Laskar Pelangi

Laskar Pelangi

Laskar Pelangi, buku dan film yang sedang amat sangat hangat dibicarakan orang-orang. Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apa sih yang begitu spesial dari Laskar Pelangi ini, kenapa banyak sekali yang membicarakan soal topik ini?

Saya sendiri sudah lama membaca bukunya, dan sudah nonton filmnya (sejauh ini sudah dua kali). Dan menurut saya, memang sudah selayaknya Laskar Pelangi menjadi topik hot.

Ada dua macam hal yang menjadikan sesuatu hal menjadi populer, antara hal itu amat sangat mengesankan, atau hal itu amat sangat kontroversial. Dalam kasus Laskar Pelangi, ini merupakan hal yang amat sangat mengesankan.

Bukunya, lebih menyerupai diary pengalaman hidup sang penulis. Masa kanak-kanak yang amat sangat luar biasa. Persahabatan yang sangat kental sampai pesan-pesan moral untuk memotivasi. Motivasi dalam banyak hal: pendidikan, cita-cita, nasionalisme, dan banyak lagi.

Banyak orang yang setelah membaca buku ini merasakan perbedaan dalam dirinya. Perbedaan dalam arti: berani bermimpi, tidak lelah menggapai cita-cita, dan -yang paling penting- lebih bisa menghargai pendidikan dan profesi para guru yang menyandang gelar pahlawan tanpa tanda jasa.

Untuk saya sendiri, setelah saya selesai membaca habis Laskar Pelangi, saya ingin sekali menjadi orang tua asuh bagi anak-anak tidak mampu. Saya sedih sekali saat membaca bagian saat ayah Lintang tidak pulang setelah melaut. Bagaimana mungkin anak dengan bakat sebesar itu tapi tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan sekolah?

Saya bersyukur sekali bisa mengenyam pendidikan sampai ke tingkat Sarjana. Padahal saya wanita, kaum yang selalu dibilang akan berdiam didapur setelah menikah. Tidak, saya menolak kehilangan ilmu saya begitu saja.

Andai saja para politisi dan semua orang yang berada di pemerintahan bisa memetik inti sari yang ada di Laskar Pelangi ini. Mungkin saat itu nanti Indonesia akan mempunyai lebih banyak anak bangsa yang bisa dibanggakan, dan memajukan Indonesia.

Jimz juga ikut menonton Laskar Pelangi, satu kali bersama saya di hari Sabtu tanggal 27 September 2008. Efeknya? Jimz langsung mengajak seluruh keluarganya untuk ikutan menonton. Hasilnya, tadi saya menonton Laskar Pelangi lagi di bioskop, bersama Jimz dan keluarganya.

Jimz + Laskar Pelangi

Jimz + Laskar Pelangi

Setelah menonton film itu dua kali, barulah dia penasaran sama bukunya. Tadinya Jimz lebih memilih untuk dibacakan, ketimbang membaca sendiri. Tapi ternyata sekarang ia membaca sendiri, tidak sabar untuk dibacakan, sepertinya. Hehehehe.. :D

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>