Sudah lebih dari satu tahun, saya dan Jimz hanya memiliki satu sumber pendapatan untuk berdua. Sebelumnya saya juga bekerja, tapi sejak Januari 2009 yang lalu, saya berhenti dari perkerjaan saya. Dari dua sumber pendapatan, menjadi satu sumber saja.
Mungkin ada yang bertanya bagaimana kami bisa bertahan, terlebih lagi dengan cicilan rusunami yang baru lunas bulan Oktober 2009. Saya bisa jawab dengan sebuah pertanyaan kembali: bagaimana mungkin kami tidak bertahan?
Sejak sebelum menikah pun, pengeluaran kami berdua (dijumlah) tidak mencapai satu kali gaji kami. Pengeluaran terbanyak kami hanya ada di akhir pekan, tapi itu pun dihabiskan dengan makan dan/atau nonton. Yah, sekali-sekali membeli buku juga sih. Tapi hampir tidak pernah ada agenda belanja (kecuali belanja di supermarket) di setiap kunjungan ke pusat perbelanjaan.
Sebisa mungkin hanya kebutuhan sehari-hari yang kami beli. Dengan begitu kami bisa menabung banyak.
Saya pernah menghitung berapa persen gaji saya yang saya tabung tiap bulan waktu saya baru mulai bekerja dulu. Tidak pernah kurang dari 50% gaji saya, masuk rekening bank untuk saya tabung perbulannya. Bahkan pernah sampai 70% gaji saya tabung.
Dan mungkin itu yang terjadi dengan Jimz juga. Karena kami mampu membiayai pernikahan dan bulan madu dengan dana sendiri. Plus mencicil rusunami. Rasanya.. bangga banget, euy.
Apa yang saya lakukan untuk berhemat?
- Jangan takut untuk dicap pelit. Kalau ada yang bisa dihemat, hematlah. Kalau perlu ambil yang gratisan.
- Jangan gunakan mobil kalau tidak terpaksa. Pakai motor saja. Kebetulan saya dan Jimz memang naik motor sih, hehehehehe..
- Hanya beli yang memang dibutuhkan. Setiap kali mau membeli sesuatu, tanya ke diri sendiri: “cuma pengen, atau memang butuh?”
Mungkin kita akan berpikir kalau itu memang dibutuhkan. Tapi coba tanya lagi, berulang-ulang. Biasanya dipertanyaan keempat atau kelima, jawabannya bisa berbeda. - Buat satu rekening bank lainnya. Pindahkan sebagian pendapatan (misalnya 40%) ke rekening bank itu, dan tinggalkan kartu ATM nya di rumah saat bepergian. Anggap itu uang hilang.
- Jangan termakan gengsi. Tidak perlu barang bermerek, apalagi mengikuti tren fashion. Baju yang itu-itu saja, asalkan nyaman dan layak dipakai, why not?
Tentu saja, dari beberapa poin diatas, ada yang memang bisa dilakukan oleh orang lain, ada juga yang tidak. Tapi saya tetap berpendapat:
Bukan pendapatannya yang harus ditambah melainkan pengeluarannya yang BISA ditekan. Pasti BISA.


Komentar terakhir