Ah, itu dia lagi. Dan lirikan itu lagi. Siapa yang sanggup tahan dengan lirikan itu. Lirikan yang mampu membuat hatiku meleleh.

Tapi semua orang juga tahu, hubungan kami adalah mustahil. Aku tidak bisa menikah. Bagaimana aku bisa menjalin hubungan dengan seorang pria kalau aku adalah milik ratu?

Sementara ia adalah kepunyaan raja, prajurit terdepannya.

Hubungan kami mustahil. Mustahil dalam kehidupan ini..

Itu dia! Oh, dayang yang begitu elok. Untukku, ialah makhluk yang terdekat dengan surga. Wanita yang mampu mengganggu konsentrasiku dalam pertempuran melawan maut sekalipun.

Tidak. Ini tidaklah berlebihan.

Tapi hubungan kami tidak mungkin. Dia kepunyaan ratu, dan aku sudah mempunyai pendamping. Pria macam apa aku bila aku tidak sanggup puas dengan apa yang aku miliki.

Hubungan kami mustahil. Mustahil dalam kehidupan ini..

***
Herli Surjadjaja, 10 Mei 2009

Category: prosa  5 Comments
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
5 Responses
  1. Sintha says:

    Dayang bukannya bisa menikah ya? Tapi emang ada urusan dgn perjodohan sih, inget gue.

  2. Herli says:

    @Sintha: di cerita yang ini ga bisa.. milik ratu.. wakakaka.. :D

  3. andi says:

    atau ini cerita tentang selingkuh ya

  4. Herli says:

    @andi: bukan lha.. ini maish nyambung sama chapter 1 nya :D

  5. ketut says:

    orang itu tetap terbatas tapi meskipun itu kehidupan ini agar dimanfaatkan ke yang positif secara optimal.oke !

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>