Sesuai dengan judulnya, tulisan kali ini menampung detail-detail tidak penting yang menyangkut kelahiran Emily yang tidak ditulis di tulisan sebelumnya.
1. Sarapan pertama sehabis check in di rumah sakit adalah: bubur sumsum plus telur rebus.
Telur rebus nya dikupas dari kulitnya, dibelah dua, ditaburi garam, lalu dicemplungkan masuk ke kuah gulanya bubur sumsum.
Rasanya? Ehm.. Lumayan juga, walaupun saya tidak berencana untuk mengulangi kreatifitas mendadak tersebut.
2. Di kamar bersalin, bidan Elsinar menyarankan untuk mendengarkan musik daripada sepi, sekalian untuk meredakan sakit.
Jimz menyetel lagu instrumental berjudul Sekar dengan PSP nya yang memang sering kami dengarkan (apalagi di Selasa malam).
Setelah beberapa kali putar, bidan Elsinar akhirnya menyetel lagu dari handphone nya. Dan setelah beberapa lagu, terdengarlah lirik : “Disini aku masih sendiri..“
ACK! Lagu itu lagi! Yap! Lagu berjudul Suara yang hampir setiap hari terdengar walaupun sudah “diredam” oleh pintu kamar dan pintu kamar mandi yang tertutup
Benar-benar merasa diteror oleh lagu itu.. Hahahaha..
3. Ngeden yang benar, ternyata tidak boleh mengeluarkan suara, apalagi sampai teriak-teriak seperti yang terlihat di film-film.
Alasannya? Supaya tenaga tidak habis untuk teriak. Bener juga sih. Kalau teriak-teriak seperti di film, kayaknya bakal habis tenaga untuk teriak. Naik rollercoaster aja bisa capek teriak, apalagi melahirkan.
Oh ya, menurut pendapat saya pribadi, ternyata pas ngeden nya ga sakit lho. Bagian sebelum ngeden nya itu yang (cukup) penuh derita dengan semua rasa sakit pinggang dan salah tingkah.
Tapi pas ngeden, saya tidak merasa sakit. Bahkan robeknya jalur lahir pun ga terasa.
Mungkin karena si hormon cinta -oksitosin- yang membuat saya tidak merasa sakit yah.
4. Saya tidak menggunakan epidural.
Yap. Saya tidak disuntik epidural untuk meredakan sakit. Selain saya tidak merasa sakit sewaktu ngeden (apalagi yang sampai tidak tertahankan), ternyata segala jenis obat-obatan sudah seharusnya dihindari untuk melancarkan proses IMD (Inisiasi Menyusu Dini).
Tapi menurut Jimz, dokter sudah mempersiapkan satu suntikan besar yang sampai Emily lahir, tidak disuntikkan ke saya. Mungkin itu yang namanya epidural yah.
Untung saya tidak melihat sebesar apa suntikan itu, bisa pingsan beneran deh. >.<
5. Saya makan cokelat dan minum teh manis serta Pocari Sweat disela-sela ngeden.
Bukan untuk alasan kepuasan, tapi atas anjuran dokter lho. Untuk tambah tenaga katanya. Tenaga ditambah, bladder juga. Alhasil saya kena kateter lagi di ruang bersalin itu.
Total kateter: 3 kali sepanjang di rumah sakit.
6. Jalur lahir saya dijahit sampai 2 kali (diulang).
Jalan lahir saya robek sewaktu melahirkan, dan dijahit ulang setelah plasenta berhasil dikeluarkan secara manual.
Untungnya dibius lokal. Hihihi..
7. Total tidur hanya 2 jam dalam 48 jam menjelang kelahiran Emily.
Tapi begitu Emily lahir, saya lupa dengan rasa kantuknya. Setelah Emily ditaruh ke ranjang saya dan mulai mengecap-ngecap untuk menyusu, barulah rasa kantuk itu menyerang kembali. Tapi saya tetap tidak bisa tidur saking senangnya !
Detail diatas tidak terlalu penting kan? Tapi sayang kalau tidak ditulis, nanti lupa. Heheheheh..


ga kebayang tu telor rasanya gmn hihihi
@lily: cobain aja.. beli kuah gula jawa di tukang kembang tahu trus ceburin telor nya..