Tepat ditebing inilah ia berdiri, bertahun-tahun yang lalu.
Bertahun-tahun yang lalu, ditebing ini ia memutuskan untuk menjadi pengabdi setia untuk raja. Ditebing ini ia berangkat untuk menjadi prajurit kerajaan. Ketebing ini pula ia kembali.
Hembusan angin membawa ingatannya ke masa bertahun-tahun yang lalu.
more…
Ah, itu dia lagi. Dan lirikan itu lagi. Siapa yang sanggup tahan dengan lirikan itu. Lirikan yang mampu membuat hatiku meleleh.
Tapi semua orang juga tahu, hubungan kami adalah mustahil. Aku tidak bisa menikah. Bagaimana aku bisa menjalin hubungan dengan seorang pria kalau aku adalah milik ratu?
Sementara ia adalah kepunyaan raja, prajurit terdepannya.
Hubungan kami mustahil. Mustahil dalam kehidupan ini..
—
more…
Hei kamu!
Tahukah kamu aku cemburu?
Cemburu padanya yang kau sambut setiap kali ia melihatmu
Cemburu padanya yang kau peluk cium setiap kali ia membutuhkanmu
Cemburu padanya yang kau bicarakan saat bersamaku
more…
Disini. Disinilah semuanya bermula. Dan disinilah semuanya berakhir.
Kami tumbuh bersama: aku, wanita itu, dan pria itu. Pria itu adalah putera kedua dari raja disini. Wanita itu datang ke istana ini saat umurnya baru enam tahun. Aku sendiri baru muncul di kehidupan mereka saat saya berumur dua belas tahun.
Tapi kami sepantaran. Dan kami tumbuh bersama.
more…
Rasa sakit dikepalaku membuatku terjaga. Rasa sakit yang berdenging. Entah berapa lama aku terlelap. Aku bahkan tidak ingat kapan aku tertidur.
Dimana aku? Kenapa aku bisa disini?
Perlahan kubuka mataku. Gelap. Ruangan ini gelap. Tidak ada penanda waktu yang bisa kulihat. Tidak ada jendela, tidak ada sumber cahaya. Aku terkurung. Tapi dimana? Dan kenapa?
more…
Komentar terakhir