08
Mar 10

Kemarin siang saya berjalan-jalan dengan Jimz dan keluarganya. Saat sedang berhenti dan duduk di suatu tempat, Jimz berniat membelikan saya minuman. Saya tetap duduk sementara Jimz berjalan ke sebuah pendingin elektrik untuk membelikan saya minum. Saya melihat dia setengah dipaksa oleh si penjual untuk membeli satu produk yang saya tahu dia tidak suka: teh kesehatan dengan rasa buah lengkeng.

Transaksi jual beli minuman akhirnya terjadi: Jimz membelikan saya satu botol teh dari satu merek tertentu dan Jimz sendiri mengambil soda untuk dirinya sendiri. Saya menghampiri Jimz untuk minum teh tersebut dan saya bilang ke Jimz, “wah enak..”

Si penjual yang tadi memaksakan menjual teh kesehatan tersebut tiba-tiba nyeletuk ke arah saya, “Tuh kan mba ga enak kan, pahit.. Mending tadi beli yang saya tawarin aja, yg rasa lengkeng, enak itu mba..”

more…

Sebenarnya sudah dari beberapa hari lalu saya terima pembayarannya, tapi baru sekarang diupload. Saya sudah dibayar 17 kali sejak pertama kali bergabung dengan situs Paid To Click ini. Walaupun pembayaran tidak instan, tapi saya belum pernah tidak dibayar. Hihihi..

Pembayaran #17 PaidToClick.In

Pembayaran #17 PaidToClick.In

Untuk yang mau bergabung, klik link ini: http://www.paidtoclick.in/index.php?ref=herrlich. 100% gratis koq, cuma klik iklan yang disediakan lalu bila sudah mencapai 2 sen, sudah bisa meminta pembayaran langsung ke akun Paypal. $_$

Saya terbilang sering berkunjung ke salah satu situs berita lokal untuk melihat berita yang ada disana. Kadang-kadang menemukan berita menarik, tapi yang lebih sering adalah menemukan komentar “menarik”.

Berita mungkin menarik, tapi komentar-komentar yang masuk jauh lebih menarik lagi. Kadang berisi iklan, kadang makian, kadang (ini yang paling sering) sumpah serapah. Yang benar-benar memberi komentar berguna? Bisa dibilang hampir tidak ada.

more…

Category: cuap-cuap  2 Comments

Dibayar lagi, dibayar lagi. Berhubung lagi butuh uang, dan saldo sudah mencukupi, hari ini saya meminta pembayaran dari Duitbux. Tidak menunggu lama. Pagi minta, sore sudah cair.

Pembayaran #13 Duitbux

Pembayaran #13 Duitbux

Tertarik? Lihat panduannya disini: http://herli.web.id/panduan-mendapatkan-uang-saku-dari-duitbux.html.

Enam puluh ribu rupiah dalam dua puluh hari. Yang artinya saya menghasilkan tiga ribu rupiah dalam sehari di situs IDRClickIt ini. Uang tambahan yang lumayan. $_$

Pembayaran #05 IDRClickIt

Pembayaran #05 IDRClickIt

Kalau saya lebih berani lagi untuk menyewa referral, mungkin pedapatan saya lebih tinggi lagi dibanding sekarang. Tapi segini saja cukup deh. Nanti saya pantau lagi kedepannya. :)

Yang mau ikutan mengumpulkan uang saku seperti saya, silahkan baca panduan saya di IDRClickIt ini.
Bagian 1: http://herli.web.id/panen-recehan-dengan-idrclickit-part-12.html
Bagian 2: http://herli.web.id/panen-recehan-dengan-idrclickit-part-22.html

Sudah dari beberapa waktu lalu sebenarnya saya sudah bisa melakukan permintaan pembayaran di situs Paid To Click yang satu ini. Tapi saya tahan-tahan dulu, supaya sekalian.

Kemarin pagi saya melakukan permintaan pembayaran sebesar 52 sen. Tidak banyak memang, tapi yah lumayan lah. Dollar gratis.. $_$

Pembayaran #16 PaidToClick.In

Pembayaran #16 PaidToClick.In

Yang mau gabung, silahkan klik link ini: http://www.paidtoclick.in/index.php?ref=herrlich. Jangan takut, gratis koq. :)

Kasihan yah dia..“, “Yah, sayang banget yah..” atau “Coba dia begini..“. Tiga kalimat yang mungkin sering dilontarkan orang terhadap orang lain yang tidak tergabung dalam kelompoknya. Eksklusif.

Banyak lho, yang beranggapan kelompok dimana dia berada adalah yang paling benar. Diluar kelompoknya.. yah.. salah.. Sebuah contoh sederhana: Saya bukan tipe wanita penggila fashion, masak, belanja, atau “kebutuhan” wanita lainnya. Bagi wanita yang masuk kelompok yang gemar fashion, masak, belanja dst saya bakal kena cap: “Bukan Wanita”. Plis dong ah.. Ini kan masalah ketertarikan. Masa kalau tidak tertarik, harus memaksakan diri untuk tertarik?

more…