Perjalanan seorang Herli

"because writing is, like death, a lonely business." – Neil Gaiman

Bermain Kawat

Sudah hampir satu bulan belakangan ini saya tertarik dengan wire jewelry. Tanpa pengetahuan apapun mengenai kawat, saya membuka situs-situs pembelajaran seperti Instructibles dan YouTube. Tapi semakin melihat cara-cara nguwer kawat, semakin tertarik. Walaupun mendekati akhir bulan (saat-saat krisis keuangan), akhirnya saya putuskan untuk membeli satu gulung kawat melalui FB.

Jumat yang lalu, saya membawa batu-batu yang pernah saya beli tahun 2007/2008. Jumlahnya 21 buah. Saking banyaknya, saya sampai lupa beberapa nama dari batu-batu tersebut. Dan sorenya, kawat pun datang.

Kawat: Mainan Baru

Kawat: Mainan Baru

Tanpa menunggu lama-lama, saya langsung semangat praktek. Tapi namanya juga baru pertama kali pegang kawat, akhirnya yang ada malahan jari sakit, hasilpun tidak rapi. Tidak putus asa, saya coba cara lain. Dan ketemu satu cara di Instructibles yang sepertinya cukup mudah.

Ya memang lumayan mudah, hanya saja batu-batu itu licin jadi jari tetap sakit untuk memaksa kawat dan batu bekerja sama walaupun sudah dibantu dengan tang.

Ada beberapa batu yang sebenarnya sudah bisa dijadikan liontin tapi karena hasilnya kurang rapi, saya bongkar lagi. Saya ganti dengan model lain.

Hasilnya, akhir pekan kemarin saya berkutat bermain kawat.

Tapi tidak mengecewakan, dengan satu gulung kawat lapis perak berdiameter 1mm (18ga), saya menghasilkan 14 liontin (dari keseluruhan 21 batu).

14 Liontin Hasil Bermain Kawat

14 Liontin Hasil Bermain Kawat

Memang sederhana sekali modelnya, tapi setidaknya batu-batu saya sekarang bisa saya pakai sebagai liontin. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>