Perjalanan seorang Herli

"because writing is, like death, a lonely business." – Neil Gaiman

Balada Seekor Aboy

Setiap malam,
aku tidur bersama bos dan istrinya.
Tempatku,
hanya di sehelai bedcover yang menjuntai.

Malam ini,
aku sedang diluar kamar.
Aku ingin masuk,
tiada yang bangun untuk membukakan pintu.

Istri bos,
terbangun jam dua pagi,
Istri bos,
yang akhirnya membukakan pintu.

Tapi,
kenapa bukan bos yang membukakan pintu?
Apakah,
bos sedang marah padaku?

Kuputuskan,
untuk mencolek bos dari sisi ranjang.
Bos berpikir,
aku meminta untuk keluar.

Akhirnya,
bos terhuyung bangun membukakan pintu.
Tapi aku tidak mau,
dan bos kembali tidur dengan kesal.

Besok pagi,
aku pasti dimarahi.
Karena dituduh,
membuat bos tidak nyenyak tidur.


*diangkat dari kisah nyata*
Herli Surjadjaja, 26 Des 2009

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>