Perjalanan seorang Herli

"because writing is, like death, a lonely business." – Neil Gaiman

Hong Kong 2013: Disneyland

Walaupun sudah masuk musim semi, Hong Kong di akhir Februari 2013 masih terbilang cukup nyaman, karena udara masih sejuk sisa musim dingin. Perjalanan ke Hong Kong sudah direncanakan jauh-jauh hari (baca: tahun 2012 yang lalu) supaya bisa mendapat harga tiket miring plus bisa mendapat waktu untuk merencanakan akomodasi.

Karena mengincar tiket murah, kami harus transit di Kuala Lumpur di perjalanan pergi dan pulangnya. Dari lima hari perjalanan, dua hari sudah “terbuang” untuk transit pergi dan pulang. Waktu efektif di hongkong hanya 3 hari dan itu dimanfaatkan untuk mengunjungi Disneyland, Ocean Park, dan Ngong Ping Village.

Hari pertama: Disneyland.

Disneyland Hong Kong bisa dicapai menggunakan MTR (kereta bawah tanah Hong Kong). Hal ini amat sangat memudahkan karena MTR menjangkau semua area.

Kereta khusus bertemakan Disney hanya melayani rute Sunny Bay – Disneyland. Jendela di gerbong kereta ini berbentuk kepala Mickey Mouse yang menjadi ikon Disneyland. Begitu juga bentuk pegangan disepanjang gerbong. Didalam kereta ini juga ada beberapa kotak kaca berisi patung berbentuk karakter-karakter Disney lainnya dari logam.

Kami membeli tiket untuk satu harian sebesar HKD 399 per orang. Emily masih tidak dihitung karena belum berusia 3 tahun. Hihihi..

Dengan tiket ditangan, kami memasuki Disneyland dan langsung disambut dengan taman dengan semak berbentuk kepala Mickey Mouse. Jalan sedikit dan ada antrian. Kami menengok untuk melihat ada apa dan ternyata antrian itu adalah antrian untuk berfoto bersama Mickey dan Minnie. Diujung antrian, ada informasi waktu antrian kira-kira 50menit. Terlalu lama. Kami memutuskan untuk melihat-lihat tamannya dulu.

Kami langsung menuju Fantasy Land dimana terdapat wahana The Many Adventures of Winnie the Pooh. Dan diujung antrian juga terdapat penanda lama antrian. Informatif sekali! 🙂

Kami naik ke semacam kereta berbentuk madu. Ceritanya, kami masuk ke dalam buku Pooh untuk mengalami secara langsung petualangan Pooh. Diceritakan ada angin… ah, tidak jadi deh, takut dianggap spoiler. Hihihihihi..

Ada bagian yang agak menakutkan untuk Emily tapi setelah agak sorean, Emily malah mengajak untuk naik wahana The Many Adventures of Winnie the Pooh lagi. Dan lagi.

Kami mengantri naik The Mad Hatter’s Tea Cups. Emily sempat tidak berani naik karena mengingat yang ada di Dufan, cangkir-cangkirnya berputar terlalu cepat untuknya. Tapi di The Mad Hatter’s Tea Cups, cangkir-cangkirnya tidak terlalu cepat untuk ukuran anak kecil, jadi akhirnya dia berani.

Setelah itu kami bergeser ke wahana disamping cangkir berputar untuk masuk ke wahana It’s A Small World yang tak lain adalah Istana Boneka. Emily, senang sekali. Dan memang boneka, pencahayaan, tata panggung, bahkan perahunya lebih menyenangkan dibanding yang pernah kami naiki di Jakarta. Bonekanya terlihat baru dan bersih. Ditambah dengan lagu yang catchy, wahana ini membuat Emily ketagihan. Baru saja turun dari perahunya, Emily sudah mengajak kami mengantri lagi.

Tapi kami makan siang dulu di kios Hot Dog. Setelah kenyang, kami menjelajah ke bagian taman yang lain.

Kami menonton The Golden Mickey, dimana karakter Disney muncul di panggung dengan pertunjukan tari dan musik. Dan setelah itu kami sempat duduk-duduk untuk memberikan Emily waktu untuk tidur siang ditempat teduh. Bisa ditebak, Emily tidak mampu tidur karena terlalu senang. Dan kami masuk lagi ke It’s A Small World.

Keluar dari sana, kami makan es krim berbentuk kepala Mickey dan melanjutkan jalan-jalan ke arah Toy Story Land. Ada Woody untuk sesi foto, dan saya bertanya dimana bisa berfoto dengan Pooh. Si petugas memberitahu bahwa Pooh, Mickey, Minnie, Goofy dan Pluto sedang berada di taman dekat Dumbo The Flying Elephant untuk sesi foto. Kami langsung kembali ke Fantasy Land untuk bertemu dengan karakter favorit Emily: Pooh.

Pertama, kami mengantri untuk berfoto dengan Pooh. Setelah itu Minnie Mouse, dilanjutkan dengan Goofy, Pluto dan akhirnya Mickey Mouse. Sebelum ke Hong Kong, kami sering memberitahu Emily kalau di Disneyland Hong Kong, Emily bisa bertemu dengan Winnie The Pooh. Dan Emily benar-benar bertemu dengan Pooh. Sepertinya Emily terpesona sampai tidak bisa berkata apa-apa. Emily hanya memandangi Pooh dan setelah rasa terkejutnya mulai mereda, dia bisa tersenyum sambil memeluk Pooh.

Karena Emily masih belum mau tidur siang (sore sih sebenarnya), kami mengantri lagi di The Many Adventures of Winnie the Pooh. Kali ini Emily sudah tidak takut lagi.

Di perjalanan kami ke Adventure Land, Emily akhirnya tertidur. Jimz dan saya memutuskan untuk menaiki Jungle Cruise. Dan kami diharuskan mengantri berdasarkan bahasa yang kami pilih. Antrian untuk bahasa Inggris pendek, kebanyakan mengantri di bahasa Canton dan Mandarin. Perahu dikemudikan oleh pemandu yang menggunakan bahasa sesuai antrian.

Kami menyusuri sungai buatan yang sudah dilengkapi dengan patung-patung yang amat mirip dengan aslinya, dan mereka bergerak, hampir seperti asli. Kami seperti diajak melihat buaya, gajah, kuda nil, gorila, dan ular sungguhan. Tentu saja, kami tidak tahu kalau akan ada bagian dimana kami harus melewati gunung yang mengeluarkan api dan air dibawah kami bergejolak. Dan Emily pun terbangun karena adanya api, guncangan di perahu, dan suara gemuruh air.

Untungnya setelah itu, ada bayi gajah imut-imut yang bisa mengalihkan perhatian dan keterkejutan Emily.

Kami naik Jungle Cruise lagi, dan Emily senang melihat “binatang-binatang” yang ada di sungai. Tapi di bagian yang ada gunung api, dia tetap memeluk kami erat-erat.

Baru setelah dua kali menaiki wahana itu, saya membaca peringatan yang menuliskan bahwa wahana ini mungkin menakutkan bagi anak-anak. Ya pantas saja, dengan api dan bunyi gemuruh, yang dewasa saja mungkin bisa takut. :p

Sudah sore dan mulai gelap sewaktu kami selesai di Adventure Land. Sleeping Beauty Castle di Fantasy Land sudah mulai dinyalakan lampunya. Dengan lampu dinyalakan, istana itu tampak seperti logo Disney yang ada disetiap filmnya.

Disneyland Hong Kong tutup jam delapan malam, setelah pertunjukan kembang api di Sleeping Beauty Castle. Kami tidak menunggu jam delapan untuk pertunjukan kembang api. Kami membayangkan antrian padat di MTR dan suara kembang api yang mengejutkan akan membuat Emily takut.

Dan walaupun taman belum tutup, antrian tetap terjadi di stasiun MTR. Kami pulang ke hotel dengan lelah. Gendong Emily, lumayan membuat Jimz pegal-pegal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>