Saya baru saja menyelesaikan membaca Marley & Me untuk kedua kalinya. Yep, saya sudah pernah membacanya dan siang ini saya seselai membacanya lagi.
Membaca Marley & Me, kurang lebih seperti membaca kehidupan saya dan Jimz. Persamaan kami (saya, Jimz, dan Aboy) dengan apa yang tertulis di buku:
- Marley dan Aboy sama-sama bandel.
- Marley dan Aboy sama-sama mempunyai cengiran bandel.
- Marley dan Aboy sama-sama takut petir.
- Marley menganggap John Grogan sebagai master, Aboy menganggap Jimz sebagai master.
- Jenny Grogan keguguran di kehamilan pertama karena janin tidak berkembang di usia kehamilan 10 minggu. Sama seperti yang saya alami.
Lucu ya. Di bab-bab awal, saya merasa seperti kehidupan saya dan Jimz ditulis oleh seseorang yang sama sekali belum pernah kami kenal atau temui sebelumnya. But there it was, written in the pages.. some of our lives.
Bedanya adalah, untungnya Aboy tidak sebandel Marley sampai menelan kalung emas. Benda termahal yang pernah dirusak Aboy mungkin hanyalah keset atau buku. Mungkin karena Aboy jauh lebih kecil dari Marley kali ya.. Kalau Aboy sebesar Marley, mungkin yang dirusak bukan hanya keset.


emang marley & me ga ada matinya deh
@lily: ho o