Perjalanan seorang Herli

"because writing is, like death, a lonely business." – Neil Gaiman

Terrarium Pertama

Saya mempunyai bekas toples selai yang tidak terpakai. Daripada dibuang sayang, saya memutuskan untuk membuat terrarium. Bahan-bahannya mudah didapat: batu kerikil (atau batu hias), lumut (bila ada), media tanam, pasir, dan tanamannya itu sendiri.

Karena saya tinggal di apartemen, lahannya terbatas, tanaman yang saya rasa cocok adalah jenis kaktus semata-mata hanya karena asumsi bahwa merawat kaktus itu mudah. Saya belum pernah memelihara kaktus sih, jadi belum bisa bilang berdasarkan pengalaman. 🙂

Untungnya, kaktus cukup mudah didapat di area tempat tinggal saya. Harganyapun terjangkau, mulai dari Rp 7.500 sampai Rp 20.000 di supermarket. Untuk terrarium saya ini, saya menggunakan kaktus seharga Rp 10.000.

Pertama yang saya lakukan adalah mencuci bersih dan mengeringkan toples. Lalu menambahkan lapisan batu putih sebagai drainase air (kalau saat disiram), lumut imitasi, media tanam berikut kaktusnya, lalu saya tutup dengan butiran pasir. Dan, TADA! 🙂

Terrarium Toples Selai

Terrarium Toples Selai

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>