Posted in cuap-cuap

Mengalah Sama Yang Kecil

Dari kecil, masyarakat Indonesia sudah dididik untuk mengalah sama yang kecil. Apa pernah terpikir kenapa kita harus mengalah sama yang kecil? Saya belakangan ini berpikir kenapa mesti demikian. Mungkin yang pertama kali memberi nasihat ini berniat baik, supaya adik kecil tidak menangis kalau mainannya direbut. Tapi lalu kenapa harus selalu mengalah pada yang kecil? Nantinya toh si adik kecil ini seiring waktu bisa diberi pengertian dan si kakak tidak harus selalu mengalah.

Disini faktor kedewasaan berpengaruh. Maaf, bukan dewasa dalam arti sudah punya KTP atau berusia lebih dari 17 tahun. Kedewasaan yang saya maksud disini adalah bahwa anak sudah bisa diberi pengertian sehingga benar-benar mengerti konsep bergiliran, bergantian, dan berbagi. Tanpa peduli usia. Bisa jadi si adik lebih dewasa dibanding si kakak yang manja.  Continue reading “Mengalah Sama Yang Kecil”

Posted in cuap-cuap

Penyelesaian melalui Prosa

Tidak jarang saya mendapati diri saya menulis prosa hanya untuk mencurahkan perasaan saya. Biasanya sih perasaan yang bersifat negatif seperti marah atau kesal yang tidak tertahankan, atau mungkin hanya sebatas sedih saja.

Saya bisa saja menulis kata-kata yang mencemooh dan akhirnya berujung pada emosi negatif yang saya bagi-bagi kepada pembaca yang mampir ke blog saya. Justru itu yang saya tidak mau. Itu yang saya hindari.

Saya merasa harus mengeluarkan isi hati saya kalau sedang sedih, marah, gelisah, atau kesal. Dada saya benar-benar merasa sesak. Tapi sebisa mungkin saya tidak mau menulis kata-kata marah, memaki, atau mencemooh. Saya akan menutupinya dengan sebuah Prosa.  Continue reading “Penyelesaian melalui Prosa”

Posted in cuap-cuap

Tutorial Crochet milinoni.com

Situs milinoni.com sudah setahun lebih diluncurkan dan saya malah sampai sekarang belum sempat mengurusi. Hari ini, saya membuat perjanjian dengan diri saya sendiri, untuk mempublikasikan tutorial crochet yang pernah saya publikasi di herli.web.id di milinoni.com.

Untuk kedepannya, semua tutorial baik crochet, knitting, atau kerajinan tangan yang lain, akan saya publikasikan di milinoni.com. Dan tutorial yang ada di herli.web.id akan saya hapus setelah saya pipindahkan ke “rumah” barunya.

Untuk artikel tutorial pertama yang saya tulis ulang adalah Tutorial Crochet: Chain atau Tusuk Rantai (ch). Memang baru satu, tapi nantinya akan menyusul semuanya: chain (ch), slip stitch (sl), single crochet (sc), half double crochet (hdc), double crochet (dc), dan trebble crochet (tr).

Rencananya saya akan mempublikasi tutorial itu perminggu sampai total enam tutorial. Moga-moga saya bisa menepati janji saya sendiri, satu minggu satu tutorial, moga-moga setiap hari Selasa.

Doakan saya berhasil ya! *berharap*

Posted in cuap-cuap

Pelajaran tentang langit

Saya adalah orang yang berusaha untuk rapi. Saya berusaha untuk teroganisir dan siap. Siap disini bukan artinya seperti upacara bendera. Saya suka mempersiapkan hal-hal yang mungkin dibutuhkan.

Saya belanja untuk membeli cadangan sabun, detergen, dan bahan-bahan lainnya. Supaya nanti jika sabun yang dipakai habis, saya sudah punya cadangannya. Jika nanti susu Emily habis, saya sudah punya cadangannya. Jika nanti kecap saya habis, saya sudah punya gantinya. Siap yang seperti itu.

Saya suka bila semuanya sesuai jadwal. Saya bahkan membuat jadwal sendiri di kepala saya diawal hari. Bangun jam 5, siapkan sarapan dan bekal, mandi, kalau sempat cuci baju, menyapu dan mengepel. Jam 6 waktunya membangunkan Jimz dan Emily kalau sedang sekolah pagi. Jam 7, antar Emily sekolah. Jam 9.30, jemput Emily di sekolah. Jam 1 siang waktunya Emily tidur siang. Jam 5 waktunya Emily mandi. Ditutup dengan jam 9, waktunya tidur.  Continue reading “Pelajaran tentang langit”

Posted in cuap-cuap

Tantangan Menabung 52 Minggu

Ada seorang teman saya di jejaring sosial yang membagi tautan 52 Week Money Saving Challenge di halamannya. Saya jadi tertarik untuk ikutan.

Ada 52 minggu dalam satu tahun. Dan tantangan menabung yang dimaksud adalah untuk menabung 1 dollar untuk minggu pertama, 2 dollar untuk minggu kedua, dan seterusnya sampai terakhir 52 dollar untuk minggu terakhir. Dan diakhir tahun, akan terkumpul 1378 dollar.

Sekarang mari membuat simulasi untuk versi rupiah. Kalau saya menabung seribu rupiah untuk minggu pertama, dua ribu rupiah di minggu kedua, sampai 52 ribu untuk minggu terakhir, maka akan terkumpul Rp 1.378.000 diakhir tahun. Lumayan lah buat meringankan biaya IPL (Iuran Pemeliharaan Lingkungan) yang ditagih per Januari.

Tantangan Menabung 52 Minggu
Tantangan Menabung 52 Minggu

Mumpung masih di minggu pertama tahun 2014 ini, sepertinya Tantangan Menabung 52 Minggu ini akan menjadi resolusi 2014 buat saya. Tapi saya akan mengganti nominalnya, bukan dengan sistem progresif, tapi rata tiga puluh ribu seminggu, minimal.

Dengan sistem rata 30 ribu seminggu, saya mengharapkan ada sekitar satu setengah juta rupiah diakhir tahun. Moga-moga sih lebih.

Semoga saja saya tidak tergoda untuk “meminjam” tabungannya ditengah jalan.

Yang mau ikutan, cetak gambarnya (klik gambar untuk memperbesar), tempel kertasnya di kaleng atau toples kosong, dan ayo mulai tantangannya. 🙂

 

Posted in cuap-cuap

Ganti “baju” blog

Setelah sekian lama memakai template yang bernama Coffee Desk, akhirnya hari ini saya mengganti tampilan blog saya. Alasannya: cuma karena kepingin.

Template Coffee Desk
Template Coffee Desk

Sebenarnya saya cocok dengan template Coffee Desk itu, tapi memang setelah dilihat-lihat, koq jadi seperti buku resep ya. Padahal saya sendiri bisa dibilang kurang pandai memasak. Saya sendiri pernah mampir ke blog orang lain yang ternyata memakai template Coffee Desk untuk website yang berisi aneka resep masakan.

Saya mencari-cari template yang cocok dengan saya, tapi ternyata susah sekali menemukan yang sreg. Template yang saya pakai sekarang ini bisa dibilang cukup memenuhi harapan saya: simpel dan tidak macam-macam. 🙂

Posted in cuap-cuap

Neil Gaiman

Saya mempunyai seorang penulis favorit: Neil Gaiman. Karya pertamanya yang saya baca adalah Stardust. Stardust bercerita tentang sebuah desa yang bernama Wall (Tembok), tentang seorang pemuda yang dimabuk cinta, tentang bintang yang jatuh dari langit, tentang penyihir yang ingin hidup abadi, dan tentang perebutan kekuasaan putera-putera raja.

Sihir, drama, fantasi. Komplit, dalam satu buku.

Setelah saya membaca karyanya yang lain (baca: Neverwhere), saya langsung kecanduan karya-karya Mr Gaiman lainnya. Ciri khasnya adalah bagaimana ia sanggup menyederhanakan sekaligus membuat kompleks sesuatu. Penamaan tokoh dan lokasi yang amat sangat tak lazim tapi sekaligus sederhana. Contoh: sebuah desa bernama Wall (Tembok) di Stardust, seorang wanita bernama Door (pintu) di Neverwhere, seekor anjing neraka bernama Dog (anjing) di Good Omens, dan seorang yatim piatu bernama Nobody Owens (Bukan Siapa-siapa) di Graveyard Book.   Continue reading “Neil Gaiman”