Perjalanan seorang Herli

"because writing is, like death, a lonely business." – Neil Gaiman

Category: prosa

Kerinduan pada Air

Aku berdiri dipinggir pantai. Laut didepanku dan beberapa pepohonan rimbun  dibelakangku. Ombak kecil memecah didepanku. Langitnya terlihat terang, tapi  matahari tidak terlihat diarah manapun. Matahari itu pasti menghilang ditutup awan lembut yang merata diseluruh langit. Pantai ini luas, dan berpasir putih. Lembut sehalus debu halus, bukan kerikil kasar yang biasa. Ini pasir dengan butiran-butiran sangat […]

Cerita Lama, Chapter 4: Surat untuk Ibu

Kepada Ibunda Ratu, Ibu pasti bisa melihat keadaan kerajaan kita sepeninggal Ayahanda Raja. Lihatlah Bu.. Aku tahu penasihat adalah teman adik dari kecil.  Tapi aku sama sekali tidak menyangka adik akan bunuh diri demi menyusulnya. Aku sama sekali tidak mengerti mengapa adik akan melakukan hal yang menyakitkanku seperti itu. Penasihat itu sudah lancang, Bu. Ia […]

Cerita Lama, Chapter 2: Hanya sebatas lirikan

Ah, itu dia lagi. Dan lirikan itu lagi. Siapa yang sanggup tahan dengan lirikan itu. Lirikan yang mampu membuat hatiku meleleh. Tapi semua orang juga tahu, hubungan kami adalah mustahil. Aku tidak bisa menikah. Bagaimana aku bisa menjalin hubungan dengan seorang pria kalau aku adalah milik ratu? Sementara ia adalah kepunyaan raja, prajurit terdepannya. Hubungan […]

Cemburu

Hei kamu! Tahukah kamu aku cemburu? Cemburu padanya yang kau sambut setiap kali ia melihatmu Cemburu padanya yang kau peluk cium setiap kali ia membutuhkanmu Cemburu padanya yang kau bicarakan saat bersamaku

Cerita Lama, Chapter 1: Bukan cerita cinta

Disini. Disinilah semuanya bermula. Dan disinilah semuanya berakhir. Kami tumbuh bersama: aku, wanita itu, dan pria itu. Pria itu adalah putera kedua dari raja disini. Wanita itu datang ke istana ini saat umurnya baru enam tahun. Aku sendiri baru muncul di kehidupan mereka saat saya berumur dua belas tahun. Tapi kami sepantaran. Dan kami tumbuh […]

Prosa: Ini pasti mimpi

Rasa sakit dikepalaku membuatku terjaga. Rasa sakit yang berdenging. Entah berapa lama aku terlelap. Aku bahkan tidak ingat kapan aku tertidur. Dimana aku? Kenapa aku bisa disini? Perlahan kubuka mataku. Gelap. Ruangan ini gelap. Tidak ada penanda waktu yang bisa kulihat. Tidak ada jendela, tidak ada sumber cahaya. Aku terkurung. Tapi dimana? Dan kenapa?