Perjalanan seorang Herli

"because writing is, like death, a lonely business." – Neil Gaiman

Category: prosa

Buku Kosong

Ada buku kosong yang kusayangi, kertas bersih yang meminta supaya kutulisi. Bermacam-macam hal kutulis diatasnya, kadang indah berwarna-warni, kadang hanya goresan pensil yang membosankan. Kusayangi buku itu sampai tak pernah kutumpahkan cacianku didalamnya. Kusayangi buku itu sampai aku tak berani menulis yang tidak indah. Sayangnya buku itu harus kubagi dengan yang lain, dan kertas kosong […]

Panitia Setiap Hari

Setiap pagi panggung dibangun dengan sebuah weker. Setiap pagi panggung disiapkan dengan secangkir kopi. Setiap pagi para pemain muncul dan menghilang. Setiap pagi panggung ditinggalkan dan menyisakan sepi. Setiap malam setelah hiruk pikuk panggung dirobohkan dan panitia bersiap untuk pertunjukan esok.

Cermin

Kejadian itu membuatku berpikir Bagaimana bila ku tetap diam? Kejadian itu membuatku berpikir Bagaimana bila tidak ada yang diam? Kejadian itu membuatku berpikir Apakah ada yang harus kupelajari? Kejadian itu membuatku melihat Saat badai datang orang lari Kejadian itu membuatku melihat Tidak ada satu batang jeramipun yang sama. Kejadian itu membuatku menyimpulkan Cermin, adalah kuncinya. […]

Aku sudah tidak muda lagi

Aku sudah tidak muda lagi Tidak seperti dulu lagi Aku lemah dan tua Jadi saat kau pertemukan aku dengan musuhku Bayangkan kondisiku Bayangkan perasaanku Jadi saat kau bawa aku ke tempat asing Bayangkan ketakutanku Bayangkan perasaanku Jadi saat aku terjatuh dan kau tidak menolongku Bayangkan kesakitanku Bayangkan perasaanku Jadi saat aku tidak bisa berdiri karena […]

Balada Seekor Aboy

Setiap malam, aku tidur bersama bos dan istrinya. Tempatku, hanya di sehelai bedcover yang menjuntai. Malam ini, aku sedang diluar kamar. Aku ingin masuk, tiada yang bangun untuk membukakan pintu.

Prosa: Lari dari Hujan (Bagian 3/3)

Tiga tahun yang lalu Ini kali pertamanya aku memberanikan diri untuk menelpon kembali kerumah orangtuaku, menanyakan kabar mereka. Ibuku yang menjawab telepon itu. Beliau langsung menanyakan tentang keberadaan serta keadaanku. Aku menjawab seadanya. Kujawab bahwa sejak aku lari dari rumah kontrakan itu, aku pindah kekota lain, memulai lembaran baru bagi hidupku. Kukatakan pada ibuku bahwa […]