Kali ini kami ke Singapore, mengunjungi ponakan yang belum pernah saya lihat sejak dia lahir. Deborah Eve Surjadjaja namanya, panggilannya Deebee.
Hari #01: Jakarta – Singapore
Kami naik Airasia (lagi), kali ini tiketnya bukan yang nol rupiah. Tiket satu orang dihargai kurang lebih 150rb rupiah sekali jalan. Lumayan. Masih terhitung dibawah harga normal.
Kami dijadwalkan berangkat pukul 7 malam dari Jakarta, tapi ada keterlambatan 15 menit karena pesawat nya terlambat sampainya. Yah, untung bukan delay sampai berjam-jam. Jam sepuluh malam kurang lima menit waktu Singapura, kami (saya, Jimz dan Mily) mendarat dengan selamat di Changi Airport, Singapore. more…
Setelah sekian lama.. akhirnya.. payout di Neobux juga. Sebenarnya suah lama sih mencapai batas minimum melakukan permintaan pembayaran, tapi baru seminggu yang lalu saya minta pembayaran saya. Seperti biasa, prosesnya instan alias tidak perlu menunggu lama-lama.

Pembayaran #09 Neobux
15 September 2010.
Pagi terakhir kami di Thailand. Setelah hampir dua minggu kami berwisata, semuanya berakhir disini. Saya dan Mily pulang duluan bersama mama Jimz dan Ie Fan. Jimz dan ko Hawi akan menyusul pulang tanggal 17 September 2010.
Kami dijemput jam setengah enam pagi dengan minibus. Saya sendiri sudah tidak bisa tidur sejak jam setengah tiga pagi. Setelah mengurusi urusan check out hotel, kami berangkat ke bandara.
Antrian check in AirAsia cukup ramai, dan saya baru kebagian giliran setengah jam sebelum pesawat tinggal landas. Mily sempat protes dengan menangis saat di pesawat, mungkin dia bosan karena tidak ada yang mengajak dia main. Tapi setelahnya Mily pup. Begitu diletakkan didipan untuk mengganti popoknya, dia langsung menangis, tidak suka dengan goyangan pesawat mungkin.
Dan kami tiba di Jakarta dengan selamat.
Pengeluaran kami bertiga (saya, Jimz dan Mily) selama di Thailand adalah sekitar 22620 THB. Ini untuk dua belas hari kami disana. Bila dirupiahkan, pengeluaran kami adalah 6.75 juta rupiah untuk dua orang. Cukup terjangkau untuk ukuran jalan-jalan keluar negri selama dua belas hari untuk dua orang (dan satu bayi) apalagi dengan biaya tiket 0 rupiah.
Hai terakhir di Phuket. Sepuluh hari sudah kami lewati di Thailand. Anehnya, koq saya tidak berasa capek sama sekali ya, sementara yang lain sudah pakai Counterpain sejak di Bangkok. Mungkin ini ada tujuannya.
Hari terakhir di Phuket tidak diisi dengan mengitari Jung Ceylon, tapi kami pergi ke Big Buddha, landmark Phuket yang paling baru. Saking barunya sampai masih belum rampung dikerjakan. Tapi walaupun belum rampung, patung Buddha yang mempunyai tinggi sampai 45m ini sudah terlihat jelas, hanya bagian bunga teratai yang menjadi alas duduk Beliau lah yang belum selesai dikerjakan. more…
Hari kesembilan di Thailand, sementara yang lain pergi ke James Bond Island, saya dan Jimz tinggal di Phuket karena Mily tidak bisa ikut, saya dan Jimz tidak berani bawa Mily, takut angin.
Kami leyeh-leyeh dulu di hotel, santai-santai melemaskan kaki sisa jalan-jalan sepanjang liburan. Dan saat makan siang kami menuju ke.. Jung Ceylon.. lagi.. Kali ini mencoba menu nonhalal nya Burger King. Hihihi..
Baik lho, Mily saat papa mamanya makan siang, dia pun main sendiri sehingga papa mamanya tidak terlalu repot. Setelah makan siang kami masuk menjelajah That’s Siam untuk belanja oleh-oleh. Sayangnya kami salah nawar, jadi agak kemahalan yah tapi gak apa apa deh. Lagian budget kami masih berlebih. $_$ more…
Hari 08: Jung Ceylon, Phuket

Maaaa.. Mily mau pesan yang ini dong!
Kali ini kami tinggal dihotel sampai jamnya makan siang. Makan siangnya? Ya dimana lagi, Jung Ceylon lagi. Hihihih.. Kali ini makan Pizza Hut, mencoba menu tidak halal yang tidak ada di Indonesia. ^_^
Setelah makan siang, Mily bobo diperjalanan pulang kehotel lagi, dan setelah diletakkan di ranjang hotel, bangun dia. Akhirnya setelah mempersiapkan semua keperluannya, kami turun kebawah kearah kolam renang. Tentu saja Mily ikut, disertai ban berbentuk gajah! more…
Hari ketujuh di Thailand, yang lain pergi ke pulau Phi-Phi tapi saya Jimz dan Mily tidak ikut. Anginnya besar sekali jadi kami tidak berani membawa Mily kesana. Lain lagi kalau perginya naik kapal tertutup. Jadi kami mengisi waktu dengan berjalan-jalan sendiri, yah bisa ditebak lah kemana: Jung Ceylon.

Emily dan Papa
Pagi pagi setelah sarapan kami jalan ke pantai. Tentu saja perjalanan sepanjang Bangla Road sepi karena malam sebelumnya pasti ada pesta mabuk-mabukan. Tapi pantai tidak sepi.
Saat kami sampai pantai sudah ada turis-turis lain yang sudah berjalan-jalan di bibir pantai Patong. Bahkan, kami berjumpa kembali dengan turis-turis yang memotret Mily saat makan malam kemarin! Dan mereka minta foto lagi! Hahahaa, Mily turis terkenal!
more…
Komentar terakhir