<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Perjalanan seorang Herli</title>
	<atom:link href="http://herli.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herli.web.id</link>
	<description>"because writing is, like death, a lonely business." - Neil Gaiman</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Mar 2010 04:33:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kata si&#8230;</title>
		<link>http://herli.web.id/kata-si.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/kata-si.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 04:33:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2409</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin siang saya berjalan-jalan dengan Jimz dan keluarganya. Saat sedang berhenti dan duduk di suatu tempat, Jimz berniat membelikan saya minuman. Saya tetap duduk sementara Jimz berjalan ke sebuah pendingin elektrik untuk membelikan saya minum. Saya melihat dia setengah dipaksa oleh si penjual untuk membeli satu produk yang saya tahu dia tidak suka: teh kesehatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin siang saya berjalan-jalan dengan Jimz dan keluarganya. Saat sedang berhenti dan duduk di suatu tempat, Jimz berniat membelikan saya minuman. Saya tetap duduk sementara Jimz berjalan ke sebuah pendingin elektrik untuk membelikan saya minum. Saya melihat dia setengah dipaksa oleh si penjual untuk membeli satu produk yang saya tahu dia tidak suka: teh kesehatan dengan rasa buah lengkeng.</p>
<p>Transaksi jual beli minuman akhirnya terjadi: Jimz membelikan saya satu botol teh dari satu merek tertentu dan Jimz sendiri mengambil soda untuk dirinya sendiri. Saya menghampiri Jimz untuk minum teh tersebut dan saya bilang ke Jimz, &#8220;wah enak..&#8221;</p>
<p>Si penjual yang tadi memaksakan menjual teh kesehatan tersebut tiba-tiba <em>nyeletuk</em> ke arah saya, &#8220;Tuh kan mba ga enak kan, pahit.. Mending tadi beli yang saya tawarin aja, yg rasa lengkeng, enak itu mba..&#8221;</p>
<p><span id="more-2409"></span>Saya yang mendengar itu cuma bisa senyum-senyum melihat Jimz. Kan saya bilang enak, koq dia bilang tidak enak dan memaksa kalau &#8220;enak dan tidak enak&#8221; versi dia adalah sesuatu yang absolut?</p>
<p>Belakangan saya baru tahu dari Jimz kalau si penjual itu mendadak jutek  waktu Jimz ngotot tidak membeli produk yang ia tawarkan. Mungkin si penjual banyak menemui pembeli yang cukup mendengarkan rekomendasi dari dia, lalu menurut untuk membeli produk yang ia tawarkan.</p>
<p>Dan sepertinya orang-orang yang menurut saja apa kata orang itu banyak jumlahnya. Saya kenal seseorang yang sering sekali merekomendasikan sesuatu hanya dengan berbekal &#8220;kata&#8221;. Yep.. &#8220;Kata&#8221;.</p>
<p>&#8220;<em>Kata si A, makanan di resto X ga enak</em>&#8220;  atau &#8220;<em>Kata si B, jangan belanja di supermarket Y, mahal-mahal..</em>&#8221; dan masih banyak &#8220;kata&#8221; lainnya yang sering kali terucap dari mulutnya.</p>
<p>Berbekal perkataan orang lain, orang ini sudah menganggapnya sebagai kebenaran yang absolut. Dan orang ini tidak segan-segan meneruskan &#8220;nasihat-nasihat&#8221; tadi ke orang lain tanpa pernah merasakan sendiri. Apakah makanan itu benar-benar tidak enak? Apakah semua barang di supermarket itu mahal atau hanya barang-barang tertentu? Selera orang kan masing-masing. Patokan enak atau tidak enak, tergantung selera lidah yang mencicipi. Apalagi soal mahal atau tidak, itu tergantung dompet masing-masing.</p>
<p>Jangan hanya karena berbekal pendapat orang lain, kita meyakininya sebagai suatu kebenaran. Toh sudah hak kita untuk mencoba dan membuktikan sendiri, bukan karena ikut-ikutan semata. <img src='http://herli.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/kata-si.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembayaran #17 PaidtoClick.In</title>
		<link>http://herli.web.id/pembayaran-17-paidtoclick-in.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/pembayaran-17-paidtoclick-in.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 03:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[money making]]></category>
		<category><![CDATA[paid to click]]></category>
		<category><![CDATA[payment proof]]></category>
		<category><![CDATA[paidtoclick.in]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2407</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya sudah dari beberapa hari lalu saya terima pembayarannya, tapi baru sekarang diupload. Saya sudah dibayar 17 kali sejak pertama kali bergabung dengan situs Paid To Click ini. Walaupun pembayaran tidak instan, tapi saya belum pernah tidak dibayar. Hihihi..
Untuk yang mau bergabung, klik link ini: http://www.paidtoclick.in/index.php?ref=herrlich. 100% gratis koq, cuma klik iklan yang disediakan lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya sudah dari beberapa hari lalu saya terima pembayarannya, tapi baru sekarang diupload. Saya sudah dibayar 17 kali sejak pertama kali bergabung dengan situs Paid To Click ini. Walaupun pembayaran tidak instan, tapi saya belum pernah tidak dibayar. Hihihi..</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 403px"><a href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs447.snc3/25653_1365231566377_1099263017_31108927_697850_n.jpg"><img title="Pembayaran #17 PaidToClick.In" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs447.snc3/25653_1365231566377_1099263017_31108927_697850_n.jpg" alt="Pembayaran #17 PaidToClick.In" width="393" height="383" /></a><p class="wp-caption-text">Pembayaran #17 PaidToClick.In</p></div>
<p>Untuk yang mau bergabung, klik link ini: <a href="http://www.paidtoclick.in/index.php?ref=herrlich" target="_blank">http://www.paidtoclick.in/index.php?ref=herrlich</a>. 100% gratis koq, cuma klik iklan yang disediakan lalu bila sudah mencapai 2 sen, sudah bisa meminta pembayaran langsung ke akun Paypal. $_$</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/pembayaran-17-paidtoclick-in.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komentar Berkualitas</title>
		<link>http://herli.web.id/komentar-berkualitas.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/komentar-berkualitas.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 07:09:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2404</guid>
		<description><![CDATA[Saya terbilang sering berkunjung ke salah satu situs berita lokal untuk melihat berita yang ada disana. Kadang-kadang menemukan berita menarik, tapi yang lebih sering adalah menemukan komentar &#8220;menarik&#8221;.
Berita mungkin menarik, tapi komentar-komentar yang masuk jauh lebih menarik lagi. Kadang berisi iklan, kadang makian, kadang (ini yang paling sering) sumpah serapah. Yang benar-benar memberi komentar berguna? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya terbilang sering berkunjung ke salah satu situs berita lokal untuk melihat berita yang ada disana. Kadang-kadang menemukan berita menarik, tapi yang lebih sering adalah menemukan komentar &#8220;menarik&#8221;.</p>
<p>Berita mungkin menarik, tapi komentar-komentar yang masuk jauh lebih menarik lagi. Kadang berisi iklan, kadang makian, kadang (ini yang paling sering) sumpah serapah. Yang benar-benar memberi komentar berguna? Bisa dibilang hampir tidak ada.</p>
<p><span id="more-2404"></span>Biasanya saya hanya melihat dan membaca komentar-komentar tersebut untuk mengambil sampel pengguna internet (di Indonesia). Padahal saya bukan orang statistik, lho. Heheheh.. Tapi membaca komentar tersebut memberi saya gambaran tentang &#8220;keterbelakangan&#8221; berpikir mereka.</p>
<p>Mulai dari ketidakberanian mereka untuk menggunakan nama asli (mungkin takut?), sampai kalimat komentar yang dipenuhi kata-kata yang tidak layak disebutkan disini.</p>
<p>Saya pernah memberikan komentar (berupa pertanyaan) untuk berita seputar makanan di situs berita tersebut dan komentar saya tidak langsung muncul tapi harus menunggu persetujuan terlebih dahulu. Lalu muncul pertanyaan dibenak saya. Bukankah komentar-komentar yang masuk ini dimoderasi sebelum ditampilkan? Tapi kenapa masih menampilkan komentar yang hanya berisi sumpah serapah, makian, ejekan dst?</p>
<p>Atas nama kebebasan berekspresi kah?</p>
<p>Apa karena komentar yang ditulis berupa hal-hal negatif itulah, para pemberi komentar biasanya tidak menggunakan nama asli? Sampai begitu pengecutnyakah mereka sampai-sampai tidak berani bertanggung jawab untuk komentar yang diberikan?</p>
<p>Memang sih, saya hanya mengambil satu situs sebagai sampel. Saya akan tidak berlaku adil bila saya menyamaratakan semuanya. Di situs berita yang lain, hampir semua komentarnya sopan-sopan koq. Atau karena faktor diharuskan login terlebih dahulu sebelum memberikan komentar, makanya mereka berlaku sopan? Entahlah.</p>
<p>Situs dengan komentar banyak memang bisa dibilang membanggakan, karena artinya situs itu ramai pengunjung dan pembaca.</p>
<p>Tapi untuk saya, satu atau dua baris komentar penuh arti dan bersifat membangun lebih berharga dibanding seratus komentar yang hanya berisi makian dan sumpah serapah.</p>
<p>Ini pendapat pribadi saja. <img src='http://herli.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/komentar-berkualitas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembayaran #13 Duitbux</title>
		<link>http://herli.web.id/pembayaran-13-duitbux.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/pembayaran-13-duitbux.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 10:46:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[money making]]></category>
		<category><![CDATA[paid to click]]></category>
		<category><![CDATA[payment proof]]></category>
		<category><![CDATA[duitbux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2399</guid>
		<description><![CDATA[Dibayar lagi, dibayar lagi. Berhubung lagi butuh uang, dan saldo sudah mencukupi, hari ini saya meminta pembayaran dari Duitbux. Tidak menunggu lama. Pagi minta, sore sudah cair.
Tertarik? Lihat panduannya disini: http://herli.web.id/panduan-mendapatkan-uang-saku-dari-duitbux.html.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dibayar lagi, dibayar lagi. Berhubung lagi butuh uang, dan saldo sudah mencukupi, hari ini saya meminta pembayaran dari Duitbux. Tidak menunggu lama. Pagi minta, sore sudah cair.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 405px"><a href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs191.snc3/19848_1348339984098_1099263017_31063851_4778517_n.jpg"><img title="Pembayaran #13 Duitbux" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs191.snc3/19848_1348339984098_1099263017_31063851_4778517_n.jpg" alt="Pembayaran #13 Duitbux" width="395" height="259" /></a><p class="wp-caption-text">Pembayaran #13 Duitbux</p></div>
<p>Tertarik? Lihat panduannya disini: <a href="http://herli.web.id/panduan-mendapatkan-uang-saku-dari-duitbux.html" target="_self">http://herli.web.id/panduan-mendapatkan-uang-saku-dari-duitbux.html</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/pembayaran-13-duitbux.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembayaran #05 IDRClickIt</title>
		<link>http://herli.web.id/pembayaran-05-idrclickit.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/pembayaran-05-idrclickit.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 08:12:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[money making]]></category>
		<category><![CDATA[paid to click]]></category>
		<category><![CDATA[payment proof]]></category>
		<category><![CDATA[idrclickit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2395</guid>
		<description><![CDATA[Enam puluh ribu rupiah dalam dua puluh hari. Yang artinya saya menghasilkan tiga ribu rupiah dalam sehari di situs IDRClickIt ini. Uang tambahan yang lumayan. $_$

Kalau saya lebih berani lagi untuk menyewa referral, mungkin pedapatan saya lebih tinggi lagi dibanding sekarang. Tapi segini saja cukup deh. Nanti saya pantau lagi kedepannya.  
Yang mau ikutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Enam puluh ribu rupiah dalam dua puluh hari. Yang artinya saya menghasilkan tiga ribu rupiah dalam sehari di situs IDRClickIt ini. Uang tambahan yang lumayan. $_$</p>
<p style="text-align: left;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 407px"><a href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs191.snc3/19848_1348273342432_1099263017_31063774_7227834_n.jpg"><img title="Pembayaran #05 IDRClickIt" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs191.snc3/19848_1348273342432_1099263017_31063774_7227834_n.jpg" alt="Pembayaran #05 IDRClickIt" width="397" height="109" /></a><p class="wp-caption-text">Pembayaran #05 IDRClickIt</p></div>
<p>Kalau saya lebih berani lagi untuk menyewa referral, mungkin pedapatan saya lebih tinggi lagi dibanding sekarang. Tapi segini saja cukup deh. Nanti saya pantau lagi kedepannya. <img src='http://herli.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;">Yang mau ikutan mengumpulkan uang saku seperti saya, silahkan baca panduan saya di IDRClickIt ini.<br />
Bagian 1: <a href="Bagian 1: http://herli.web.id/panen-recehan-dengan-idrclickit-part-12.html" target="_self">http://herli.web.id/panen-recehan-dengan-idrclickit-part-12.html</a><br />
Bagian 2: <a href="http://herli.web.id/panen-recehan-dengan-idrclickit-part-22.html" target="_self">http://herli.web.id/panen-recehan-dengan-idrclickit-part-22.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/pembayaran-05-idrclickit.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembayaran #16 PaidToClick.In</title>
		<link>http://herli.web.id/pembayaran-16-paidtoclick-in.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/pembayaran-16-paidtoclick-in.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 22:26:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[money making]]></category>
		<category><![CDATA[paid to click]]></category>
		<category><![CDATA[payment proof]]></category>
		<category><![CDATA[paidtoclick.in]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2391</guid>
		<description><![CDATA[Sudah dari beberapa waktu lalu sebenarnya saya sudah bisa melakukan permintaan pembayaran di situs Paid To Click yang satu ini. Tapi saya tahan-tahan dulu, supaya sekalian.
Kemarin pagi saya melakukan permintaan pembayaran sebesar 52 sen. Tidak banyak memang, tapi yah lumayan lah. Dollar gratis.. $_$
Yang mau gabung, silahkan klik link ini: http://www.paidtoclick.in/index.php?ref=herrlich. Jangan takut, gratis koq. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah dari beberapa waktu lalu sebenarnya saya sudah bisa melakukan permintaan pembayaran di situs <a href="http://herli.web.id/apakah-ptc-itu">Paid To Click </a>yang satu ini. Tapi saya tahan-tahan dulu, supaya sekalian.</p>
<p>Kemarin pagi saya melakukan permintaan pembayaran sebesar 52 sen. Tidak banyak memang, tapi yah lumayan lah. Dollar gratis.. $_$</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 403px"><a href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs235.snc3/22248_1347075952498_1099263017_31060726_7286681_n.jpg"><img title="Pembayaran #16 PaidToClick.In" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs235.snc3/22248_1347075952498_1099263017_31060726_7286681_n.jpg" alt="Pembayaran #16 PaidToClick.In" width="393" height="242" /></a><p class="wp-caption-text">Pembayaran #16 PaidToClick.In</p></div>
<p>Yang mau gabung, silahkan klik link ini: <a href="http://www.paidtoclick.in/index.php?ref=herrlich" target="_blank">http://www.paidtoclick.in/index.php?ref=herrlich</a>. Jangan takut, gratis koq. <img src='http://herli.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/pembayaran-16-paidtoclick-in.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eksklusifitas Berkelompok</title>
		<link>http://herli.web.id/eksklusifitas-berkelompok.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/eksklusifitas-berkelompok.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 05:46:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2388</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kasihan yah dia..&#8220;, &#8220;Yah, sayang banget yah..&#8221; atau &#8220;Coba dia begini..&#8220;. Tiga kalimat yang mungkin sering dilontarkan orang terhadap orang lain yang tidak tergabung dalam kelompoknya. Eksklusif.
Banyak lho, yang beranggapan kelompok dimana dia berada adalah yang paling benar. Diluar kelompoknya.. yah.. salah.. Sebuah contoh sederhana: Saya bukan tipe wanita penggila fashion, masak, belanja, atau &#8220;kebutuhan&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;<em>Kasihan yah dia..</em>&#8220;, &#8220;<em>Yah, sayang banget yah..</em>&#8221; atau &#8220;<em>Coba dia begini..</em>&#8220;. Tiga kalimat yang mungkin sering dilontarkan orang terhadap orang lain yang tidak tergabung dalam kelompoknya. Eksklusif.</p>
<p>Banyak lho, yang beranggapan kelompok dimana dia berada adalah yang paling benar. Diluar kelompoknya.. yah.. salah.. Sebuah contoh sederhana: Saya bukan tipe wanita penggila <em>fashion</em>, masak, belanja, atau &#8220;kebutuhan&#8221; wanita lainnya. Bagi wanita yang masuk kelompok yang gemar <em>fashion</em>, masak, belanja dst saya bakal kena cap: &#8220;Bukan Wanita&#8221;. Plis dong ah.. Ini kan masalah ketertarikan. Masa kalau tidak tertarik, harus memaksakan diri untuk tertarik?</p>
<p><span id="more-2388"></span>Itu baru contoh paling sederhana. Kalau sudah rumit dan menyangkut masalah sensitif, bakal lebih panjang lagi urusannya. Masing-masing kelompok seakan tidak mau kalah dengan masing-masing pendapatnya. Kelompoknyalah yang paling benar! Wow.. Eksklusif.</p>
<p>Seperti sebuah adegan di film <em>Family Ties</em> yang saya tonton kemarin, antara bapak sama anak saja bisa berbeda pendapat (misalnya saja soal berburu, politisi dst ). Masing-masing berpegangan dengan ide kelompok yang dipegangnya. Dan mereka bisa ribut mulut berdebat tanpa akhir.</p>
<p>Padahal, sebenarnya kan simpel saja. Kalau masing-masing kelompok bisa menghargai pendapat kelompok lainnya, harusnya tidak masalah kan? Itupun dengan syarat, tidak ada yang mengganggu (baca: menjelek-jelekkan) pendapat kelompok lainnya. Tapi kenyataannya tidak selalu sesuai dengan teori. *seperti biasa*</p>
<p>Semua masalah ada jalan keluarnya. Bila tidak ada jalan keluar, maka tidak ada masalah. Kira-kira begitulah yang ditulis Ajahn Brahm di buku Membuka Pintu Hati (a.k.a. Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya). <img src='http://herli.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/eksklusifitas-berkelompok.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembayaran #15 PaidToClick.In</title>
		<link>http://herli.web.id/pembayaran-15-paidtoclick-in.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/pembayaran-15-paidtoclick-in.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 22:41:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[money making]]></category>
		<category><![CDATA[paid to click]]></category>
		<category><![CDATA[payment proof]]></category>
		<category><![CDATA[paidtoclick.in]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2385</guid>
		<description><![CDATA[Wow.. Tidak terasa sudah lima belas kali dibayar PaidToClick.In dan masih akan terus dibayar. Walaupun nilainya kecil, lumayan lah untuk menambah-nambah saldo Paypal saya sedikit demi sedikit. Heheh.. $_$
Yang mau bergabung, silahkan klik link ini. Jangan khawatir, proses bergabung sampai mendapatkan uang di Paypal, semuanya gratis! http://www.paidtoclick.in/index.php?ref=herrlich
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wow.. Tidak terasa sudah lima belas kali dibayar <a href="http://www.paidtoclick.in/index.php?ref=herrlich" target="_blank">PaidToClick.In</a> dan masih akan terus dibayar. Walaupun nilainya kecil, lumayan lah untuk menambah-nambah saldo Paypal saya sedikit demi sedikit. Heheh.. $_$</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 400px"><a href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs228.snc3/21548_1335776790026_1099263017_31032681_5301876_n.jpg"><img title="Pembayaran #15 PaidToClick.In" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs228.snc3/21548_1335776790026_1099263017_31032681_5301876_n.jpg" alt="Pembayaran #15 PaidToClick.In" width="390" height="233" /></a><p class="wp-caption-text">Pembayaran #15 PaidToClick.In</p></div>
<p>Yang mau bergabung, silahkan klik link ini. Jangan khawatir, proses bergabung sampai mendapatkan uang di Paypal, semuanya gratis! <a href="http://www.paidtoclick.in/index.php?ref=herrlich" target="_blank">http://www.paidtoclick.in/index.php?ref=herrlich</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/pembayaran-15-paidtoclick-in.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Dibalik Sebuah Sarung Cushion</title>
		<link>http://herli.web.id/kisah-dibalik-sebuah-sarung-cushion.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/kisah-dibalik-sebuah-sarung-cushion.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 10:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[cuap-cuap]]></category>
		<category><![CDATA[knitting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2383</guid>
		<description><![CDATA[Minggu kedua di tahun 2010, saya dan Jimz membeli sebuah bantal sofa alias cushion. Memang tumben sekali, karena biasanya saya bukan orang yang &#8220;melek&#8221; pernak-pernik seperti cushion itu. Tapi berhubung satu bantal berbentuk semangka sepertinya tidak cukup untuk mengganjal punggung saya sewaktu tidur, akhirnya cushion itu kami beli juga.
Tidak ada sarung di cushion berdimensi 40&#215;40 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu kedua di tahun 2010, saya dan Jimz membeli sebuah bantal sofa alias cushion. Memang tumben sekali, karena biasanya saya bukan orang yang &#8220;melek&#8221; pernak-pernik seperti cushion itu. Tapi berhubung satu bantal berbentuk semangka sepertinya tidak cukup untuk mengganjal punggung saya sewaktu tidur, akhirnya cushion itu kami beli juga.</p>
<p>Tidak ada sarung di cushion berdimensi 40&#215;40 cm  itu. Jadi hanya bantal saja. Dan saya kedapatan tugas untuk memberinya sarung, dengan rajutan tentu saja. &gt;.&lt;</p>
<p><span id="more-2383"></span>Setelah melihat sana sini dan mencari-cari pola untuk sarung cushion, saya akhirnya mendapatkan ide untuk membuat kotak-kotak saja. Warnanya sudah ditentukan oleh Jimz: harus kuning dan oranye.</p>
<p>Sarung ini termasuk project yang cukup besar untuk saya. Besar dalam arti sebenarnya (40&#215;40 cm), dan besar karena cukup rumit setelah mulai dikerjakan.</p>
<p>Benang dipesan: 3 gulung kuning dan 3 gulung oranye. Saya langsung mulai mengerjakan rajutan itu. Saya membuatnya langsung selebar 120 <em>stitches</em>, dan setelah mengerjakan lebih dari 15 baris dengan hati-hati, akhirnya karya saya yang belum separo jalan itu.. bredel..</p>
<p>Patah semangat..</p>
<p>Akhirnya saya memutuskan untuk membuatnya sepotong demi sepotong saja baru nanti disambung-sambung. Tapi berhubung sempat bredel, rasanya saya malas sekali.. karena sudah terlanjur terdemotivasi.</p>
<p>Saya berencana membuat tujuh bagian dari sarung itu yang nantinya akan disambung-sambung. Saya sudah menghitung waktunya. Untuk satu bagian, saya membutuhkan waktu kurang lebih <span style="text-decoration: underline;">tujuh jam</span>. Dan kalau setiap hari saya mengerjakannya, berarti hanya dibutuhkan waktu selama satu minggu untuk menyelesaikannya.</p>
<p>Tapi ya itu.. karena sudah terlanjur terdemotivasi, akhirnya saya malas-malasan membuat bagian-bagian itu. Satu minggu berlalu dan saya masih belum selesai bahkan setengahnya.</p>
<p>Bagian demi bagian mulai disambung, dan bentuknya mulai kelihatan. Semangat saya muncul lagi. Saya mulai &#8220;ngebut&#8221; untuk mengerjakan bagian-bagian yang belum dikerjakan dan mematok <em>deadline</em> sendiri: akhir Januari sudah harus selesai.</p>
<p>Hasilnya? Saya cukup tersiksa dengan tengat waktu yang telah saya tentukan sendiri itu. Saya hanya mempunyai waktu 6 hari lagi sampai akhir Januari, dan masih ada sekitar 4 bagian lagi yang harus dikerjakan. Setiap hari hanya berkutat dengan benang kuning dan oranye.</p>
<p>Tapi akhirnya tengat waktu itu terpenuhi. Tanggal 30 Januari 2010, sarung cushion itu selesai! Dan yang tersisa hanyalah pundak yang pegal-pegal dan rasa puasssss&#8230;</p>
<p>Memang membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu lebih dari 2 minggu, tapi saya puas sekali melihat hasilnya. Sampai-sampai kepingin untuk membuat sarung cushion lagi. Hihihi.. Mumpung benang yang terpakai hanya satu gulung untuk masing-masing warna.</p>
<p style="text-align: center;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 372px"><a href="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs228.snc3/21548_1331580005109_1099263017_31022307_6620587_n.jpg"><img class=" " title="Sarung Cushion 40x40 cm" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs228.snc3/21548_1331580005109_1099263017_31022307_6620587_n.jpg" alt="Sarung Cushion 40x40 cm" width="362" height="272" /></a><p class="wp-caption-text">Sarung Cushion 40x40 cm</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/kisah-dibalik-sebuah-sarung-cushion.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembayaran #04 IDRClickIt</title>
		<link>http://herli.web.id/pembayaran-04-idrclickit.html</link>
		<comments>http://herli.web.id/pembayaran-04-idrclickit.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 19:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herli</dc:creator>
				<category><![CDATA[money making]]></category>
		<category><![CDATA[paid to click]]></category>
		<category><![CDATA[payment proof]]></category>
		<category><![CDATA[idrclickit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herli.web.id/?p=2379</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin pagi saya meminta pembayaran dari IDRClickIt sejumlah lima puluh ribu rupiah. Uang itu sudah masuk ke rekening saya siang harinya. Padahal saya masih member standard alias gratisan sewaktu meminta pembayaran tersebut.

Lumayan lah, walaupun hanya lima puluh ribu. $_$
Dini hari ini tanggal 27 Januari 2010, saya membeli keanggotaan Premium disitus IDRClickIt ini seharga seratus ribu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin pagi saya meminta pembayaran dari <a href="http://idr-clickit.com/register.php/herrlich" target="_blank">IDRClickIt</a> sejumlah lima puluh ribu rupiah. Uang itu sudah masuk ke rekening saya siang harinya. Padahal saya masih member standard alias gratisan sewaktu meminta pembayaran tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 402px"><a href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs228.snc3/21548_1326974329970_1099263017_31011185_3557858_n.jpg"><img class=" " title="Pembayaran #04 IDRClickIt" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs228.snc3/21548_1326974329970_1099263017_31011185_3557858_n.jpg" alt="Pembayaran #04 IDRClickIt" width="392" height="103" /></a><p class="wp-caption-text">Pembayaran #04 IDRClickIt</p></div>
<p style="text-align: left;"><span id="more-2379"></span>Lumayan lah, walaupun hanya lima puluh ribu. $_$</p>
<p style="text-align: left;">Dini hari ini tanggal 27 Januari 2010, saya membeli keanggotaan Premium disitus <a href="http://idr-clickit.com/register.php/herrlich" target="_blank">IDRClickIt</a> ini seharga seratus ribu rupiah untuk 30 hari. Iklan untuk anggota Premium ada delapan (dibanding dengan member gratis yang hanya mendapat 4 iklan per hari) dan nilai klik untuk masing-masing iklannya pun lebih tinggi dibanding member standard.</p>
<p style="text-align: left;">Saya mau lihat perkembangannya satu bulan kedepan. Kalau memang menguntungkan, saya mau lanjut jadi member Premium (itupun kalau ada modalnya). Hehehehe.. <img src='http://herli.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;">Tertarik untuk bergabung? Klik panduannya dibawah ini:<br />
Bagian 1: <a href="http://herli.web.id/panen-recehan-dengan-idrclickit-part-12.html" target="_self">http://herli.web.id/panen-recehan-dengan-idrclickit-part-12.html</a><br />
Bagian 2: <a href="http://herli.web.id/panen-recehan-dengan-idrclickit-part-22.html" target="_self"> http://herli.web.id/panen-recehan-dengan-idrclickit-part-22.html</a></p>
<p style="text-align: left;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herli.web.id/pembayaran-04-idrclickit.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
