum jam 12 siang. Jadi  kami menitipkan bagasi kami di hotel setelah check out dan jalan-jalan  tanpa tujuan sembari menghabiskan waktu.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 229px"><img title="KFC" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/389585_3578562338263_1099263017_33497692_1012170631_n.jpg" alt="KFC" width="219" height="164" /><p class="wp-caption-text">KFC</p></div>
<p>Kami checkout jam 11 dan jalan ke KFC untuk makan siang. Setelah  makan siang, karena kami tidak ada rencana kemana-mana, akhirnya kami  kembali ke Ben Thanh Market lagi. Akhirnya ada aja yang dibeli. Ya kopi,  ya kaos, ya saringan kopi. Hehehehe.. Lapar mata namanya. <img src='http://herli.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selesai belanja, kami jalan lagi ke Zen Plaza, tapi ternyata bukan  seperti mall di Jakarta. Plaza ini tidak ada foodcourt, dari lantai  bawah sampai lantai 5 terdapat toko-toko baju dan di lantai-lantai  atasnya merupakan perkantoran. Jadi kami jalan lagi kearah taman yang  dekat gedung pertunjukan boneka air kemarin. <span id="more-2921"></span></p>
<p>Dan ternyata taman ini mempunyai area bermain untuk anak-anak dengan  berbagai jenis mainan: perosotan, ayunan, jungkat-jungkit,  rumah-rumahan, panjat-panjatan dan lain-lain. Begitu sampai disini,  Emily yang tidur sejak dipasar Ben Thanh, langsung bangun dan mengajak  main.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 409px"><img title="Area bermain di taman" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/575509_3578562778274_1099263017_33497694_278720041_n.jpg" alt="Area bermain di taman" width="399" height="299" /><p class="wp-caption-text">Area bermain di taman</p></div>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 229px"><img title="Asik bermain" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/s720x720/553713_3578566538368_1099263017_33497703_1764274758_n.jpg" alt="Asik bermain" width="219" height="164" /><p class="wp-caption-text">Asik bermain</p></div>
<p>Kami nongkrong di taman ini, sampai Emily puas bermain dan langit  mulai mendung. Kami kembali ke hotel menggunakan taksi dan mulai  mengepak barang belanjaan yang baru dibeli. Setelah itu kami menuju  bandara.</p>
<p>Antrian check in di bandara sudah cukup panjang walaupun belum ada  meja check in nya belum ada petugasnya. Jimz dan Ko Ping mengantri  sementara yang lain makan malam. Makan malamnya bergantian, irit waktu.</p>
<p>Setelah check in dan semua sudah makan, kami masuk ke Gate 9 untuk  menunggu naik pesawat. Pesawat kami terlambat 15 menit tapi langsung  berangkat karena tidak ada penundaan lagi. Mulanya Emily minta dipangku  Jimz dan langsung tertidur. Lalu beberapa lama kemudian, Emily menangis  dan minta saya pangku.</p>
<p>Satu jam kemudian dia menangis lagi entah kenapa. Mungkin pegal.  Mungkin kecapean. Mungkin tidak nyaman badan lengket karena hanya mandi  tisu basah. Pokoknya Emily tidak tenang selama di pesawat. Ini membuat  sebagian penumpang lainnya tidak nyaman dengan tangisan Mily. Tapi apa  boleh buat.</p>
<p>Kami sampai di Jakarta jam setengah dua belas malam. Sampai rumah jam  1 pagi, dan setelah beres-beres, saya tidur jam 2 pagi. Liburan  berakhir. <img src='http://herli.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Foto selengkapnya: <a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3578237650146.2163088.1099263017&amp;type=1&amp;bef=3578555978104&amp;l=b4fbf8c3a0" target="_blank">http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3578237650146.2163088.1099263017&amp;type=1&amp;bef=3578555978104&amp;l=b4fbf8c3a0</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/vietnam-2012-ben-thanh-market-city-park.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vietnam 2012: War Remnants Museum, Notre Dame, Ben Thanh</title>
		<link>http://herli.web.id/vietnam-2012-war-remnants-museum-notre-dame-ben-thanh.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/vietnam-2012-war-remnants-museum-notre-dame-ben-thanh.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2012 01:56:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2919</guid>
		<description><![CDATA[9 April 2012 Hari ini rencananya kami mau mengunjungi War Remnants Museum, yang menyimpan peninggalan perang Vietnam. Kami kesana menggunakan taksi dari hotel. Sebenarnya bisa saja sih, jalan kaki, tapi karena ada Emily, kami pilih taksi. Sampai sana, kami foto-foto sebentar dengan kapal dan pesawat perang, lalu masuk bilik penjara. Seram sekali lho, ada alat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>9 April 2012</p>
<p>Hari ini rencananya kami mau mengunjungi War Remnants Museum, yang  menyimpan peninggalan perang Vietnam. Kami kesana menggunakan taksi dari  hotel. Sebenarnya bisa saja sih, jalan kaki, tapi karena ada Emily,  kami pilih taksi.</p>
<p>Sampai sana, kami foto-foto sebentar dengan kapal dan pesawat perang,  lalu masuk bilik penjara. Seram sekali lho, ada alat penggal kepala,  ada &#8220;tiger cage&#8221; yang berupa kurungan berduri, dan ada tiruan sel dengan  patung tawanan didalamnya. Patungnya cukup membuat kaget dan ngeri.  Pokoknya saya sih tidak betah berlama-lama dikawasan itu.</p>
<p>Habis dari kawasan penjara, kami masuk ke gedung museum yang  menyimpan foto-foto peperangan dan korban nya. Ada juga foto-foto korban  senjata biologis yang mengakibatkan kelainan genetik. Dan ada juga  foto-foto pemulihan Vietnam paska perang. <span id="more-2919"></span></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><img class=" " title="Notre Dame Cathedral" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/380742_3578554178059_1099263017_33497671_1168910713_n.jpg" alt="Notre Dame Cathedral" width="220" height="165" /><p class="wp-caption-text">Notre Dame Cathedral</p></div>
<p>Ada tempat bermain untuk anak-anak disana, lengkap dengan buku bacaan  dan mainan. Emily main disana selama menunggu yang lain selesai  melihat-lihat. Selesai dari museum ini, kami makan siang diseberang  jalan.</p>
<p>Kami berjalan kaki kearah Reunification Palace dan ternyata sedang  tutup istirahat makan siang. Jadi kami berjalan ke Notre Dame dekat  situ.</p>
<p>Kami duduk di emperan, minum air kelapa, kopi dan minuman ringan  sembari menunggu jam 1 tiba. Disana ada pasangan yang sedang melakukan  pemotretan prewedding. Emily penasaran sekali dengan calon penganten itu  dan burung-burung dara yang sengaja &#8220;dipancing&#8221; dengan makanan untuk  kepentingan pemotretan.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><img title="Foto dengan calon pengantin" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/s720x720/530295_3578556618120_1099263017_33497678_1850914625_n.jpg" alt="Foto dengan calon pengantin" width="220" height="164" /><p class="wp-caption-text">Foto dengan calon pengantin</p></div>
<p>Dan sebelum kami berangkat menuju Reunification Palace, Emily sempat foto bareng dengan pasangan itu. Heheheh..</p>
<p>Kami akhirnya memutuskan tidak jadi masuk ke Reunification Palace dan  mengubah tujuan menjadi Ben Thanh Market. Pasar yang satu ini mirip  Chatuchak di Bangkok, hanya saja dalam gedung tertutup. Hal ini  menyebabkan udara didalam pasar ini cukup panas dan pengap.</p>
<p>Pedagangnya cukup bisa berjualan dalam bahasa Indonesia, setidaknya  untuk harga dan angka. Mungkin banyak orang Melayu yang belanja disini  kali ya. Kami tidak terlalu lama disini karena udara yang panas.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="Ben Thanh Market" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/563585_3578557178134_1099263017_33497680_1589287642_n.jpg" alt="Ben Thanh Market" width="400" height="299" /><p class="wp-caption-text">Ben Thanh Market</p></div>
<p>Kami kembali ke hotel menggunakan taksi, dan istirahat dulu di hotel sebelum keluar lagi sorenya.</p>
<p>Ide nonton Vietnamese Water Puppets (boneka air Vietnam) datang dari  Jimz. Emily bakal suka, katanya. Jadi kami berangkat ke panggung boneka  air tersebut yang berada dekat War Remnants Museum. Dan benar saja.  Emily suka sekali dengan pertunjukan 50 menit tersebut.</p>
<p>Pertunjukan boneka air ini dilakukan bukan di panggung, tapi di air.  Sampai sekarang saya masih mengira-ngira bagaimana caranya si dalang  mengendalikan boneka di air itu. Pertunjukan ini tidak semegah Siam  Niramit, tapi ini merupakan khas Vietnam. Saya tidak menyesal  menyempatkan diri untuk nonton pertunjukan boneka air ini.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 411px"><img title="Fairy Dance" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/574744_3578560378214_1099263017_33497687_1848891255_n.jpg" alt="Fairy Dance" width="401" height="300" /><p class="wp-caption-text">Fairy Dance</p></div>
<p>Setelah pertunjukan boneka ini selesai, kami kembali ke daerah hotel  untuk makan malam. Selesai dengan makan malam, kami kembali ke hotel  untuk istirahat.</p>
<p>Foto selengkapnya: <a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3578237650146.2163088.1099263017&amp;type=1&amp;bef=3578555978104&amp;l=b4fbf8c3a0" target="_blank">http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3578237650146.2163088.1099263017&amp;type=1&amp;bef=3578555978104&amp;l=b4fbf8c3a0</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/vietnam-2012-war-remnants-museum-notre-dame-ben-thanh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vietnam 2012: Saigon</title>
		<link>http://herli.web.id/vietnam-2012-saigon.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/vietnam-2012-saigon.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 23:01:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2915</guid>
		<description><![CDATA[08 April 2012 Pagi ini kami check out dari Rising Dragon Palace Hotel di Ha Noi untuk menuju Saigon alias Ho Chi Minh City (HCMC) dengan Vietnam Airlines. Pesawat Ko Hawi, Om Ervin, Ie Fan dan mama Jimz lepas landas jam 11.30 sedangkan pesawat saya, Jimz, Emily dan Ko Ping lepas landas jam 13.30. Sengaja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>08 April 2012</p>
<p>Pagi ini kami check out dari Rising Dragon Palace Hotel di Ha Noi  untuk menuju Saigon alias Ho Chi Minh City (HCMC) dengan Vietnam  Airlines.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="Check in Vietnam Airlines" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/385697_3578544097807_1099263017_33497646_454371321_n.jpg" alt="Check in Vietnam Airlines" width="400" height="299" /><p class="wp-caption-text">Check in Vietnam Airlines</p></div>
<p>Pesawat Ko Hawi, Om Ervin, Ie Fan dan mama Jimz lepas landas jam  11.30 sedangkan pesawat saya, Jimz, Emily dan Ko Ping lepas landas jam  13.30. Sengaja dipisah untuk menghemat. Kalau sekaligus beli 8 kursi,  kami kena harga mahal. Jadi, sementara pesawat yang jam 11.30 dapat  makan siang, pesawat jam 13.30 hanya dapat snack. Hihihi.. <span id="more-2915"></span></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><img title="Tidur selama penerbangan" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/535742_3578545057831_1099263017_33497649_1585308062_n.jpg" alt="Tidur selama penerbangan" width="220" height="164" /><p class="wp-caption-text">Tidur selama penerbangan</p></div>
<p>Mily tidur selama perjalanan. Dia minta duduk di pojok dekat jendela  dan akhirnya bobo setelah minum susu. Perjalanan ditempuh dalam waktu 2  jam.</p>
<p>Kami tiba di bandara HCMC dan HCMC ternyata panas, mirip Jakarta.  Banyak motor, mirip Jakarta. Tapi disini banyak turis, tidak mirip  Jakarta. Yang agak menenangkan, yang bisa bahasa Inggris di HCMC lebih  banyak dibandingkan di Ha Noi.</p>
<p>Kami harus dibagi dalam 2 taksi untuk menuju ke hotel kami yang  bernama Saigon Mini Hotel. Betul-betul mini, satu lantai hanya ada 3  kamar saja. Saya dan Jimz kebagian nomor 503, sama seperti nomor kamar  kami di Ha Noi.</p>
<p>Setelah istirahat di hotel sebentar, kami keluar cari makan malam.  Emily sedang ikut mama Jimz, jadi saya hanya jalan berdua saja dengan  Jimz. Kami makan KFC, yang punya bumbu berbeda dengan di Jakarta. Hmm..  nyam..</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="Di Depan Saigon Mini Hotel" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/579482_3578545977854_1099263017_33497651_1558908791_n.jpg" alt="Di Depan Saigon Mini Hotel" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Di Depan Saigon Mini Hotel</p></div>
<p>Selesai makan, kami kembali ke hotel dan istirahat.</p>
<p>Foto selengkapnya: <a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3578237650146.2163088.1099263017&amp;type=1&amp;aft=3578555418090&amp;l=b4fbf8c3a0" target="_blank">http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3578237650146.2163088.1099263017&amp;type=1&amp;aft=3578555418090&amp;l=b4fbf8c3a0</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/vietnam-2012-saigon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vietnam 2012: Ho Chi Minh Mausoleum</title>
		<link>http://herli.web.id/vietnam-2012-ho-chi-minh-mausoleum.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/vietnam-2012-ho-chi-minh-mausoleum.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 01:15:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2913</guid>
		<description><![CDATA[07 April 2012 Hari ini adalah hari terakhir jalan-jalan di Hanoi. Kami tidak terburu-buru berangkat di pagi harinya. Bahkan sarapan agak siang dibanding dua hari sebelumnya. Kami berangkat menggunakan taksi yang dengan 8 dudukan, jadi hanya perlu satu taksi untuk mengangkut semua rombongan. Tujuan pertama kami adalah Ho Chi Minh Mausoleum yang didalamnya terdapat jasad [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>07 April 2012</p>
<p>Hari ini adalah hari terakhir jalan-jalan di Hanoi. Kami tidak  terburu-buru berangkat di pagi harinya. Bahkan sarapan agak siang  dibanding dua hari sebelumnya.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 231px"><img title="Di depan Ho Chi Minh Mausoleum" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/575131_3578486016355_1099263017_33497598_70228672_n.jpg" alt="Di depan Ho Chi Minh Mausoleum" width="221" height="165" /><p class="wp-caption-text">Di depan Ho Chi Minh Mausoleum</p></div>
<p>Kami berangkat menggunakan taksi yang dengan 8 dudukan, jadi hanya  perlu satu taksi untuk mengangkut semua rombongan. Tujuan pertama kami  adalah Ho Chi Minh Mausoleum yang didalamnya terdapat jasad Ho Chi Minh  yang sudah diawetkan.</p>
<p>Ketat sekali penjagaan disana. Semua makanan dan minuman tidak boleh  dibawa, harus dititipkan. Dan karena saya bilang tas Mily berisi susu,  tas itu harus dititip, padahal didalamnya ada jaket dan payung juga. <span id="more-2913"></span></p>
<p>Kami juga harus menitipkan kamera di lokasi yang berbeda dengan  lokasi penitipan tas. Setelah menitipkan tas dan kamera, kami digiring  untuk masuk antrian orang-orang yang mengantri masuk monumen nya. Banyak  penjaga dimana-mana. Masuk gedung monumen dan suasana khikmad langsung  terasa, mungkin terpengaruh banyaknya penjaga juga ya. Kami tidak  diperbolehkan untuk berhenti. Antrian harus terus berjalan, bahkan saat  tiba di ruangan tempat Bapak Vietnam ini berada, kami hanya  diperbolehkan mengelilinginya satu kali dan setelah itu selesai.</p>
<p>Keluar dari area itu, kamera kami dikembalikan. Kami foto-foto  sebentar di lapangan depan Ho Chi Minh Mausoleum dan masuk ke area  kepresidenan. Lebih mirip masuk istana Bogor. Antrian boleh berhenti dan  foto-foto. Tapi saat melihat rumah panggung, antrian dilarang berhenti  lagi.</p>
<p>Hujan turun cukup deras dan Emily tidur digendong Jimz. Karena payung  kami ada di tas yang dititipkan, akhirnya saya beli satu payung lagi.</p>
<p>Perjalanan dilanjutkan ke One Pilar Pagoda yang masih berada di  kawasan yang sama. Setelah foto sebentar, kami kembali ke loket  penitipan tas dan keluar.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="One Pilar Pagoda" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/578366_3578491176484_1099263017_33497605_226395717_n.jpg" alt="One Pilar Pagoda" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">One Pilar Pagoda</p></div>
<p>Tujuan kami berikutnya adalah Temple of Literature, yang merupakan  universitas pertama di Vietnam. Lebih dari separuh universitas ini  merupakan lahan terbuka dengan kolam dan taman. Puas disini, kami  kembali ke hotel. Tempat-tempat yang ingin kami lihat di Hanoi sudah  selesai kami kunjungi.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 411px"><img title="Temple of Literature" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/295295_3578540137708_1099263017_33497635_1656472697_n.jpg" alt="Temple of Literature" width="401" height="300" /><p class="wp-caption-text">Temple of Literature</p></div>
<p>Setelah istirahat di hotel, jam setengah tujuh malam kami kembali  keluar untuk cari makan. Kali ini kami tidak mengambil rute yang sama  seperti hari-hari yang lalu. Tapi walaupun begitu, tetap saja kami tiba  di Night Market seperti kemarin.</p>
<p>Kami makan di satu restoran yang menyediakan macam-macam masakan,  beragam dari masakan lokal sampai internasional. Setelah makan, kami  kembali ke hotel dan mulai beberes barang. Besok pagi kami check out  dari Rising Dragon Palace Hotel dan akan terbang dengan Vietnam Airlines  menuju Saigon alias Ho Chi Minh City.</p>
<p>Foto selengkapnya: <a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3578237650146.2163088.1099263017&amp;type=1&amp;aft=3578555418090&amp;l=b4fbf8c3a0" target="_blank">http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3578237650146.2163088.1099263017&amp;type=1&amp;aft=3578555418090&amp;l=b4fbf8c3a0</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/vietnam-2012-ho-chi-minh-mausoleum.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vietnam 2012: Perfume Pagoda</title>
		<link>http://herli.web.id/vietnam-2012-perfume-pagoda.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/vietnam-2012-perfume-pagoda.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 01:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2911</guid>
		<description><![CDATA[06 April 2012 Kemarin saat Emily tertidur di mobil dalam perjalanan pulang dari Ha Long Bay, sepatunya saya lepas dan ternyata tertinggal di minibus. Pagi hari ini sebelum berangkat tur, saya meminta tolong resepsionis hotel untuk menanyakan ke pihak tur apakah ada sepatu Emily di minibus nya. Dan ternyata ada. Sepatu itu diambilkan oleh pihak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>06 April 2012</p>
<p>Kemarin saat Emily tertidur di mobil dalam perjalanan pulang dari Ha  Long Bay, sepatunya saya lepas dan ternyata tertinggal di minibus. Pagi  hari ini sebelum berangkat tur, saya meminta tolong resepsionis hotel  untuk menanyakan ke pihak tur apakah ada sepatu Emily di minibus nya.  Dan ternyata ada. Sepatu itu diambilkan oleh pihak hotel dan diberikan  kepada saya malam harinya. Huf, pelajaran: kalau lepas sepatu, dipakai  lagi.</p>
<p>Hari ini kami kembali mengikuti tur tapi untuk mengunjungi Perfume  Pagoda. Kali ini kami serombongan dengan empat orang dari Belanda dan  dua orang dari Swedia. Tur dipimpin oleh guide yang bernama Nam dan  perjalanan menuju Perfume Pagoda membutuhkan waktu 2 jam tanpa waktu  diperjalanan untuk istirahat ke toilet.</p>
<p>Kali ini, kami tidak terlalu akrab dengan anggota tur yang lain,  mungkin karena tidak ada anak kecil selain Emily, terkesan ada jarak.  Memang ada jarak sih, mereka lebih cepat, kami lebih lamban, jadi lebih  sering mereka menunggu kami. <span id="more-2911"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="Naik perahu" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/399003_3578317092132_1099263017_33497514_1273506057_n.jpg" alt="Naik perahu" width="400" height="299" /><p class="wp-caption-text">Naik perahu</p></div>
<p>Sampai di dermaga, kami naik perahu yang muat keseluruhan anggota tur  (12 orang dan 1 guide) dan dua pendayung membawa kami melintasi sungai.  Perjalanan dengan perahu itu memakan waktu 45 menit untuk sampai dikaki  gunung.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 231px"><img title="Cable Car" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/537802_3578337372639_1099263017_33497545_1717889760_n.jpg" alt="Cable Car" width="221" height="165" /><p class="wp-caption-text">Cable Car</p></div>
<p>Dari kaki gunung, kami masih harus berjalan (setengah mendaki) untuk  ke stasiun kereta gantung. Bisa saja sih tidak menggunakan kereta  gantung tapi naik tangga yang berjumlah 900 anak tangga. Hehehehe.. kami  pilih kereta gantung saja.</p>
<p>Yang paling repot adalah mengejar para anggota tur yang lain. Emily  hampir digendong setiap waktu. Ini membuat semuanya lelah. Sudah  mendaki, bawa barang, bawa Emily pula. Kalau keadaan nya berbeda, kami  pasti akan jalan santai.</p>
<p>Dari stasiun kereta gantung, kami masih harus turun ke gua tempat  Pagoda. Ngomong-ngomong, pagoda ini tidak benar-benar berbentuk bangunan  pagoda tapi merupakan tempat sembahyang yang berada di gua di puncak  gunung tertinggi di daerah Huong yang bermakna Perfume. Jadi tidak  benar-benar wangi tapi hanya nama daerah.</p>
<p>Tangganya tinggi dan curam. Kaki saya yang sakit gara-gara perjalanan  ke Ha Long Bay memperlambat laju saya. Kami tiba terakhir dibanding  anggota rombongan yang lain. Untungnya tidak habis hujan, jadi tangga  turun gua nya tidak licin. Tapi lantai gua tetap saja licin, karena  masih ada tetes-tetes air dari langit-langit gua.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="Perfume Pagoda" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/561224_3578339892702_1099263017_33497551_1307216792_n.jpg" alt="Perfume Pagoda" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Perfume Pagoda</p></div>
<p>Setelah itu, anggota tur dari Eropa itu memutuskan untuk berjalan  kaki kembali ke kaki gunung menuju restoran tempat kami semua akan makan  siang. Rombongan Jimy Group dan guide kembali ke bawah dengan kereta  gantung lagi. Di stasiun kereta gantung, ternyata listrik sedang  dimatikan. Mereka menunggu banyak orang mengantri baru menyalakan  listriknya kembali. Penghematan listrik, katanya. Tapi menurut guide,  listrik juga masih sering mati dari pusatnya. Seram juga ya kalau mati  listrik saat ditengah perjalanan.</p>
<p>Sewaktu listrik dinyalakan, keadaan mulai kacau, antrian lenyap dan  orang berebut masuk kedalam kereta itu. Benar-benar seperti hutan, yang  cepat yang duluan. Setelah upaya selip dan sodok sana sini, kami  akhirnya kebagian masuk kereta juga.</p>
<p>Dan saat sampai di kaki gunung, anggota tur yang berjalan kaki turun sudah menunggu kami.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><img title="Makan siang dulu" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/399114_3578344012805_1099263017_33497557_1784620526_n.jpg" alt="Makan siang dulu" width="220" height="164" /><p class="wp-caption-text">Makan siang dulu</p></div>
<p>Kami makan siang di restoran itu. Emily &#8220;nyetor&#8221; dan mulai ngantuk  setelahnya. Dengan Emily digendong, kami turun ke dermaga setelah makan  siang untuk mulai lagi perjalanan dengan perahu kembali melintasi sungai  menuju mobil.</p>
<p>Emily tertidur sepanjang perjalanan dengan perahu. Kami mulai perjalanan pulang jam 4 sore dan tiba di hotel jam enam kurang.</p>
<p>Jam enam lebih sedikit kami (kecuali Ie Fan), keluar lagi untuk  mencari makan malam. Setelah mencapai danau Hoan Kiem lagi dan  melihat-lihat pasar malam, kami akhirnya masuk minimarket dekat hotel  untuk membeli mi instan dan air minum. Makan malam mi instan lagi, kali  ini saya pilih yang rasa daging sapi. Enak!</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="Night Market di kawasan Old Quarter" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/560584_3578350932978_1099263017_33497567_960601883_n.jpg" alt="Night Market di kawasan Old Quarter" width="400" height="299" /><p class="wp-caption-text">Night Market di kawasan Old Quarter</p></div>
<p>Karena kamar mama Jimz dan saya masih di lantai yang sama, Emily main di kamar mama Jimz dan akhirnya ketiduran disana.</p>
<p>Foto selengkapnya: <a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3578237650146.2163088.1099263017&amp;type=1&amp;aft=3578555418090&amp;l=b4fbf8c3a0" target="_blank">http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3578237650146.2163088.1099263017&amp;type=1&amp;aft=3578555418090&amp;l=b4fbf8c3a0</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/vietnam-2012-perfume-pagoda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vietnam 2012: Ha Long Bay</title>
		<link>http://herli.web.id/vietnam-2012-ha-long-bay.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/vietnam-2012-ha-long-bay.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2012 23:09:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2907</guid>
		<description><![CDATA[05 April 2012 Kami sudah memesan tur ke Ha Long Bay sebelumnya di hotel tempat kami menginap, jadi seperti yang sudah dijadwalkan, hari ini kami semua akan mengunjungi Ha Long Bay. Butuh waktu 3 jam perjalanan menggunakan minibus dari kota Ha Noi ke tempat tujuan kami. Ditengah perjalanan ada waktu untuk istirahat dan ke toilet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>05 April 2012</p>
<p>Kami sudah memesan tur ke Ha Long Bay sebelumnya di hotel tempat kami  menginap, jadi seperti yang sudah dijadwalkan, hari ini kami semua akan  mengunjungi Ha Long Bay.</p>
<p>Butuh waktu 3 jam perjalanan menggunakan minibus dari kota Ha Noi ke  tempat tujuan kami. Ditengah perjalanan ada waktu untuk istirahat dan ke  toilet selama 20 menit sampai setengah jam. Ditambah waktu yang  dibutuhkan untuk menjemput anggota tur yang lain, total waktu tempuh  yang dibutuhkan sekitar 4 jam sekali jalan. Tapi layak, karena Ha Long  benar-benar cantik.</p>
<p>Kami serombongan dengan satu keluarga dari Australia (Alan, Virginia,  dan Sissy), satu orang dari Malaysia (Lin), dan satu orang dari Hong  Kong (Ane). Tur dipimpin oleh guide yang bernama Peter dan kendaraan  disetir oleh Michael. Di perjalanan menuju Ha Long, Emily masih  malu-malu untuk bermain dengan Sissy yang masih berumur 9 tahun dan  dengan Ane. Tapi saat pulang, Emily bermain dengan mereka berdua sampai  tertawa ngakak. <span id="more-2907"></span></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 229px"><img title="Naik kapal" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/531306_3578263890802_1099263017_33497459_846698272_n.jpg" alt="Naik kapal" width="219" height="164" /><p class="wp-caption-text">Naik kapal</p></div>
<p>Kami sampai di dermaga Ha Long dan menunggu satu rombongan lagi yang  akan bergabung dengan rombongan kami. Setelah semuanya komplit, kapal  kami mulai berlayar. Makan siang disajikan di kapal. Yang paling saya  suka sih lumpia nya. Selain lumpia juga ada ikan, udang, ayam rebus, dan  lain-lain. Dan tentu saja ada kentang goreng yang dicomot sendiri oleh  Emily.</p>
<p>Kami berhenti di satu tempat dekat desa nelayan dan diperbolehkan  untuk mencoba kayak. Saya berpasangan dengan Jimz sementara Ko Ping  akhirnya bermain kayak sendiri karena Om Ervin tidak muat dalam  perahunya. Saya dan Jimz berkayak disekitar kapal, mengambil foto  gunung-gunung batu yang menjulang di laut.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class=" " title="Ha Long, berkabut" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/480177_3578295851601_1099263017_33497482_1839996608_n.jpg" alt="Ha Long, berkabut" width="400" height="299" /><p class="wp-caption-text">Ha Long, berkabut</p></div>
<p>Selesai dengan kayak, kapal kami kembali berlayar menuju Main Cave,  gua terindah dan terbesar di Ha Long. Dan memang benar-benar fantastis.  Gua itu besar, langit-langitnya mencapai 25 meter dan dimana-mana  terdapat stalaktit dan stalakmit yang menyerupai bentuk-bentuk seperti  gajah, monyet, singa, sampai bentuk kepala Ho Chi Minh. Ditambah dengan  lampu-lampu aneka warna, gua tersebut makin terlihat indah.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="Main Cave" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/525968_3578313172034_1099263017_33497508_789538953_n.jpg" alt="Main Cave" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Main Cave</p></div>
<p>Emily minta digendong selama perjalanan, sebagian karena manja,  sebagian lagi karena memang ngantuk. Akhirnya sekembalinya ke hotel,  bahu dan paha saya pegal-pegal. Padahal yang gendong Emily sudah  ganti-gantian lho.</p>
<p>Setelah melihat-lihat Main Cave, kami berlayar kembali ke dermaga dan  naik minibus untuk kembali ke Ha Noi. Untungnya Emily sudah tidak  malu-malu lagi untuk main dengan Sissy dan Ane. Bahasa yang berbeda  tidak jadi soal buat Emily karena pada akhirnya bahasa universal seperti  isyarat tubuh dan tawa memegang kendali.</p>
<p>Capek bermain dengan Sissy dan Ane, Emily minta bobo. Dan memang  akhirnya bobo. Untuk lebih nyaman, saya lepas sepatunya dan Emily  tertidur. Di tengah perjalanan pulang Emily terbangun karena sementara  yang lain turun untuk ke toilet, saya tetap dimobil untuk menemani Emily  yang masih tidur. Ternyata mobil tersebut dicuci, dan suara semprotan  air membangunkannya. Tidak menangis sih, tapi jadi terbangun. Tidak lama  setelah mobil jalan kembali, Emily tidur lagi, bangun-bangun sudah  sampai didepan hotel.</p>
<p>Karena sudah tidur hampir sepanjang perjalanan pulang, Emily masih  segar saat mencapai kamar. Malah minta ketemu sama Sissy lagi. Walaupun  masih satu hotel, kami sungkan untuk mengganggunya. Setelah tur  seharian, pasti capek lah. Akhirnya saya bermain berdua dengan Emily  sementara Jimz dan yang lain pergi mencari makan malam.</p>
<p>Jimz membelikan saya mi instan dari minimarket dekat situ, dan  rasanya enak sekali! Wow! Jam setengah sebelas malam saya dan Jimz baru  makan malam. Setelah makan, kami semua tidur, istirahat.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="Mi kuah instan rasa ayam" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/292175_3578316452116_1099263017_33497513_1866298304_n.jpg" alt="Mi kuah instan rasa ayam" width="400" height="299" /><p class="wp-caption-text">Mi kuah instan rasa ayam</p></div>
<p>Foto selengkapnya: <a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3578237650146.2163088.1099263017&amp;type=1&amp;aft=3578555418090&amp;l=b4fbf8c3a0" target="_blank">http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3578237650146.2163088.1099263017&amp;type=1&amp;aft=3578555418090&amp;l=b4fbf8c3a0</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/vietnam-2012-ha-long-bay.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vietnam 2012: Ha Noi</title>
		<link>http://herli.web.id/vietnam-2012-ha-noi.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/vietnam-2012-ha-noi.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2012 09:59:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2901</guid>
		<description><![CDATA[04 April 2012 Setelah terbang 3 jam dari Kuala Lumpur, kami sampai di Ha Noi. Pesawat kami sempat delay sampai 30 menit karena ada masalah teknis, tapi akhirnya berangkat juga tanpa kendala. Kami diantar dengan jemputan ke hotel kami yang bernama Rising Dragon Palace Hotel yang berada di pinggir kawasan Old Quarter yang merupakan kawasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>04 April 2012</p>
<p>Setelah terbang 3 jam dari Kuala Lumpur, kami sampai di Ha Noi.  Pesawat kami sempat delay sampai 30 menit karena ada masalah teknis,  tapi akhirnya berangkat juga tanpa kendala.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><img class=" " title="Sekitar Rising Dragon Palace Hotel" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/552902_3578240250211_1099263017_33497425_1647297274_n.jpg" alt="Sekitar Rising Dragon Palace Hotel" width="220" height="164" /><p class="wp-caption-text">Sekitar Rising Dragon Palace Hotel</p></div>
<p>Kami diantar dengan jemputan ke hotel kami yang bernama Rising Dragon  Palace Hotel yang berada di pinggir kawasan Old Quarter yang merupakan  kawasan yang cukup ramai.</p>
<p>Setelah check in, kami makan siang disekitar hotel. Sempat ada  kendala bahasa karena pegawai restoran yang kami datangi kurang bisa  bahasa Inggris. Restoran yang kami datangi adalah restoran yang cukup  ramai, malah saking ramainya, tempat berlantai 3 tersebut penuh dari  atas sampai bawah, yang merupakan salah satu tanda masakan yang enak.<span id="more-2901"></span></p>
<p>Saya dan Jimz memesan Clear Vermicelli Soup. Dan ternyata sup  tersebut pakai entah cumi-cumi atau belut. Garing dan panjang. Mungkin  cumi-cumi, tapi kami tidak begitu yakin karena tidak mengerti bahasanya.  Tapi enak. Saya suka cumi-cumi nya. Jimz suka kuah sup nya. Emily suka  soun nya. Hehehe..</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="Clear Vermiceli Soup" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/534077_3578242810275_1099263017_33497428_1061350767_n.jpg" alt="Clear Vermiceli Soup" width="400" height="299" /><p class="wp-caption-text">Clear Vermiceli Soup</p></div>
<p>Setelah makan kami kembali ke hotel sebentar karena tas susu Emily  ketinggalan. Habis itu, kami langsung berangkat menuju danau Hoan Kiem.</p>
<p>Danau tersebut bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari hotel kami.  Sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi karena Emily minta digendong terus,  saya dan Jimz harus bergantian gendong. Emily tidur sewaktu kami sampai  di danau itu.</p>
<p>Yang cukup menegangkan saat berjalan kaki di Ha Noi adalah saat  menyebrang jalan. Wuih ramainya arus lalu lintas, hampir seperti  Jakarta. Menyebrang di Ha Noi juga sama saja. Tidak perlu zebra cross,  langsung menyebrang saja. Tapi kendaraannya seperti tidak melambat, jadi  kami harus setengah berlari atau setengah berhenti supaya tidak  tertabrak. Tidak ada kejadian tertabrak sih, hanya klakson-klaksonan  saja.</p>
<p>Eniwei, kami sampai di danau Hoan Kiem, yang katanya adalah tempat  seekor kura-kura raksasa muncul membawa pedang untuk membantu Vietnam  mengatasi invasi Cina. Setelah itu kura-kura tersebut muncul lagi untuk  mengambil pedang tersebut kembali. Rakyat Vietnam percaya pedang itu  masih ada di dasar danau sampai hari ini.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="Danau Hoan Kiem" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/s720x720/524268_3578250210460_1099263017_33497438_575739856_n.jpg" alt="Danau Hoan Kiem" width="400" height="299" /><p class="wp-caption-text">Danau Hoan Kiem</p></div>
<p>Danau tersebut tidak terlalu besar, kami bisa saja berjalan  memutarinya. Kami duduk-duduk sebentar sambil menunggu Emily bangun lalu  menuju ke kuil yang ada di tengah danau tersebut.</p>
<p>Selesai di kuil itu, kami berjalan kembali ke hotel, dan makan es  buah super komplit diperjalanan. Es buah itu disajikan dalam satu gelas  tinggi tapi es serutnya dipisah ditempat tersendiri. Di gelas tinggi itu  ada stoberi, kelengkeng, pisang, melon, pepaya, nangka, alpukat,  mangga, buah naga, dan lain-lain. Kendalanya hanya satu: gelas itu sudah penuh  buah jadi bagaimana caranya menambahkan es serut kedalam gelas yang sudah  penuh itu.</p>
<p>Kami kembali ke hotel dan istirahat. Harusnya kami keluar cari makan,  tapi Jimz kurang enak badan sehingga kami dibawakan KFC oleh rombongan  yang keluar cari makan. Setelah makan malam, kami istirahat kembali.</p>
<p>Foto selengkapnya: <a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3578237650146.2163088.1099263017&amp;type=1&amp;aft=3578555418090&amp;l=b4fbf8c3a0" target="_blank">http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3578237650146.2163088.1099263017&amp;type=1&amp;aft=3578555418090&amp;l=b4fbf8c3a0</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/vietnam-2012-ha-noi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eropa 2012: Brussels</title>
		<link>http://herli.web.id/eropa-2012-brussels.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/eropa-2012-brussels.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2012 07:33:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[eropa 2012]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2879</guid>
		<description><![CDATA[Hari #09: 17 Maret 2012 Kami santai-santai dulu setelah bangun pagi. Tempat tujuan wisata di Brussels tidak banyak, dan hotel kami berada di dekat tempat tersebut. Kami tinggal menyebrang jalan dan masuk gang sedikit untuk sampai ke Grand Place. Kalau siang hari, tempat ini ramai. Ada yang berjualan bunga, ada yang hanya duduk-duduk, dan banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari #09: 17 Maret 2012</p>
<p>Kami santai-santai dulu setelah bangun pagi. Tempat tujuan wisata di Brussels tidak banyak, dan hotel kami berada di dekat tempat tersebut.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 270px"><img title="Grand Place" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/389300_3420673591143_1099263017_33416546_531383834_n.jpg" alt="Grand Place" width="260" height="346" /><p class="wp-caption-text">Grand Place</p></div>
<p>Kami tinggal menyebrang jalan dan masuk gang sedikit untuk sampai ke Grand Place. Kalau siang hari, tempat ini ramai. Ada yang berjualan bunga, ada yang hanya duduk-duduk, dan banyak sekali yang foto-foto. Hihihi&#8230;</p>
<p>Jalan sedikit lagi kearah Selatan, kami sampai di Maneken Pis. Bagi yang belum tahu, Maneken Pis adalah patung air mancur yang berbentuk bocah laki-laki yang sedang pipis. Yep, patung yang itu. <span id="more-2879"></span></p>
<p>Ternyata Maneken Pis tidak sebesar yang saya bayangkan. Patungnya ternyata kecil, mungkin tingginya sekitar 50cm. Tapi kecil-kecil begitu sudah terkenal lho!</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img title="Maneken Pis, pakai baju karena musim dingin" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/422097_3420764913426_1099263017_33416595_98810425_n.jpg" alt="Maneken Pis, pakai baju karena musim dingin" width="450" height="337" /><p class="wp-caption-text">Maneken Pis, pakai baju karena musim dingin (?)</p></div>
<p>Setelah itu kami jalan ke Utara, menuju museum Comic Strip Art. Sesampainya kami disana, kami tidak masuk ke museumnya, malah masuk ke toko merchandise nya. Museumnya hanya memajang sketsa-sketsa asli jadi kami lebih tertarik ke toko yang menjual pernak pernik lucu komik-komik.</p>
<p>Sehabis kami makan siang di dekat hotel, kami naik Metro ke arah Heizel untuk melihat Atomium. Ternyata Atomium itu besar dan tinggi. Kalau Paris punya Eiffel, Roma punya Colloseum, Brussels punya Atomium. Setelah foto-foto, kamipun berangkat menuju Stasiun Gare du Midi untuk menuju Paris lagi.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img title="Atomium" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/418037_3420988479015_1099263017_33416779_235185042_n.jpg" alt="Atomium" width="450" height="337" /><p class="wp-caption-text">Atomium</p></div>
<p>Kami sampai di Paris sudah jam setengah tujuh malam. Setelah naik Metro ke arah Orly, kami menunggu shuttle yang akan membawa kami ke hotel Hilton di Orly. Cihuy, kami dapat harga promo sewaktu melakukan booking!</p>
<p>Jadi, liburan berakhir. Besok kami harus berangkat pulang ke Jakarta melalui KL. Siap-siap terbang 13 jam lagi deh! <img src='http://herli.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Foto selengkapnya: <a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3387468481036.2159062.1099263017&amp;type=3&amp;l=bdc0f8d2ee" target="_blank">http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3387468481036.2159062.1099263017&amp;type=3&amp;l=bdc0f8d2ee</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/eropa-2012-brussels.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eropa 2012: Athena, Paris, Brussels</title>
		<link>http://herli.web.id/eropa-2012-athena-paris-brussels.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/eropa-2012-athena-paris-brussels.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2012 07:32:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[eropa 2012]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2877</guid>
		<description><![CDATA[Hari #08: 16 Maret 2012 Hari yang satu ini banyak dihabiskan di perjalanan. Pagi hari kami masih di Athena, Yunani. Siang hari kami berangkat ke Paris, Perancis. Dan sore hari kami berangkat ke Brussels, Belgia. Dari Athena ke Paris kami menggukanan pesawat Easy Jet, sedangkan dari Paris ke Brussels, kami naik kereta api Thalys. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari #08: 16 Maret 2012</p>
<p>Hari yang satu ini banyak dihabiskan di perjalanan. Pagi hari kami masih di Athena, Yunani. Siang hari kami berangkat ke Paris, Perancis. Dan sore hari kami berangkat ke Brussels, Belgia.</p>
<p>Dari Athena ke Paris kami menggukanan pesawat Easy Jet, sedangkan dari Paris ke Brussels, kami naik kereta api Thalys.</p>
<p>Di kereta api, kami sempat salah masuk nomor gerbong. Gerbong kami nomor 8, tapi kami naik gerbong 5. Masalahnya, tidak ada petunjuk nomor gerbong nya. Kalaupun ada, tidak diletakkan ditempat yang informatif. Sewaktu kami naik ke gerbong 8, sudah ada orang yang duduk di nomor tempat duduk kami. Dan ternyata dia yang salah gerbong. Astaga.. mungkin kalau ada informasi nomor gerbong akan cukup memudahkan. <span id="more-2877"></span></p>
<p>Kereta kami sampai di Brussels hampir jam 7 malam. Karena kami kehilangan peta menuju hotel, akhirnya kami naik taksi ke hotel. Sip.</p>
<p>Setelah checkin, kami melihat-lihat brosur dengan harapan akan ada peta jalur metro di brosur tersebut. Tapi tidak ada! Untungnya salah satu tujuan wisata kami dekat dengan hotel, jadi kami berjalan-jalan ke sana dulu. Setelah itu baru makan malam dan kembali ke hotel untuk beristirahat.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img title="Grand Place, Brussels" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/418558_3416254640672_1099263017_33414326_1653571946_n.jpg" alt="Grand Place, Brussels" width="450" height="339" /><p class="wp-caption-text">Grand Place, Brussels</p></div>
<p>Hari ini dimulai dengan sarapan di Athena, makan siang di Paris, dan berakhir dengan makan malam di Brussels. Mantap.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/eropa-2012-athena-paris-brussels.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

