Kepada Ibunda Ratu,
Ibu pasti bisa melihat keadaan kerajaan kita sepeninggal Ayahanda Raja. Lihatlah Bu..
Aku tahu penasihat adalah teman adik dari kecil. Tapi aku sama sekali tidak menyangka adik akan bunuh diri demi menyusulnya. Aku sama sekali tidak mengerti mengapa adik akan melakukan hal yang menyakitkanku seperti itu.
Penasihat itu sudah lancang, Bu. Ia melangkahi kekuasaanku sebagai raja. Akulah raja disini, Bu, bukan dia.
Belum lagi ditambah desa yang enggan menyerahkan pajak. Desa itu tidak bisa kuberikan kompensasi. Aku tidak bisa memberikan kemewahan yang sama terhadap desa-desa lain di kerajaan ini. Begitu desa lain mendengar kalau aku membebaskan pajak dari desa itu, mereka juga pasti akan meminta hal yang sama, Bu.
Ibu mengerti kan?
Sungguh Bu, aku tidak pernah menyangka menjadi raja akan sesulit ini.
Aku lelah Bu. Lelah.. Aku tidak sanggup menanggung beban yang seberat ini..
Anakmu,
Raja
T.A.M.A.T
***
Herli Surjadjaja, 14 Mei 2009 – 15 Mei 2009

Komentar terakhir