Archive for the Category »prosa «

27
Oct 09

Kamu,
yang belum pernah kulihat
mampu mengaduk-aduk perasaanku

Kamu,
yang belum pernah kusentuh
mampu membuatku menangis

Kamu,
yang belum pernah kudengar
mampu membuatku melompat-lompat gembira

Kamu,
yang tak bisa kurasakan dengan panca indera..

Aku sayang kamu

***
Herli Surjadjaja, 27 Oktober 2009

Category: prosa  Leave a Comment

Mengapa untuk berbuat baik,
atau untuk menolong orang lain,
diperlukan sebuah alasan?

Mengapa untuk menghindari perbuatan jahat,
atau untuk menjaga diri sendiri,
diperlukan sebuah alasan? more…

Category: prosa  Leave a Comment

Aku berdiri. Sebuah ranjang dorong yang biasa dipakai di rumah sakit ada didepanku. Diatasnya terdapat seorang prajurit yang berdarah-darah.

Aku berdiri. Mematung. Tanpa ekspresi, tanpa emosi. Aku kebal. Kebal terhadap tangisan, rintihan dan ratapan. more…

Category: prosa  One Comment

Selamat Ulang Tahun.

Ingin sekali kuucapkan tiga kata itu kepada orangnya langsung. Tapi itu adalah hal yang tak mungkin. Sudah bertahun-tahun aku tidak melihat wajahnya, atau bahkan menemui tanda-tanda keberadaannya disekelilingku. more…

Category: prosa  One Comment
10
Jun 09

Pantai.. Samar-samar aku mengingat sesuatu mengenai pantai. Pantai sepi dengan pasir putih yang halus. Laut berwarna biru kehijauan membentang sepanjang garis horizon. Langit cerah tanpa matahari. Aku pernah kesana, ingatku. Entah kapan.

Aku melihat sekelilingku dan yang kulihat hanya air. Aku berada di dalam air. Didalam lautan luas. Kapan aku melangkah lebih jauh kearah lautan? Aku tidak ingat. Aku tak mampu mengingat. more…

Category: prosa  Leave a Comment

Aku berdiri dipinggir pantai. Laut didepanku dan beberapa pepohonan rimbun  dibelakangku. Ombak kecil memecah didepanku. Langitnya terlihat terang, tapi  matahari tidak terlihat diarah manapun. Matahari itu pasti menghilang ditutup awan lembut yang merata diseluruh langit.

Pantai ini luas, dan berpasir putih. Lembut sehalus debu halus, bukan kerikil kasar yang biasa. Ini pasir dengan butiran-butiran sangat halus, jenis yang tidak akan melukai kaki manapun yang berjalan diatasnya. Dan warnanya putih, sangat bersih. more…

Category: prosa  One Comment

Kepada Ibunda Ratu,

Ibu pasti bisa melihat keadaan kerajaan kita sepeninggal Ayahanda Raja. Lihatlah Bu..

Aku tahu penasihat adalah teman adik dari kecil.  Tapi aku sama sekali tidak menyangka adik akan bunuh diri demi menyusulnya. Aku sama sekali tidak mengerti mengapa adik akan melakukan hal yang menyakitkanku seperti itu.

Penasihat itu sudah lancang, Bu. Ia melangkahi kekuasaanku sebagai raja. Akulah raja disini, Bu, bukan dia.

more…

Category: prosa  Leave a Comment