Tulisan ini bisa dibilang mirip-mirip dengan tulisan saya mengenai traktir saat ulang taun waktu itu. Kebiasaan yang satu ini nih, bisa dibilang cukup mengganggu, setidaknya untuk saya sih. Dari mulai basa-basi, sampai nodong.
Mungkin cuma di Indonesia dan negara Asia lainnya yang memperhatikan oleh-oleh yang “harus” dibawa saat pulang bepergian. Sudah begitu, yang dikasi oleh-oleh juga nodong, “jangan lupa oleh-olehnya ya”.
Mungkin memang sekedar basa-basi, mungkin juga memang ada yang kepingin sesuatu yang gratisan. Maaf ya kalau bahasa saya agak keras. Tapi memang kenyataannya begitu kan?
Coba ganti status Facebook dengan “sedang di luar kota” atau “sedang di Hongkong”. Dan mari hitung, berapa banyak komentar dengan kata “oleh-oleh” yang akan muncul disana. Belum lagi dengan titipan yang bukan tidak mungkin agak susah dicari.
Kalau sedang tugas kantor dan tidak bisa mencari titipan tersebut, gimana? Sukur-sukur orangnya ngerti. Kalau orang yang nitip malah memberikan cap “pelit”, gimana ?
Saya malah bersyukur banget waktu saya ke Bali, tidak ada yang nitip apapun, tidak ada nodong oleh-oleh. Kalau saya lihat sesuatu ya saya beli dalam jumlah yang cukup untuk dijadikan oleh-oleh. Bukan artinya saya jadi personal shopper untuk mereka seperti yang umum terjadi sekarang.
Oleh-oleh itu optional, dan menurut saya bukan merupakan keharusan. Tapi kenapa sekarang terasa diwajibkan ya? Kenapa budaya oleh-oleh malah menjadi budaya tetap?

budaya berbagi, It’s ok, kalau dari kita sendiri yang punya kemauan ya, jangan di todong. Kalau di todong gw jg paling malas. Tapi tanpa diminta, untuk orang2 terkasih pasti ada oleh2
. Satu yang paling menyebalkan, kalau tugas kantor ya jangan di todong oleh2 dong, udah waktunya sempit, mana sempat nyari, emangnya kita lagi tamasya
@andi: tapi kadang2 ada juga kan yang suka keukeuh nodong walaupun tugas dinas.
lagian, kalau ga niat nodong, ngapain juga ngomong “oleh-olehnya jangan lupa ya” ?
habis udah tradisi
pasti kalau ada yang tugas dinas bawa oleh, giliran oleh2 yang itu2 aja pada ngeluh
)
Secara implisit memang sih, oleh2 itu harusnya dari tempat kita bepergian.
Kl bepergiannya karena tugas kantor, waktu mepet + ga sempat beliin, trus kasih oleh2nya adalah gorengan depan kantor aja gimana?
Hueheheheheh
@Sintha: setujuhh !!