Ah, fenomena belakangan ini.. Mengapa sepertinya melepas jabatan sudah disamakan dengan bertanggungjawab? Bila ada sesuatu yang tidak beres di masa kekuasaan satu orang, orang itu diminta melepaskan jabatannya sebagai bukti pertanggungjawaban.
Banyak koq kasus yang seperti itu. Tidak usahlah saya sebutkan satu persatu.
Tanggung jawab, adalah sesuatu yang kita pikul dengan sukarela ataupun dengan terpaksa. Bisa jadi itu termasuk salah satu job desc dari pekerjaan kita. Bila ada sesuatu yang salah dan kita dimintai tanggung jawab, apa kita lantas diharapkan untuk resign?
Saya ingat satu kejadian waktu saya masih bekerja di sebuah perusahaan didaerah Kuningan, Jakarta Selatan. Saat itu saya hanya diceritakan saja sih, bukan saya yang mengalaminya. Terjadi sesuatu pada server back-up, yang berdampak hasil kerja selama satu minggu kebelakang itu hilang.
Teman saya yang mempunyai tanggung jawab terhadap server itu sudah sangat pasrah sekali waktu melapor ke Senior IT Manager. Apa yang terjadi? Sang IT Manager sama sekali tidak marah, tapi malah langsung mencari solusi bagaimana memperbaikinya. Dan tentu saja, bagaimana menghadapi para user yang memang membutuhkan data tersebut.
Mereka menghadapinya bersama-sama. Mereka bertanggungjawab bersama-sama.
Sama sekali tidak disinggung tentang pencopotan jabatan. Sama sekali tidak ada permintaan untuk pengunduran diri. Sama sekali tidak muncul Surat Peringatan satupun.
Menurut saya pribadi, tanggung jawab adalah tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki keadaan dimana sesuatu yang seharusnya menjadi kewajiban kita berjalan dengan tidak semestinya.
Mengekspresikan tanggung jawab dengan berhenti dari jabatannya, adalah sesuatu yang TIDAK memnyelesaikan masalah, malah terkesan LARI dari tanggung jawab itu sendiri.
Jadi, kenapa fenomena belakangan ini terkesan seperti pelepasan jabatan adalah satu-satunya cara untuk mempertanggungjawabkan sesuatu?

Komentar terakhir