Perjalanan seorang Herli

"because writing is, like death, a lonely business." – Neil Gaiman

Buku Kosong

Ada buku kosong yang kusayangi,
kertas bersih yang meminta supaya kutulisi.

Bermacam-macam hal kutulis diatasnya,
kadang indah berwarna-warni,
kadang hanya goresan pensil yang membosankan.

Kusayangi buku itu
sampai tak pernah kutumpahkan cacianku didalamnya.

Kusayangi buku itu
sampai aku tak berani menulis yang tidak indah.

Sayangnya buku itu harus kubagi dengan yang lain,
dan kertas kosong terpapar begitu saja pada dunia.

Aku ingin menjerit
saat tangan berminyak menyentuh sampulnya.

Aku ingin menangis
saat kata-kata kasar tergores diatas kertas putihnya.

Aku ingin memaki
saat kebohongan mengisi sudut-sudut kertasnya.

Kertas putih itu, lembar demi lembar,
ingin kuisi dengan harapan dan warna,
dengan lagu dan irama,
dengan sajak dan puisi.

Buku kosong itu, ingin kuisi dengan sepenuh jiwaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>