Letting Go of Saving the World

Saya baru membaca artikel berjudul itu disebuah blog. Hmm.. bisa dibilang artikel itu semacam cubitan peringatan untuk saya.

Saya, sebagai tipe satu dalam Enneagram yang berarti saya adalah seorang perfeksionis, yang selalu geregetan dengan orang-orang yang tidak disiplin atau tidak mengikuti aturan yang sudah tersedia. Pengemudi kendaraan bermotor yang mencuri start di lampu lalu lintas, yang melawan arus lalu lintas, atau orang yang sering ngaret, atau orang yang membuang sampah sembarangan, adalah beberapa orang yang menjadi sasaran “greget” nya saya.

Contoh lain. Di minimarket, saya berusaha untuk meminimalkan penggunaan kantong plastik “for a better Earth“. Dan hal ini memang mengundang kebingungan dari beberapa orang yang melihat saya (kadang-kadang termasuk kasirnya sendiri). Harus saya akui, saya merasa bangga dengan aksi saya tersebut.

Saya merasa sudah melakukan sesuatu demi Bumi yang lebih baik, demi dunia yang lebih baik. Dan saya bangga dengan hal itu.

Ok, saatnya pengakuan. Dibalik rasa bangga saya, terkadang saya mendapat perasaan kalau saya lebih dari mereka, lebih baik dari mereka, lebih baik dari orang-orang yang tidak disiplin atau ekstremnya, saya merasa saya lebih baik dari semua orang. Ego saya tinggi sekali ya. Dan dengan ego saya yang tinggi itu, tanpa sadar saya telah memperburuk keadaan dunia dan menambah energi negatif di Bumi ini.

Keinginan saya mengubah dunia menjadi lebih baik, telah tanpa sadar saya gunakan untuk meninggikan ego saya sendiri. Saya malah memperparah keadaannya. Bukan secara fisik, tapi secara energi.

Artikel yang saya baca tadi lumayan mencubit saya. Dengan menjadi saya, tanpa keinginan mengubah dunia, itulah yang ideal sebenarnya. Karena dengan begitu, saya tidak akan meninggikan ego saya. Karena dengan begitu, saya tidak menambah pasokan energi negatif di dunia ini.

Hanya menjadi saya, menjadi saya tanpa keinginan mengubah dunia.

Tulisan saya ini bukan untuk mengubah pandangan satu orang pun. Tulisan ini bukan dimaksudkan sebagai alat percobaan pengubahan dunia. Tulisan saya ini, hanya emosi yang saya simpan dan baru “tersenggol” dengan artikel yang saya baca tadi.

Berhenti mencoba mengubah dunia. Mungkin akan sulit saya lakukan, tapi penyadaran ini merupakan langkah awal. :)

Category: cuap-cuap  One Comment
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
One Response
  1. Sintha says:

    Great minds think alike!! Hahahaha….

    Baru beberapa hari lalu, gue baru nyeletuk… “I’m not trying to make a political statement. I’m just trying to live the way I see fit.”

    Persis isinya tulisan loe… :-D

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>